MERAUKE, Newsline.id – Sebuah foto seekor kasuari yang berdiri di tengah lahan hutan yang telah gundul memantik perhatian publik dan menjadi simbol krisis ekologis yang sedang terjadi di Papua. Burung endemik yang selama ini dikenal sebagai penjaga regenerasi hutan itu kini terlihat kehilangan habitat akibat pembukaan lahan berskala besar.
Hutan hujan Papua merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Jutaan hektare hutan primer menjadi rumah bagi berbagai satwa endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain, termasuk kasuari.
Dalam ekosistem Papua, kasuari memiliki peran penting sebagai penyebar biji alami. Satwa ini membantu pertumbuhan kembali berbagai jenis pohon hutan tropis melalui biji-biji buah yang mereka sebarkan di sepanjang jalur jelajahnya.
Namun, masifnya pembukaan hutan dan pembangunan di sejumlah wilayah Papua dinilai mulai mengancam keberlangsungan habitat satwa liar tersebut. Deforestasi tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga memaksa satwa keluar dari habitat alaminya.
Akibatnya, konflik antara manusia dan satwa liar semakin berpotensi terjadi. Satwa kehilangan sumber makanan, jalur migrasi terputus, dan ancaman kepunahan perlahan menghantui berbagai spesies endemik Papua.
Foto kasuari di tengah puing-puing batang kayu itu kini menjadi gambaran nyata tentang perubahan bentang alam Papua. Bukan hanya pohon yang tumbang, tetapi juga ruang hidup berbagai makhluk yang selama ini menjaga keseimbangan alam.
Sejumlah pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa hilangnya hutan Papua tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga dapat memicu kerusakan ekologis yang lebih luas, mulai dari berkurangnya daerah resapan air hingga meningkatnya potensi bencana lingkungan di masa depan.










