470 Ribu Warga Mendadak Masuk Daftar Bansos, Kemensos Bongkar Penyebabnya

Friday, 8 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi

Illustrasi

JAKARTA,newsline.id — Pemerintah mendadak menambah lebih dari 470 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan II tahun 2026. Perubahan besar ini terjadi setelah data penerima bantuan diperbarui secara nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan ratusan ribu penerima baru tersebut sebelumnya sama sekali belum menerima bansos pada triwulan pertama 2026.

“Untuk triwulan II ini, ada lebih dari 470.000 keluarga penerima manfaat baru yang mendapatkan bantuan di triwulan kedua, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan 1,” ujar Gus Ipul di Plaza BP JAMSOSTEK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Masuknya ratusan ribu nama baru ini langsung memicu perhatian publik, terutama di tengah sorotan soal ketepatan sasaran bansos yang selama ini sering dipersoalkan masyarakat.

Kemensos menyebut perubahan daftar penerima terjadi setelah adanya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Artinya, penerima bansos kini bisa berubah setiap tiga bulan tergantung hasil pembaruan data kondisi ekonomi masyarakat.

“Setiap triwulan kami menyalurkan bantuan, dan bantuan yang kami salurkan ini berdasarkan DTSEN yang telah dimutakhirkan oleh BPS,” jelas Gus Ipul.

Meski demikian, Kemensos memastikan sebagian besar penerima lama masih tetap menerima bantuan karena dinilai masih memenuhi syarat.

Baca Juga  Ditjen Strahan Kemhan Gelar Pertemuan Initial Planning Conference (IPC) for the 2nd ASEAN-US Maritime Exercise (AUMX)

Namun pemerintah juga mengisyaratkan akan terus mencoret penerima yang dianggap tidak lagi layak agar bansos benar-benar tepat sasaran.

“Oleh karena itu, ada pasti perubahan-perubahan keluarga penerima manfaat. Meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM-KPM yang sudah menerima sebelumnya,” katanya.

Untuk memperkuat validasi data, pemerintah kini mengandalkan lebih dari 70 ribu operator desa yang terhubung langsung dengan sistem digital SIKS-NG milik Kemensos dan BPS.

“Sekarang kita telah memiliki lebih dari 70.000 operator data desa yang melalui aplikasi SIKS-NG sudah terhubung dengan Dinsos Kabupaten Kota, Dinsos Provinsi, dengan Kementerian Sosial, dan dengan DTSEN yang dikelola langsung oleh BPS,” ungkap Gus Ipul.

Baca Juga  Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli di Bali untuk Jaga Stabilitas dan Keamanan Wilayah

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan saat ini sebanyak 289 juta penduduk telah masuk dalam DTSEN.

Data tersebut kemudian dicocokkan dengan garis kemiskinan rumah tangga untuk menentukan siapa yang benar-benar layak menerima bantuan sosial.

BPS mencatat garis kemiskinan nasional per September 2025 berada di angka Rp3.053.269 per rumah tangga per bulan atau Rp641.443 per kapita.

“Garis kemiskinan itu harus diterjemahkan dalam konteks rumah tangga karena lebih mencerminkan tingkat kesejahteraan keluarga,” ujar Amalia.(*)

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan
Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000
Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam
Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG
SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis
Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga
25 Gerai Alfamart-Indomaret Ditutup Mendadak, Ribuan Pekerja Terancam
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 22:07 WITA

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa Masyarakat Yang Akurat Dan Berkelanjutan

Wednesday, 3 June 2026 - 17:33 WITA

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Hampir Rp18.000

Wednesday, 3 June 2026 - 12:30 WITA

Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam

Wednesday, 3 June 2026 - 07:46 WITA

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG

Tuesday, 2 June 2026 - 13:51 WITA

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA