WEDA,newsline.id — Deretan keluhan mulai membayangi kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Ratusan karyawan dikabarkan kecewa dengan layanan kesehatan perusahaan yang dinilai belum memadai, bahkan untuk penanganan medis dasar seperti sakit gigi. Di tengah padatnya aktivitas industri dan ribuan tenaga kerja yang bekerja setiap hari, klinik internal perusahaan disebut belum memiliki dokter gigi tetap.
Kondisi itu memicu keresahan para pekerja. Banyak karyawan mengaku terpaksa menahan sakit berhari-hari karena tidak mendapatkan penanganan yang memadai di dalam kawasan industri.
“Kalau sakit gigi parah, kami harus keluar cari pengobatan sendiri. Kadang sakitnya ditahan dulu karena izin keluar kawasan tidak gampang,” ungkap salah seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keluhan tersebut turut disorot Pengurus FSPIM Halteng yang menilai fasilitas kesehatan di kawasan industri belum sebanding dengan jumlah pekerja yang terus bertambah.
Menurut keterangan yang dihimpun, banyak pekerja mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan gigi dan mulut, mulai dari penanganan gigi berlubang, infeksi gusi hingga pemeriksaan rutin. Karena tidak tersedia dokter gigi di klinik internal, para pekerja terpaksa mencari pengobatan di luar kawasan dengan jarak yang cukup jauh dan antrean panjang.
Situasi ini dinilai ironis. Di tengah besarnya aktivitas industri dan tingginya mobilitas kerja, kebutuhan kesehatan dasar pekerja justru disebut belum terpenuhi secara maksimal.
Tidak sedikit pekerja memilih tetap bekerja sambil menahan rasa sakit karena khawatir proses izin berobat akan mengganggu pekerjaan mereka. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kesehatan maupun produktivitas tenaga kerja di kawasan industri.
Para pekerja berharap manajemen PT IWIP segera melakukan evaluasi dan meningkatkan fasilitas kesehatan di lingkungan perusahaan, termasuk menghadirkan tenaga dokter gigi agar pelayanan medis bagi karyawan dapat berjalan lebih optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT IWIP terkait keluhan para pekerja tersebut.(Ht)










