Ruteng, Newsline.id – Suasana hening menyelimuti halaman Kampung Cancar, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Sabtu (28/3/2026) malam. Di tengah gelap yang perlahan turun, ratusan cahaya lilin mulai menyala, dibawa oleh umat Katolik Komunitas Basis Gerejawi (KBG) St. Fransiskus Asisi Cancar.
Cahaya-cahaya kecil itu menjadi simbol harapan besar. Umat berkumpul dalam doa seribu lilin, memohon satu hal yang kini terasa semakin mahal di dunia: perdamaian.
Doa berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 19.00 WITA, diikuti puluhan umat dari lingkungan sekitar. Mereka larut dalam suasana khusyuk, mendaraskan doa di tengah keprihatinan atas konflik yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi umat KBG St. Fransiskus Asisi Cancar, perang yang berkecamuk di Timur Tengah dan Eropa bukan sekadar berita jauh. Dampaknya kini mulai terasa, termasuk kenaikan harga bahan pokok yang perlahan membebani masyarakat.
Ketua KBG St. Fransiskus Asisi Cancar, Heribertus Harum, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sederhana dari umat.
“Apa yang kami lakukan ini memang hanya kepedulian kecil, untuk perdamaian yang besar bagi dunia kita ini. Ribuan lilin kecil yang dinyalakan tidaklah seberapa, namun kami mendaraskan doa dan harapan yang besar,” ujarnya usai kegiatan.
Ia menambahkan, doa seribu lilin ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Katekese Devosi yang dilakukan komunitas.
“Biasanya kami punya Katekese Devosi ini dilakukan untuk tujuan-tujuan kebaikan umum, dan pada saat ini kami tujukan khusus bagi perdamaian dunia,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian global, cahaya lilin yang sederhana itu menjadi simbol bahwa harapan belum padam. Dari sebuah kampung kecil di Ruteng, doa-doa dipanjatkan, berharap dunia kembali menemukan jalannya menuju damai.(*)








