Saat “Petani Hutan” Papua Terusir dari Rumah Sendiri

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id – Sebuah foto seekor kasuari yang berdiri di tengah lahan hutan yang telah gundul memantik perhatian publik dan menjadi simbol krisis ekologis yang sedang terjadi di Papua. Burung endemik yang selama ini dikenal sebagai penjaga regenerasi hutan itu kini terlihat kehilangan habitat akibat pembukaan lahan berskala besar.

Hutan hujan Papua merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Jutaan hektare hutan primer menjadi rumah bagi berbagai satwa endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain, termasuk kasuari.

Dalam ekosistem Papua, kasuari memiliki peran penting sebagai penyebar biji alami. Satwa ini membantu pertumbuhan kembali berbagai jenis pohon hutan tropis melalui biji-biji buah yang mereka sebarkan di sepanjang jalur jelajahnya.

Namun, masifnya pembukaan hutan dan pembangunan di sejumlah wilayah Papua dinilai mulai mengancam keberlangsungan habitat satwa liar tersebut. Deforestasi tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga memaksa satwa keluar dari habitat alaminya.

Akibatnya, konflik antara manusia dan satwa liar semakin berpotensi terjadi. Satwa kehilangan sumber makanan, jalur migrasi terputus, dan ancaman kepunahan perlahan menghantui berbagai spesies endemik Papua.

Foto kasuari di tengah puing-puing batang kayu itu kini menjadi gambaran nyata tentang perubahan bentang alam Papua. Bukan hanya pohon yang tumbang, tetapi juga ruang hidup berbagai makhluk yang selama ini menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga  PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi

Sejumlah pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa hilangnya hutan Papua tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga dapat memicu kerusakan ekologis yang lebih luas, mulai dari berkurangnya daerah resapan air hingga meningkatnya potensi bencana lingkungan di masa depan.

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan
PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi
Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan
Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Ruang Bersuara dan Harapan Masyarakat Adat
Dari Ranting Kayu ke Facebook: Ekonomi Kecil yang Lama Tak Terlihat
Dari Pedagang Keliling hingga Content Creator: Wajah Baru Sensus Ekonomi 2026
Server Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sempat Bermasalah akibat Pendaftaran Serentak
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 19:20 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke

Tuesday, 2 June 2026 - 18:22 WITA

BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan

Sunday, 31 May 2026 - 07:47 WITA

PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi

Wednesday, 27 May 2026 - 10:01 WITA

Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan

Tuesday, 26 May 2026 - 20:23 WITA

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Ruang Bersuara dan Harapan Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA