Dari Pedagang Keliling hingga Content Creator: Wajah Baru Sensus Ekonomi 2026

Sunday, 24 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Suasana Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi, puluhan peserta datang silih berganti mengikuti tahapan wawancara calon petugas Sensus Ekonomi 2026.

Sebagian peserta terlihat sibuk memeriksa telepon genggam, sementara lainnya duduk menunggu giliran wawancara sambil berbincang pelan di kursi antrean. Ada yang mengaku berkali-kali mencoba membuka tautan pendaftaran hingga larut malam, ada pula yang baru berhasil mendaftar setelah datang langsung ke kantor BPS.

Tingginya antusiasme masyarakat Merauke terhadap rekrutmen petugas sensus ekonomi bahkan sempat membuat sistem pendaftaran nasional mengalami kepadatan akses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPS Kabupaten Merauke, Cendana Murti Nuryana Sri Hapsara, mengatakan proses pendaftaran dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia sehingga server sempat kewalahan menampung lonjakan pendaftar.

“Pendaftaran dilakukan secara nasional sehingga saat itu server cukup padat. Banyak pendaftar mengeluhkan aplikasi error atau gagal diakses,” ujarnya.

Pendaftaran yang awalnya dibuka pada 8–11 Mei 2026 bahkan harus beberapa kali diperpanjang hingga 22 Mei 2026 guna memberi kesempatan kepada masyarakat yang belum berhasil mengakses aplikasi.

Namun di balik tingginya jumlah pendaftar, BPS Merauke tidak sekadar mencari banyak orang untuk turun ke lapangan. Ada karakter khusus yang justru menjadi perhatian utama dalam proses seleksi.

Baca Juga  Belasan Motor Terbakar di Parkiran UPTD Kelapa Lima, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Kita butuh petugas bermental sales,” kata Cendana.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menggambarkan tantangan besar yang akan dihadapi petugas sensus di lapangan nanti.

Menurutnya, petugas sensus harus mampu berkomunikasi dengan baik, tidak mudah menyerah, serta memiliki kesabaran dalam menghadapi berbagai karakter masyarakat maupun pelaku usaha yang belum tentu langsung terbuka saat diwawancarai.

“Kadang petugas datang sekali ditolak lalu menyerah. Padahal tugas sensus membutuhkan kesabaran dan kemampuan membangun komunikasi,” ujarnya.

BPS Kabupaten Merauke sendiri membutuhkan sekitar 245 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hingga tahapan wawancara berlangsung, jumlah peserta terdaftar telah mencapai sekitar 260 orang.

Mereka yang nantinya terpilih bukan sekadar petugas pendata biasa. Di lapangan, mereka akan menjadi “Pahlawan Data” yang bertugas merekam denyut aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah dan nasional.

Di sisi lain, BPS juga memanfaatkan momentum rekrutmen ini sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat mengenai tujuan sebenarnya dari sensus ekonomi.

Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Merauke, Rafly Parenta Bano, mengakui masih banyak masyarakat yang mengira sensus berkaitan dengan pendataan bantuan sosial.

Baca Juga  Tingkat Kelulusan 96,97 Persen, 97 Siswa di Merauke ‘Hilang’ dari Sekolah

Padahal, kata Rafly, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat guna memotret kondisi ekonomi terkini sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Sensus ekonomi bukan pendataan bantuan sosial. Tujuan utamanya adalah mendata seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar,” jelasnya.

Pendataan nantinya dilakukan secara door to door ke seluruh bangunan, baik rumah tinggal, tempat usaha, maupun bangunan lainnya.

Jika dalam satu rumah terdapat aktivitas usaha, maka petugas akan melakukan pendataan usaha sekaligus pendataan sosial ekonomi keluarga.

Menariknya, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mencakup perkembangan ekonomi digital yang selama ini terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Content creator, YouTuber, affiliate marketer, termasuk pelaku usaha digital lainnya juga akan masuk dalam pendataan,” kata Rafly.

Selain ekonomi digital, sensus juga akan memotret ekonomi lingkungan dan bagaimana pelaku usaha mulai mengadopsi konsep usaha berkelanjutan.

BPS memastikan pelaku usaha yang bersifat mobile seperti ojek online, sopir, maupun pedagang keliling tetap akan masuk dalam pendataan melalui alamat tempat tinggal mereka.

“Petugas akan melakukan kunjungan ulang untuk memastikan seluruh bangunan dan pelaku usaha benar-benar tercatat,” ujarnya.

Baca Juga  Ribuan Excavator Masuk, Warga Khawatir Merauke Kehilangan Benteng Alamnya

Rafly juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan data yang diberikan kepada petugas sensus. Kerahasiaan data responden dijamin Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Dalam Pasal 21 disebutkan bahwa BPS wajib merahasiakan keterangan yang diperoleh dari responden. Sementara Pasal 27 mengatur bahwa setiap petugas statistik yang dengan sengaja melanggar kerahasiaan data dapat dikenai sanksi pidana.

Jangan ragu memberikan data yang akurat dan jujur kepada petugas sensus karena data tersebut sangat penting untuk melihat perkembangan ekonomi daerah dan menyusun kebijakan pembangunan ke depan,” katanya.

Bagi Kabupaten Merauke yang terus berkembang sebagai salah satu wilayah strategis di timur Indonesia, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda pendataan rutin sepuluh tahunan.

Dari kios kecil di sudut kampung, usaha rumahan, pedagang keliling, hingga ekonomi digital yang tumbuh lewat layar telepon genggam, seluruhnya akan menjadi bagian dari potret baru wajah perekonomian Merauke.

Dan di tangan para petugas sensus yang dituntut memiliki “mental sales” itulah, denyut ekonomi masyarakat akan dicatat — dari rumah ke rumah, dari usaha kecil hingga dunia digital yang terus berkembang.

Berita Terkait

Server Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sempat Bermasalah akibat Pendaftaran Serentak
Bertaruh Modal di Lapak Nyaris Roboh: Kisah Mama Erma Sekolahkan Anak dari Kepiting Rawa
Saat “Petani Hutan” Papua Terusir dari Rumah Sendiri
Warga Keluhkan Kendaraan Bengkel Parkir di Badan Jalan Radio, Kelurahan Siap Fasilitasi Mediasi
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Panen Raya Padi di Merauke Oktober 2026
Belasan Motor Terbakar di Parkiran UPTD Kelapa Lima, Polisi Lakukan Penyelidikan
Penolakan Proyek Peternakan di Kimaam Meluas, Warga Adat Khawatir Kehilangan Tanah Leluhur
Ribuan Excavator Masuk, Warga Khawatir Merauke Kehilangan Benteng Alamnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 24 May 2026 - 05:57 WITA

Dari Pedagang Keliling hingga Content Creator: Wajah Baru Sensus Ekonomi 2026

Saturday, 23 May 2026 - 14:12 WITA

Server Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sempat Bermasalah akibat Pendaftaran Serentak

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WITA

Bertaruh Modal di Lapak Nyaris Roboh: Kisah Mama Erma Sekolahkan Anak dari Kepiting Rawa

Thursday, 21 May 2026 - 15:22 WITA

Saat “Petani Hutan” Papua Terusir dari Rumah Sendiri

Thursday, 21 May 2026 - 09:35 WITA

Warga Keluhkan Kendaraan Bengkel Parkir di Badan Jalan Radio, Kelurahan Siap Fasilitasi Mediasi

Berita Terbaru

Uncategorized

Kematangan Iman Teruji Dari Sikap Menghargai Perbedaan

Saturday, 23 May 2026 - 20:12 WITA