DOMPU,newsline.id – Anggaran pembayaran listrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tahun 2026 menjadi sorotan. Nilainya mencapai Rp3 miliar, angka yang dinilai sangat besar dan disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi di wilayah NTB.
Dana sebesar Rp3 miliar tersebut disiapkan untuk menutupi seluruh tagihan listrik selama satu tahun. Beban ini ditangani oleh Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Dompu yang mengelola total anggaran sekitar Rp5,7 miliar. Artinya, lebih dari separuh atau sekitar 52 persen anggaran OPD tersebut terserap hanya untuk pembayaran listrik.
Jika dibandingkan, angka ini bahkan melampaui belanja listrik Sekretariat Pemerintah Provinsi NTB yang berada di kisaran Rp2,25 miliar pada tahun yang sama. Tak hanya itu, jumlah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan belanja listrik Setda Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi, yang hanya sekitar Rp1,4 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan penelusuran, besarnya tagihan listrik di Dompu berasal dari berbagai fasilitas milik pemerintah daerah. Di antaranya mencakup rumah jabatan Sekda, kantor wali kota, serta gedung baru kantor wali kota dengan total sekitar Rp1,3 miliar. Selain itu, terdapat pula tagihan listrik pendopo wali kota sebesar Rp125 juta dan pendopo wakil wali kota sebesar Rp85 juta.
Secara keseluruhan, alokasi belanja listrik Setda Dompu tercatat paling tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di NTB, termasuk Kota Bima, Lombok Barat, Sumbawa, Sumbawa Barat, hingga Kabupaten Bima.
Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Dompu, Sukarno, menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut disebabkan oleh banyaknya fasilitas yang menjadi tanggungan pembayaran.
“Yang dibayar itu bukan hanya kantor Setda saja, tetapi juga kantor bupati, rumah dinas, mes Brimob, lampu jalan, taman dan ruang terbuka hijau, gedung milik pemerintah daerah, pelabuhan hingga pasar-pasar,” ujarnya, Senin (13/04/2026).
Ia juga menyebutkan, khusus untuk bulan April 2026, total pembayaran listrik yang telah dilakukan mencapai Rp231.373.928.(*)








