Kematangan Iman Teruji Dari Sikap Menghargai Perbedaan

Saturday, 23 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, newsline- Akhir-akhir ini kita kembali menemukan fenomena yang marak terjadi di media sosial, yaitu perdebatan sengit antar pemuka agama. Perdebatan ini berpusat pada pengklaiman kebenaran ajaran masing-masing; dengan kata lain, setiap pihak merasa ajaran yang dianutnya paling benar, hingga berani menyudutkan dan merendahkan ajaran agama lain.

Keadaan ini tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai diskusi iman atau pembahasan antaragama biasa. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pertentangan tajam yang bisa memicu ketersinggungan, serta merusak hubungan baik antarumat beragama di masyarakat.

Pembahasan semacam ini tidak perlu diperpanjang, karena sesungguhnya tidak akan pernah ditemukan titik temu,

mengingat kita masing-masing memegang ajaran dan keyakinan yang berbeda. Langkah terbaik yang dapat kita lakukan adalah saling menghargai perbedaan tersebut, agar tercipta suasana kerukunan dan kedamaian bersama.

Baca Juga  Bersinergi Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Unipa Dan KPM Desa Hebing Bergerak Bersama


Soal kebenaran mutlak, itu sepenuhnya kembali pada ajaran agama masing-masing dan kesadaran diri sendiri, sebab hal itu menyangkut hubungan pribadi setiap manusia dengan Tuhannya. Hal yang paling utama dalam hidup adalah perbuatan baik dan manfaat bagi sesama selagi kita masih berada di dunia, bukan sekadar banyak berdoa atau menguasai isi kitab suci saja.

Perdebatan seperti ini justru menjadi tanda bahwa kita belum dewasa secara spiritual. Kita sibuk menunjukkan kepintaran berkata-kata serta kehebatan menguasai isi kitab, namun lupa dan tidak paham cara membangun hubungan yang baik dengan sesama.

Padahal, tanda kematangan iman yang sesungguhnya terlihat dari kemampuan kita menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta mewujudkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Sangat disayangkan, masih ada tokoh agama yang bukannya memberikan teladan dalam menghargai perbedaan, melainkan justru memicu perdebatan yang tidak perlu. Sikap demikian tidak saja gagal mendamaikan, tetapi justru berpotensi menumbuhkan bibit pertikaian dan konflik di tengah masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya tidak memiliki kematangan spiritual. Mereka hanya sekadar ingin memamerkan kepintaran berkata-kata dan kehebatan menghafal isi kitab suci, namun sama sekali tidak memikirkan dampak sosial serta pentingnya menjaga kehidupan bertoleransi di tengah masyarakat.

 

Silvester Moan Nurak

Warga Masyarakat

Penulis : Silvester Moan Nurak

Berita Terkait

Jelang Puncak HUT Ke-137, Paroki Koting Matangkan Persiapan Teknis
Rapat Teknis Bahas Persiapan Puncak HUT Paroki Koting, Lomba Dan Momen Syukuran Siap Dirayakan
Merawat Warisan Iman Sejak 1889, Paroki Koting Siap Rayakan HUT Ke-137 Dengan Tiga Momentum Spesial
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koting Gelar Rapat Koordinasi Sambut HUT Ke-137 Dan Dua Momen Istimewa Lainnya
Terobosan BUM Desa Sina Rua: Kemitraan Dengan Petani Dongkrak Produktivitas Jagung Di Sikka
Sinergi BUM Desa Dan Kelompok Tani, Kunci Sukses Panen Jagung Di Desa Natakoli
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 4 October 2026 - 15:27 WITA

Jelang Puncak HUT Ke-137, Paroki Koting Matangkan Persiapan Teknis

Saturday, 3 October 2026 - 10:19 WITA

Rapat Teknis Bahas Persiapan Puncak HUT Paroki Koting, Lomba Dan Momen Syukuran Siap Dirayakan

Sunday, 27 September 2026 - 17:43 WITA

Merawat Warisan Iman Sejak 1889, Paroki Koting Siap Rayakan HUT Ke-137 Dengan Tiga Momentum Spesial

Saturday, 19 September 2026 - 19:07 WITA

Terobosan BUM Desa Sina Rua: Kemitraan Dengan Petani Dongkrak Produktivitas Jagung Di Sikka

Saturday, 19 September 2026 - 16:58 WITA

Sinergi BUM Desa Dan Kelompok Tani, Kunci Sukses Panen Jagung Di Desa Natakoli

Berita Terbaru

NASIONAL

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat

Tuesday, 29 Sep 2026 - 11:14 WITA

Kepulauan Talaud

Unit Reskrim Polsek Gemeh Limpahkan Tersangka Penganiayaan Ke Kejaksaan Talaud

Tuesday, 29 Sep 2026 - 10:49 WITA