Indonesia Serahkan 2.000 Vial Vaksin Anti Rabies kepada Pemerintah Timor-Leste

Saturday, 26 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Serahkan 2.000 Vial Vaksin Anti Rabies kepada Pemerintah Timor-Leste

Indonesia Serahkan 2.000 Vial Vaksin Anti Rabies kepada Pemerintah Timor-Leste

Kupang, Newsline.id — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyerahkan sebanyak 2.000 vial Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste. Penyerahan ini merupakan respons atas permintaan resmi Pemerintah Timor-Leste guna mengatasi wabah rabies yang tengah berlangsung dan mendukung penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di negara tersebut.

Seremoni penyerahan bantuan digelar di RSUD Ben Mboi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (23/7/2025).

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang mematikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies menyebabkan lebih dari 35.000 hingga 50.000 kematian setiap tahun, dengan sekitar 40% korbannya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Diperkirakan 10 juta orang menerima vaksin anti rabies setiap tahun sebagai tindakan pencegahan. Saat ini, lebih dari 3,3 miliar orang tinggal di wilayah endemik rabies, menjadikan penyakit ini sebagai tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks serta lintas sektor.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyatakan bahwa penyerahan vaksin ini menjadi wujud nyata solidaritas antara Indonesia dan Timor-Leste.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Hari ini kita menyerahkan sebanyak 2.000 vial vaksin anti rabies dari Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah Timor-Leste,” ujar dr. Andi.

Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan tanggapan cepat atas permintaan langsung dari Pemerintah Timor-Leste kepada Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

“Permintaan ini datang langsung dari Pemerintah Timor-Leste, dan Menteri Kesehatan merespons dengan sigap. Ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk memperkuat kerja sama regional, khususnya dalam menghadapi situasi darurat kesehatan KLB rabies,”imbuhnya.

Lebih lanjut, dr. Andi menyampaikan bahwa pemberian vaksin ini diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian rabies di Timor-Leste, yang umumnya ditularkan melalui hewan berdarah panas seperti anjing dan kucing.

Baca Juga  Menhan Dampingi Presiden Prabowo di Pertemuan Tahunan BI

Kegiatan ini tidak hanya merefleksikan kerja sama bilateral yang erat, tetapi juga menjadi bukti kontribusi Indonesia dalam menjawab tantangan kesehatan global. Penyerahan vaksin ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, serta menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendukung keamanan kesehatan regional.

Perwakilan Konsulat Timor-Leste, Cesaltina da Silva da Costa, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Timor-Leste, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Kesehatan dan Provinsi Nusa Tenggara Timur, atas donasi vaksin rabies yang sangat kami butuhkan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan simbol kuat solidaritas kemanusiaan antara dua negara bertetangga yang memiliki hubungan historis, geografis, sosial, dan budaya yang erat—terutama di kawasan perbatasan.

Baca Juga  POMNAS 2025 Digelar di Jawa Tengah, Menteri Brian Pacu Semangat Olahraga Jadi Ikon Mahasiswa

Pihak Konsulat juga menyoroti pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan rabies dan menurunkan angka kematian akibat penyakit tersebut. Vaksin akan segera dimanfaatkan oleh otoritas kesehatan Timor-Leste sebagai respons cepat terhadap wabah yang sedang berlangsung.

“Donasi ini mencerminkan semangat solidaritas kemanusiaan dan kepedulian lintas batas dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Menutup sambutannya, pihak Konsulat menyampaikan harapan agar kerja sama lintas batas juga mencakup kelancaran logistik dan prosedur karantina.

“Kami berharap koordinasi terkait fasilitas karantina di wilayah perbatasan dapat ditingkatkan, melalui dukungan dari instansi terkait seperti Karantina, Bea Cukai, dan Imigrasi di Indonesia,” pungkas Cesaltina.

Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi kesehatan lintas batas yang lebih luas, berkelanjutan, dan strategis, dalam mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang lebih sehat, aman, dan bebas rabies. (**)

Sumber : Kementerian Kesehatan

Berita Terkait

TNI Klarifikasi Video Viral Pria Berseragam Cegat Kapal Bantuan di Aceh: Bukan Aksi GAM
Libur Akhir Tahun 2025: Jadwal Libur Sekolah, Tanggal Merah, dan Cuti Bersama
Manfaat Stretching 5 Menit di Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh
Pentingnya Me Time untuk Kesehatan Psikologis
Langkah-Langkah Sederhana Mencegah Flu dan Batuk
Menhan Dampingi Presiden Prabowo di Pertemuan Tahunan BI
Menhan Tinjau Banjir Pidie Jaya, Pastikan Bantuan Cepat Tersalur
Menteri UMKM Dorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Pelaku Usaha Lokal di SMEXPO 2025
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 9 December 2025 - 13:32 WITA

Libur Akhir Tahun 2025: Jadwal Libur Sekolah, Tanggal Merah, dan Cuti Bersama

Tuesday, 9 December 2025 - 12:39 WITA

Manfaat Stretching 5 Menit di Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh

Tuesday, 2 December 2025 - 03:11 WITA

Pentingnya Me Time untuk Kesehatan Psikologis

Monday, 1 December 2025 - 17:11 WITA

Langkah-Langkah Sederhana Mencegah Flu dan Batuk

Sunday, 30 November 2025 - 13:40 WITA

Menhan Dampingi Presiden Prabowo di Pertemuan Tahunan BI

Berita Terbaru