DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul

Wednesday, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DOMPU,newsline.id—Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menolak draf Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah tahun 2025. Penolakan ini dipicu karena dokumen yang diajukan dinilai tidak rapi, tidak sinkron, bahkan tidak ditandatangani oleh Bupati Dompu.

Anggota DPRD Dompu, Abdul Rifaid, menegaskan bahwa LKPJ merupakan “rapor” kinerja eksekutif yang seharusnya disusun secara tertib dan konsisten. Namun, draf yang diterima Pansus justru berbeda dengan dokumen yang mereka pegang.

“LKPJ itu rapor eksekutif, jadi harus tersusun rapi dan sinkron. Tapi yang kami terima ini tidak sesuai, bahkan tidak ada tanda tangan bupati,” ujar Rifaid.

Persoalan ini dibahas dalam rapat Pansus pada Rabu (14/04/2026). Dalam rapat tersebut, Pansus meminta kehadiran Kepala BPKAD Dompu untuk memberikan penjelasan langsung. Namun, yang hadir justru hanya perwakilan dari bagian keuangan.

“Kenapa hanya Kasubag yang hadir? Kami tidak mau diwakilkan. Harusnya Kadis BPKAD yang datang langsung,” tegas Rifaid.

Kekecewaan juga disampaikan anggota Pansus lainnya, Suharlin. Ia menilai sikap eksekutif mencerminkan ketidakseriusan dalam menyiapkan dokumen penting tersebut.

“Masalah diterima atau tidak itu nanti di Paripurna. Tapi yang kami sesalkan adalah sikap eksekutif yang tidak serius menyiapkan LKPJ ini,” ujarnya.

Suharlin yang akrab disapa Ori Lin menegaskan bahwa penyusunan LKPJ tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia bahkan mempertanyakan kinerja sejumlah instansi teknis yang dinilai tidak maksimal dalam proses pembahasan.

Baca Juga  SPTJM di SDN 11 Pajo Memanas, LSM Bongkar Dugaan Nepotisme

“Saya heran, banyak pejabat pintar di daerah ini, khususnya di Bappeda dan BPKAD. Tapi saat pembahasan penting seperti ini, mereka justru diam. Akhirnya Sekda yang hadir, dan pembahasan jadi tidak maksimal. Masa administrasi bisa kacau seperti ini,” katanya dengan nada tegas.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Dompu, Ismul Rahmadin, meminta pihak eksekutif segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap dokumen LKPJ tersebut agar sesuai dengan ketentuan.

“Kalau hal seperti ini saja tidak tertib, bagaimana dengan urusan lainnya. Kami harap eksekutif segera memperbaiki LKPJ agar rinci dan lengkap sebelum disampaikan kembali,” ujarnya.

Hingga kini, DPRD Dompu masih menunggu perbaikan dari pihak eksekutif sebelum LKPJ tersebut dibahas lebih lanjut dalam sidang paripurna.(Amin)

Baca Juga  Pasar Murah Batuda’a Pantai Ludes Diserbu Warga, Bupati Sofyan: Ini Strategi Responsif Tekan Inflasi!

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif
BBCA Terseret Aksi Jual Asing, Rontok 32% Tapi Analis Tetap Optimistis
Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998
Rupiah Jebol Rp17.669, Pasar RI Mulai Panik
Cara Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP di HP, DTSEN Resmi Jadi Acuan Baru
Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru
Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam
Menjaring Ekonomi di Atas Matras Muaythai: Cerita Nicolaas Balagaize Menyongsong Sensus Ekonomi 2026
Berita ini 70 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 19 May 2026 - 13:25 WITA

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Tuesday, 19 May 2026 - 07:15 WITA

BBCA Terseret Aksi Jual Asing, Rontok 32% Tapi Analis Tetap Optimistis

Tuesday, 19 May 2026 - 07:01 WITA

Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998

Sunday, 17 May 2026 - 14:59 WITA

Cara Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP di HP, DTSEN Resmi Jadi Acuan Baru

Friday, 15 May 2026 - 20:33 WITA

Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru

Berita Terbaru

Merauke

Ketika Tanah Adat Papua Dibuka untuk Proyek Raksasa

Wednesday, 20 May 2026 - 08:28 WITA

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Tuesday, 19 May 2026 - 13:25 WITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Ekonomi

Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998

Tuesday, 19 May 2026 - 07:01 WITA