Kemenhut Luncurkan Coll-Tapak, Bersama Siapkan Sektor Kehutanan Cegah Bencana Hidrometeorologi

Monday, 4 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhut Luncurkan Coll-Tapak, Bersama Siapkan Sektor Kehutanan Cegah Bencana Hidrometeorologi

Kemenhut Luncurkan Coll-Tapak, Bersama Siapkan Sektor Kehutanan Cegah Bencana Hidrometeorologi

Jakarta, Newsline.id — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengambil terobosan strategis untuk harmonisasi dan orkestrasi peran para pemangku kepentingan, dengan membangun Coll-Tapak – Kolaborasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan di Tapak.

Coll-Tapak yang diluncurkan pada hari ini Senin, 04/08/2025 di Jakarta, merupakan media komunikasi dan koordinasi multipihak, untuk memperkuat sinergi lintas aktor: internal Kementerian Kehutanan maupun eksternal dalam upaya Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan.

“Saya meyakini bahwa upaya ini sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk memperkuat ketangguhan sektor kehutanan terhadap bencana, dan sekaligus membangun sistem kerja bersama yang lebih efisien dan adaptif,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenhut, Mahfudz dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia melanjutkan, Coll-tapak merupakan pondasi yang akan memperkuat integrasi data, informasi, program, kolaborasi dan koordinasi aksi para pihak, serta pengambilan rekomendasi pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan yang lebih tepat sasaran di tingkat tapak.

Baca Juga  Resmi! Banten Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional 2026

“Kolaborasi dan kerja sama lintas lembaga dan sektor ini telah terbukti berhasil dalam penangulangan Karhutla, seperti di Riau baru baru ini, yang berjalan dengan lancar dan terkendali dengan baik,” tutur Mahfudz.

Pembangunan Coll-Tapak telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 415 Tahun 2025 tentang Pembentukan Collaboration Tapak (Coll-Tapak) : Kolaborasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan di Tapak. Ditegaskan dalam Keputusan dimaksud bahwa Coll-Tapak ditujukan untuk 1) Meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan; 2) Melaksanakan integrasi data informasi kebencanaan; 3) Membangun sinergi program mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan, dan 4) Menjalin kerja sama antar pihak

Baca Juga  Harga BBM Naik 4 Mei 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.900

Peluncuran Coll Tapak dihadiri berbagai pihak lintas sektor dari internal Kementerian Kehutanan, Dinas yang membidangi Kehutanan, KPH, BPBD, BNPB, BMKG, BIG, perguruan tinggi, BRIN, dan mitra terkait, yang hadir secara faktual dan virtual.

Kepala Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, Wening Sri Wulandari menambahkan jika peluncuran Coll Tapak dirangkai dengan komunikasi multipihak untuk mendiseminasikan Coll Tapak secara lebih jelas. Pada komunikasi ini, hadir narasumber dari BNPB yang akan menyampaikan : ”Program Mitigasi dan Adaptasi Bencana, dan Strategi Kolaborasi di Tapak”; Dari Balai Besar KSDA Riau, menyampaikan ”Aktualisasi Peran Koordinator UPT dalam Aksi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan di Tapak”; dan Dari Perusahaan APP Group, menyampaikan ”Aksi Kolaboratif Pengelolaan Sumberdaya Hutan Berkelanjutan mendukung Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometerologi di Tapak”.

Baca Juga  Menangkal Kecanduan Media Sosial: Langkah Bijak di Era Digital

Kementerian berkomitmen untuk bersama-sama para pihak berkolaborasi, bersinergi mencegah bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, kekeringan, tanah longsor, abrasi, hingga kebakaran hutan. Aksi mitigasi dan adaptasi bencana tidak bisa dilaksanakan secara parsial dan eksklusif, melainkan harus secara kolektif dan terstruktur. Oleh sebab itu, strategi mitigasi dan adaptasi yang terkoordinasi, kolaboratif, dan berbasis data di tingkat tapak menjadi hal krusial dan penting. (*********)

Sumber : Kementerian Kehutanan

Berita Terkait

Viral Perry Warjiyo-Najwa, Fakta Aslinya Mengejutkan
Fotokopi e-KTP Bisa Dipidana? Fakta Hukumnya Bikin Kaget
Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI
Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru
Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton
Ribuan Lowongan Mitra BPS Dibuka, Warga Berebut Peluang Sensus 2026
Sering Fotokopi KTP? Pemerintah Mulai Soroti Risiko Penyalahgunaan Data
Harga Asli Pertalite Disebut Rp16 Ribu, Publik Mulai Pertanyakan Subsidi BBM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 18 May 2026 - 22:53 WITA

Viral Perry Warjiyo-Najwa, Fakta Aslinya Mengejutkan

Sunday, 17 May 2026 - 09:44 WITA

Fotokopi e-KTP Bisa Dipidana? Fakta Hukumnya Bikin Kaget

Saturday, 16 May 2026 - 10:59 WITA

Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI

Friday, 15 May 2026 - 20:33 WITA

Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru

Friday, 15 May 2026 - 16:58 WITA

Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton

Berita Terbaru

Merauke

Ketika Tanah Adat Papua Dibuka untuk Proyek Raksasa

Wednesday, 20 May 2026 - 08:28 WITA

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Tuesday, 19 May 2026 - 13:25 WITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Ekonomi

Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998

Tuesday, 19 May 2026 - 07:01 WITA