Cara Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP di HP, DTSEN Resmi Jadi Acuan Baru

Sunday, 17 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cek Bansos 2026 (Foto: Istimewah)

Cek Bansos 2026 (Foto: Istimewah)

NEWSLINE.ID — Pemerintah resmi mengubah sistem pendataan bantuan sosial pada 2026 dengan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penerima bansos. Dengan sistem baru ini, masyarakat kini bisa mengecek status bantuan sosial hanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP melalui ponsel.

Perubahan tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 pada 5 Februari 2025 tentang integrasi data sosial dan ekonomi nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kini tidak lagi menjadi acuan utama penyaluran bantuan sosial.

“DTSEN akan menjadi rujukan utama semua program sosial dan ekonomi ke depan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi Kementerian Sosial.

Dengan perubahan tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran karena data penerima diperbarui secara lebih cepat dan terintegrasi.

Masyarakat dapat mengecek status bansos secara mandiri melalui situs resmi Kemensos dengan langkah berikut:

  • membuka laman cek bansos Kemensos
  • memilih wilayah sesuai KTP
  • memasukkan nama lengkap sesuai identitas
  • mengisi NIK 16 digit
  • mengetik kode captcha
  • menekan tombol pencarian data

Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan status penerima bantuan sosial beserta jenis bantuan yang diterima.

Melalui sistem DTSEN, masyarakat dapat mengecek berbagai bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan sembako, hingga bansos reguler lainnya.

Baca Juga  Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?

Selain menampilkan status penerima, sistem juga menunjukkan kategori bantuan yang diterima masyarakat berdasarkan hasil pendataan terbaru pemerintah.

Kemensos juga mempercepat proses pembaruan data penerima bansos agar distribusi bantuan lebih akurat. Jika sebelumnya pembaruan data dilakukan setiap tanggal 20 per triwulan, kini dimajukan menjadi tanggal 10.

“Biasanya data itu kita terima tanggal 20 setiap triwulan. Sekarang dimajukan menjadi tanggal 10,” kata Gus Ipul.

Pemerintah mengimbau masyarakat segera memperbarui data kependudukan maupun kondisi ekonomi jika mengalami perubahan agar tidak mengalami kendala saat proses verifikasi bansos 2026 berlangsung.

Dengan penerapan DTSEN, pemerintah berharap sistem bantuan sosial menjadi lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap program perlindungan sosial.(*)

Baca Juga  Prabowo Bongkar Pihak yang Takut MBG Sukses

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan
Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000
Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG
25 Gerai Alfamart-Indomaret Ditutup Mendadak, Ribuan Pekerja Terancam
Harga Emas Melonjak, Antam Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Belanja Online Kian Rawan, BPKN Soroti Penipuan dan Kebocoran Data
CV dan PT Kena Dampak, Tarif Pajak UMKM 0,5% Dipangkas
Dari Ranting Kayu ke Facebook: Ekonomi Kecil yang Lama Tak Terlihat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 22:07 WITA

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan

Wednesday, 3 June 2026 - 17:33 WITA

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000

Wednesday, 3 June 2026 - 07:46 WITA

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG

Monday, 1 June 2026 - 18:42 WITA

25 Gerai Alfamart-Indomaret Ditutup Mendadak, Ribuan Pekerja Terancam

Sunday, 31 May 2026 - 10:46 WITA

Harga Emas Melonjak, Antam Tembus Rp2,9 Juta per Gram

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA