Luhut Bongkar Sikap Investor Asing, Pasar Modal RI Masih Diragukan

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua DEN (Foto: Istimewah)

Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua DEN (Foto: Istimewah)

JAKARTA,newsline.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap fakta mengejutkan soal kondisi pasar modal Indonesia di tengah tekanan ekonomi global. Meski reformasi terus dilakukan, investor asing disebut masih menahan diri dan belum sepenuhnya percaya terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Luhut usai menerima jajaran Otoritas Jasa Keuangan dalam pertemuan membahas tekanan ekonomi global, pergerakan rupiah, hingga kondisi pasar keuangan domestik yang kini menjadi sorotan.

Luhut secara terbuka mengakui banyak investor global masih memilih wait and see terhadap Indonesia. Mereka disebut belum yakin implementasi kebijakan pemerintah benar-benar konsisten dalam jangka panjang.

“Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu, trust,” kata Luhut dalam pernyataan yang diunggah melalui Instagram resminya.

Ia menegaskan, kepercayaan investor tidak cukup dibangun lewat janji atau narasi optimisme semata. Pasar hanya akan percaya jika pemerintah mampu menjaga stabilitas kebijakan dan memberikan kepastian hukum yang kuat.

Situasi ini muncul di tengah gejolak geopolitik dunia, tekanan ekonomi global, hingga pergerakan rupiah yang terus menjadi perhatian pelaku pasar internasional.

Luhut bahkan mengungkap dirinya telah bertemu langsung dengan tim MSCI sebelum pengumuman rebalancing indeks Mei 2026. Dalam pertemuan itu, MSCI disebut masih menyimpan harapan besar terhadap pasar modal Indonesia meski kondisi global sedang penuh ketidakpastian.

Baca Juga  Pemkab Gorontalo Pastikan Gaji dan Tunjangan ASN Terjamin hingga Akhir 2025

“Mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan,” ujarnya.

Tak hanya pasar modal, lonjakan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga ikut menjadi alarm serius pemerintah. DEN meminta OJK memperkuat pengawasan agar persoalan BPR tidak berubah menjadi ancaman baru bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha daerah.

Luhut pun meminta OJK tetap cepat mengambil keputusan di tengah tekanan global, namun tetap menjaga tata kelola dan manajemen risiko agar kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional tidak runtuh.(*)

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan
Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000
Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam
Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG
SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga
25 Gerai Alfamart-Indomaret Ditutup Mendadak, Ribuan Pekerja Terancam
SIM Fisik Mulai Ditinggal, SIM Digital Kini Sah Dipakai
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 22:07 WITA

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan

Wednesday, 3 June 2026 - 17:33 WITA

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000

Wednesday, 3 June 2026 - 12:30 WITA

Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam

Wednesday, 3 June 2026 - 07:46 WITA

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG

Tuesday, 2 June 2026 - 13:51 WITA

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA