MERAUKE, Newsline.id — Antusiasme masyarakat mengikuti rekrutmen petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Merauke terbilang tinggi. Tingginya minat pendaftar bahkan sempat membuat proses registrasi mengalami kendala akibat padatnya akses sistem pendaftaran nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke, Cendana Murti Nuryana Sri Hapsara, mengatakan secara jumlah kebutuhan petugas sebenarnya sudah terpenuhi. Namun, tidak semua masyarakat yang ingin mendaftar berhasil mengakses aplikasi pada tahap awal pendaftaran.
“Pendaftaran dilakukan serentak secara nasional, sehingga saat itu server cukup padat. Banyak pendaftar mengeluhkan aplikasi error atau gagal diakses,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPS Kabupaten Merauke, Sabtu (23/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pendaftaran awal dibuka pada 8–11 Mei 2026. Namun karena banyaknya keluhan peserta, pihak pusat akhirnya beberapa kali memperpanjang masa pendaftaran hingga 22 Mei 2026.
Menurutnya, masyarakat yang belum berhasil mendaftar tetap diberikan kesempatan datang langsung ke kantor BPS untuk mendapatkan pendampingan.
“Teman-teman yang belum berhasil bisa datang ke kantor sambil mendaftar di aplikasi. Kalau berhasil, langsung kami wawancara hari itu juga,” katanya.
BPS Kabupaten Merauke sendiri membutuhkan sekitar 245 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hingga berita ini diturunkan, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 260 orang dan masih menjalani tahapan seleksi lanjutan.
Cendana menegaskan, pihaknya tidak hanya mencari peserta dalam jumlah banyak, tetapi juga petugas yang memiliki kemampuan komunikasi dan mental kuat di lapangan.
“Kami butuh orang yang mampu mewawancarai masyarakat dengan baik dan tidak mudah menyerah. Kalau saya bilang, kita butuh orang yang punya mental sales,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petugas sensus nantinya akan menghadapi berbagai karakter masyarakat dan pelaku usaha yang belum tentu langsung terbuka saat diwawancarai.
Sementara itu, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Merauke, Rafly Parenta Bano, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan pendataan bantuan sosial seperti yang masih dipahami sebagian masyarakat.
“Tujuan sensus ini adalah mendata seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar,” jelasnya.
Menurut Rafly, sensus kali ini juga akan memotret perkembangan ekonomi digital di daerah, termasuk pelaku usaha berbasis digital seperti content creator, YouTuber, hingga affiliate marketer.
“Ekonomi digital menjadi salah satu fokus baru dalam Sensus Ekonomi 2026,” katanya.
Pendataan nantinya dilakukan secara door to door ke seluruh bangunan, baik rumah tinggal maupun tempat usaha. Bahkan pelaku usaha yang bersifat mobile seperti ojek online, sopir, dan pedagang keliling tetap akan masuk dalam pendataan melalui alamat tempat tinggal mereka.
“Petugas akan melakukan kunjungan ulang untuk memastikan seluruh pelaku usaha tercatat,” tambahnya.
BPS juga memastikan kerahasiaan data masyarakat aman dan dilindungi Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena data yang diberikan dijamin kerahasiaannya,” tegas Rafly.









