Server Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sempat Bermasalah akibat Pendaftaran Serentak

Saturday, 23 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Antusiasme masyarakat mengikuti rekrutmen petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Merauke terbilang tinggi. Tingginya minat pendaftar bahkan sempat membuat proses registrasi mengalami kendala akibat padatnya akses sistem pendaftaran nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke, Cendana Murti Nuryana Sri Hapsara, mengatakan secara jumlah kebutuhan petugas sebenarnya sudah terpenuhi. Namun, tidak semua masyarakat yang ingin mendaftar berhasil mengakses aplikasi pada tahap awal pendaftaran.

“Pendaftaran dilakukan serentak secara nasional, sehingga saat itu server cukup padat. Banyak pendaftar mengeluhkan aplikasi error atau gagal diakses,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPS Kabupaten Merauke, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pendaftaran awal dibuka pada 8–11 Mei 2026. Namun karena banyaknya keluhan peserta, pihak pusat akhirnya beberapa kali memperpanjang masa pendaftaran hingga 22 Mei 2026.

Baca Juga  Estafet Literasi Data di Ujung Timur: Tiga Kampung Semangga Resmi Jadi Desa Cantik 2026

Menurutnya, masyarakat yang belum berhasil mendaftar tetap diberikan kesempatan datang langsung ke kantor BPS untuk mendapatkan pendampingan.

“Teman-teman yang belum berhasil bisa datang ke kantor sambil mendaftar di aplikasi. Kalau berhasil, langsung kami wawancara hari itu juga,” katanya.

BPS Kabupaten Merauke sendiri membutuhkan sekitar 245 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hingga berita ini diturunkan, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 260 orang dan masih menjalani tahapan seleksi lanjutan.

Cendana menegaskan, pihaknya tidak hanya mencari peserta dalam jumlah banyak, tetapi juga petugas yang memiliki kemampuan komunikasi dan mental kuat di lapangan.

Kami butuh orang yang mampu mewawancarai masyarakat dengan baik dan tidak mudah menyerah. Kalau saya bilang, kita butuh orang yang punya mental sales,” ujarnya.

Baca Juga  Penolakan Proyek Peternakan di Kimaam Meluas, Warga Adat Khawatir Kehilangan Tanah Leluhur

Ia menjelaskan, petugas sensus nantinya akan menghadapi berbagai karakter masyarakat dan pelaku usaha yang belum tentu langsung terbuka saat diwawancarai.

Sementara itu, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Merauke, Rafly Parenta Bano, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan pendataan bantuan sosial seperti yang masih dipahami sebagian masyarakat.

“Tujuan sensus ini adalah mendata seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar,” jelasnya.

Menurut Rafly, sensus kali ini juga akan memotret perkembangan ekonomi digital di daerah, termasuk pelaku usaha berbasis digital seperti content creator, YouTuber, hingga affiliate marketer.

“Ekonomi digital menjadi salah satu fokus baru dalam Sensus Ekonomi 2026,” katanya.

Baca Juga  Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Panen Raya Padi di Merauke Oktober 2026

Pendataan nantinya dilakukan secara door to door ke seluruh bangunan, baik rumah tinggal maupun tempat usaha. Bahkan pelaku usaha yang bersifat mobile seperti ojek online, sopir, dan pedagang keliling tetap akan masuk dalam pendataan melalui alamat tempat tinggal mereka.

“Petugas akan melakukan kunjungan ulang untuk memastikan seluruh pelaku usaha tercatat,” tambahnya.

BPS juga memastikan kerahasiaan data masyarakat aman dan dilindungi Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena data yang diberikan dijamin kerahasiaannya,” tegas Rafly.

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan
PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi
Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan
Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Ruang Bersuara dan Harapan Masyarakat Adat
Dari Ranting Kayu ke Facebook: Ekonomi Kecil yang Lama Tak Terlihat
Dari Pedagang Keliling hingga Content Creator: Wajah Baru Sensus Ekonomi 2026
Bertaruh Modal di Lapak Nyaris Roboh: Kisah Mama Erma Sekolahkan Anak dari Kepiting Rawa
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 19:20 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke

Tuesday, 2 June 2026 - 18:22 WITA

BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan

Sunday, 31 May 2026 - 07:47 WITA

PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi

Wednesday, 27 May 2026 - 10:01 WITA

Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan

Tuesday, 26 May 2026 - 20:23 WITA

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Ruang Bersuara dan Harapan Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA