Rupiah Jebol Rp17.669, Pasar RI Mulai Panik

Monday, 18 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi

Illustrasi

JAKARTA,newsline.id — Pasar keuangan Indonesia mulai bergetar. Rupiah akhirnya pecah ke level terburuk sepanjang sejarah setelah dolar Amerika Serikat menghantam hingga Rp17.669 pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Tekanan besar itu langsung memicu gelombang kepanikan di pasar saham dan obligasi nasional.

Dalam hitungan jam, investor asing mulai menarik dana dari pasar Indonesia. IHSG ditutup anjlok 1,85 persen ke level 6.599, sementara arus modal asing tercatat keluar hingga Rp464 miliar. Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah melonjak ke 6,81 persen — sinyal kuat bahwa tekanan terhadap ekonomi domestik mulai membesar.

Sepanjang 2026, rupiah sudah terpuruk 5,8 persen dan kini menjadi salah satu mata uang dengan performa paling buruk di Asia. Situasi tersebut terjadi ketika dunia sedang dihantam kombinasi ancaman global yang datang bersamaan: inflasi Amerika Serikat melonjak, dolar AS menguat, dan harga minyak dunia kembali membara akibat konflik Timur Tengah.

Harga minyak Brent bertahan di kisaran US$110 per barel setelah insiden drone di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global. Kondisi itu membuat pasar internasional makin tegang karena lonjakan harga energi berisiko memperparah inflasi dunia.

Di Amerika Serikat, data terbaru justru memperburuk keadaan. Inflasi April 2026 naik ke level 3,8 persen dan melampaui ekspektasi pasar. Angka tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa bank sentral AS, The Fed, masih akan agresif menaikkan suku bunga.

Efeknya langsung terasa brutal di negara berkembang.

Dolar AS melonjak tajam dan membuat investor global berbondong-bondong meninggalkan aset berisiko. Indonesia ikut terseret dalam gelombang tekanan itu.

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Cukai Rokok 2025 Tidak Naik, Harga Jual Eceran Disesuaikan

Pasar kini mulai berspekulasi bahwa Bank Indonesia akan sulit mempertahankan suku bunga di level saat ini jika tekanan terhadap rupiah terus membesar. Konsensus analis bahkan mulai mengarah pada peluang kenaikan BI Rate demi menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam arus keluar modal asing.

Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mencoba meredam kepanikan. Dalam rapat bersama DPR, Perry menegaskan pelemahan rupiah masih dalam kategori terkendali dan dipengaruhi faktor musiman kuartal kedua, terutama meningkatnya kebutuhan dolar untuk pembagian dividen dan pembayaran impor.

Bank Indonesia juga tetap optimistis rupiah bisa kembali bergerak ke kisaran Rp16 ribuan pada semester berikutnya.

Baca Juga  Bersama Prancis, Indonesia Kuatkan Fesyen dan Kriya ke Panggung Dunia
Namun pasar belum sepenuhnya tenang.

Sebab tekanan global kali ini datang tanpa jeda: dolar AS terus menguat, harga minyak belum turun, inflasi AS kembali memanas, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin agresif.

Jika situasi ini bertahan lebih lama, tekanan terhadap rupiah berpotensi berubah menjadi ujian paling berat bagi pasar keuangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan
Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000
Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam
Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG
SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga
25 Gerai Alfamart-Indomaret Ditutup Mendadak, Ribuan Pekerja Terancam
SIM Fisik Mulai Ditinggal, SIM Digital Kini Sah Dipakai
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 22:07 WITA

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan

Wednesday, 3 June 2026 - 17:33 WITA

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000

Wednesday, 3 June 2026 - 12:30 WITA

Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam

Wednesday, 3 June 2026 - 07:46 WITA

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG

Tuesday, 2 June 2026 - 13:51 WITA

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA