Ketua DPRD NTB Tegaskan Dukungan Pemekaran Pulau Sumbawa, Massa Diminta Tetap Tertib

Tuesday, 2 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baiq Isvie Rupaeda, Ketua DPRD NTB (Foto: Istimewah)

Baiq Isvie Rupaeda, Ketua DPRD NTB (Foto: Istimewah)

MATARAM, Newsline.id – Aspirasi masyarakat untuk percepatan pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali mengemuka. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa (APPS) menggelar demonstrasi di jalan lintas Bima-Dompu, Kecamatan Dompu, dan kawasan Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (2/6/2026). Blokade jalan dengan mobil dan bakar ban bekas menyebabkan kemacetan panjang ±45 km dari dua arah, menegaskan bahwa tuntutan pemekaran Pulau Sumbawa masih menjadi isu panas di NTB.

Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Isvie Rupaeda, menegaskan dukungan penuh DPRD NTB terhadap aspirasi masyarakat, namun mengingatkan agar aksi unjuk rasa dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu fasilitas publik maupun objek vital.

Baca Juga  Polresta Mataram Teken Pakta Integritas, Tegaskan Rekrutmen Polri Transparan

“Kami mendukung penuh pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa. Dari awal, DPRD NTB memiliki sikap yang jelas mendukung perjuangan tersebut. Namun saat ini belum ada keputusan dari pemerintah pusat karena masih ada kebijakan moratorium pemekaran daerah,” ujar Isvie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isvie menekankan, masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi, tetapi penyampaian aspirasi harus damai dan tidak merugikan masyarakat lain.

“Mereka boleh menyampaikan pandangan dan keinginannya untuk memiliki provinsi sendiri. Tetapi jangan sampai menutup objek-objek vital di mana pun berada. Sampaikan aspirasi dengan baik agar suara mereka didengar,” tegas Isvie.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai titik di Pulau Sumbawa merupakan bagian dari upaya mendorong pemerintah pusat membuka kembali peluang pemekaran daerah. Massa menekankan pentingnya pembentukan PPS agar pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumbawa lebih merata dibandingkan saat ini, terutama dibanding Pulau Lombok.

Baca Juga  Tagihan Listrik Pemkab Dompu Tembus Rp3 Miliar

Dalam aksi tersebut, para orator termasuk Ilham Yahyu, Dedi Kusnadi, dan Uma Neo menyoroti minimnya pembangunan jalan dan fasilitas publik yang rusak parah di sejumlah wilayah, serta ketimpangan distribusi hasil Sumber Daya Alam (SDA) Pulau Sumbawa.

Baiq Isvie menegaskan DPRD NTB siap menjadi jembatan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.

“Kita memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi. Yang menentukan nantinya adalah pemerintah pusat. Karena itu, saya berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif sambil memperjuangkan aspirasi secara demokratis dan damai,” ujarnya.

Aksi demonstrasi menegaskan bahwa masyarakat Pulau Sumbawa tetap menuntut haknya untuk memiliki provinsi mandiri. Dukungan DPRD NTB memberi legitimasi politik, sementara aspirasi tetap disuarakan secara terorganisir dan damai, dengan penekanan agar jalur transportasi dan fasilitas vital tidak terganggu.(Amin)

Baca Juga  BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS di 13 Sekolah Dompu

Berita Terkait

5 Daerah Siap Lepas dari NTB, Provinsi Pulau Sumbawa Menguat
Dana Sertifikasi Guru Dompu Diduga Diblokir BNI, Puluhan Guru Protes
Dugaan Fee PMI Ilegal Seret Oknum ASN Dompu
13 Sekolah di Dompu Belum Kembalikan Temuan BPK Dana BOS 2025
BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS di 13 Sekolah Dompu
Anggaran Kaporit Disorot, PDAM Dompu Diserang Kritik
SPTJM di SDN 11 Pajo Memanas, LSM Bongkar Dugaan Nepotisme
DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 09:39 WITA

5 Daerah Siap Lepas dari NTB, Provinsi Pulau Sumbawa Menguat

Tuesday, 2 June 2026 - 16:00 WITA

Ketua DPRD NTB Tegaskan Dukungan Pemekaran Pulau Sumbawa, Massa Diminta Tetap Tertib

Friday, 8 May 2026 - 19:51 WITA

Dana Sertifikasi Guru Dompu Diduga Diblokir BNI, Puluhan Guru Protes

Wednesday, 6 May 2026 - 18:26 WITA

Dugaan Fee PMI Ilegal Seret Oknum ASN Dompu

Thursday, 30 April 2026 - 14:00 WITA

13 Sekolah di Dompu Belum Kembalikan Temuan BPK Dana BOS 2025

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA