Tarif AS 19% Jadi Momentum Positif, BSKDN Soroti Peluang Investasi WtE

Wednesday, 13 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarif AS 19% Jadi Momentum Positif, BSKDN Soroti Peluang Investasi WtE

Tarif AS 19% Jadi Momentum Positif, BSKDN Soroti Peluang Investasi WtE

Jakarta, newsline.id — Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyelenggarakan Forum Diskusi Aktual (FDA) dengan tema “Peluang Investasi Asing di Indonesia Akibat Kebijakan Tarif AS 19% pada Sektor Sampah menjadi Energi”. Forum ini membahas cara Indonesia dapat menarik investasi asing untuk sektor pengelolaan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy/WtE) di tengah perubahan dalam perdagangan global.

Sekretaris BSKDN Noudy R. P. Tendean menyatakan bahwa tarif bea masuk 19% yang diterapkan oleh Amerika Serikat untuk barang-barang dari Indonesia dapat menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan energi terbarukan, terutama dalam WtE. “Isu lingkungan bisa menjadi salah satu faktor penentu daya saing di tingkat global. Oleh karena itu, kami merasa penting untuk membangun kerja sama internasional yang lebih proaktif,” katanya saat membuka FDA di Command Centre BSKDN pada hari Selasa, 12 Agustus 2025.

Baca Juga  Inisiasi Siprosatu, Kemenperin Percepat Digitalisasi Industri Hilir Kelapa Sawit

Noudy juga menambahkan, forum ini aspek tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Selatan, Situbondo, Konawe Kepulauan, Wajo, dan Kota Pekalongan. Dari diskusi tersebut, dibentuk beberapa langkah strategis, seperti kecepatan dalam menyusun kebijakan turunan yang memberikan kepastian hukum, kemudahan dalam perizinan, serta insentif yang menarik bagi sektor swasta. Selain itu, forum tersebut juga menekankan pentingnya adanya jaminan terhadap pembelian energi dari sampah yang diolah untuk meningkatkan kepastian investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai teknologi WtE juga menjadi fokus diskusi, mulai dari waste-to-steam berbasis Life Cycle Carbon Neutral (LCCN) yang paling cocok untuk kawasan industri dengan volume sampah yang besar, Refuse-Derived Fuel (RDF) untuk volume sedang, hingga pengolahan anaerobik yang lebih tepat bagi daerah dengan volume sampah kecil hingga sedang. “Setiap jenis teknologi WtE memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, jadi perlu disesuaikan dengan kondisi geografis, jenis sampah, serta kapasitas daerahnya,” tambah Noudy.

Baca Juga  Veda Ega Pratama: Bintang Muda Balap Indonesia yang Bersinar di Kancah Internasional

Di sisi lain, Perwakilan dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin berpendapat bahwa kerja sama lintas sektor, termasuk kemitraan internasional, pendanaan inovatif, dan transfer teknologi dengan emisi karbon rendah, adalah kunci untuk mempercepat implementasi WtE di Indonesia. Dia juga menekankan pentingnya pendidikan publik dan integrasi kebijakan pemilahan sampah dalam kurikulum sekolah, serta kampanye di media.

“Setiap tahun kita menghadapi masalah seperti penumpukan sampah, jadi kita perlu memberikan pendidikan publik kepada masyarakat dan mengintegrasikan program ini dalam kurikulum sekolah, karena ini akan menjadi dasar keberhasilan dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.(*)

Sumber : Kementerian Dalam Negeri

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta
Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya
ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026
DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul
Isu Gaji Ke-13 Dipotong 25 Persen, Ini Faktanya
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Tertekan Global
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 11:53 WITA

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 April 2026 - 10:57 WITA

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Friday, 17 April 2026 - 23:54 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 April 2026 - 15:57 WITA

ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026

Wednesday, 15 April 2026 - 22:00 WITA

DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul

Berita Terbaru

Illustrasi

Jakarta

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 Apr 2026 - 11:53 WITA

Jakarta

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Saturday, 18 Apr 2026 - 10:57 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta (Foto: Istimewah)

Jakarta

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 Apr 2026 - 23:54 WITA

Illustrasi

INTERNASIONAL

Bonus Bayi 2026 Cair, Keluarga Dapat Rp17 Juta

Friday, 17 Apr 2026 - 21:29 WITA

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX (Foto: Istimewah)

Pontianak

Helikopter Jatuh di Kalbar, Semua Penumpang Tewas

Friday, 17 Apr 2026 - 17:38 WITA