Jakarta, Newsline.id – Kekalahan Timnas Indonesia U-23 di partai final Piala AFF U-23 2025 masih menyisakan kekecewaan. Namun, pelatih kepala Gerald Vanenburg menegaskan bahwa fokus tim kini telah beralih ke agenda yang lebih besar: Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Dalam sesi jumpa pers pasca-pertandingan, Vanenburg menyampaikan bahwa kegagalan ini bukan akhir dari segalanya. Ia menilai turnamen AFF hanyalah bagian dari proses pembentukan tim yang lebih matang dan kompetitif.
“Kami memang belum berhasil membawa pulang trofi, tapi saya tidak melihatnya sebagai kegagalan total. Ini bagian dari proses membangun tim yang siap bersaing di level Asia,” kata Vanenburg.
Pelatih asal Belanda itu mengaku telah mencatat sejumlah catatan penting, mulai dari aspek fisik, taktik, hingga mentalitas pemain. Evaluasi menyeluruh akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka skuad untuk turnamen berikutnya.
Vanenburg juga menyoroti performa beberapa pemain muda yang tampil menonjol sepanjang turnamen, meski hasil akhir tidak berpihak. Ia menyebut kemungkinan akan mempertahankan 60–70% komposisi pemain yang tampil di AFF untuk kualifikasi mendatang.
“Kami sudah melihat siapa yang bisa bertahan di tekanan, siapa yang bisa berkembang. Tapi akan ada juga pemain baru yang kami pantau dari liga dan pemusatan latihan,” ungkapnya.
Dengan jadwal kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan digelar beberapa bulan ke depan, Vanenburg menyatakan pihaknya bersama PSSI akan segera menyusun program latihan lanjutan.
“Kami tak akan buru-buru, tapi rencana jangka panjang sudah mulai berjalan. Ini bukan tentang menang cepat, tapi membentuk tim yang kuat dan konsisten,” ujarnya tegas.
Meski gagal mengangkat trofi di turnamen regional, langkah Vanenburg menunjukkan bahwa Timnas U-23 sedang dibangun untuk bertahan di level kompetitif lebih tinggi, bukan sekadar mencari hasil instan. Pendekatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi regenerasi sepak bola Indonesia ke depan. (*)









