Tim Jibom Sterilkan Lokasi Ledakan di Biak, Warga Dilarang Masuk Area Ring 1

Monday, 1 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres gelar konferensi pers pasca penanganan lanjutan ledakan bom yang diduga berasal dari Perang Dunia II di Biak (Foto: Istimewa/Humas Polres Biak)

Kapolres gelar konferensi pers pasca penanganan lanjutan ledakan bom yang diduga berasal dari Perang Dunia II di Biak (Foto: Istimewa/Humas Polres Biak)

BIAK – Tim gabungan yang menangani kejadian ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus melakukan pencarian korban dan sterilisasi lokasi Senin hingga (1/6/2026).

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, hingga saat ini tim gabungan masih fokus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan pascaledakan yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIB.

“Untuk update sampai dengan hari ini, kami dari tim gabungan terus melakukan pengisiran dan evakuasi korban yang belum ditemukan,” ujar Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan saat konferensi pers di lokasi kejadian, Senin (1/6/26) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, lima korban meninggal dunia yang sebelumnya ditemukan telah dimakamkan pada Senin (1/6/26) di TPU Sorido, Distrik Biak Kota. Sementara itu, pencarian terhadap tiga korban lainnya masih terus dilakukan.

Baca Juga  Hacker “Bjorka” Ditangkap, Terancam 12 Tahun Penjara

Menurutnya, pencarian saat ini terfokus pada area Ring 2 atau wilayah perairan dan pantai di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih dinyatakan berbahaya dan belum steril sehingga belum dapat masuk.

“Dengan hasil tadi dibantu dari basarnas, menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh. Itu untuk perkembangan hari ini terkait dengan pencarian bantuan korban yang belum ditemukan,” katanya.

Selain melakukan pencarian korban, tim dari Brimob Polda Papua juga telah bergabung untuk melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya material berbahaya lain di lokasi kejadian.

Dari hasil penyisiran awal, petugas menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan pola karakteristik bekas gerinda. Kedua proyektil tersebut telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Danpuspom TNI Pastikan Proses Hukum terhadap Letda AF, Ojol Korban Pemukulan Dapat Keadilan

Petugas juga menemukan satu granat tangan jenis granat nanas yang telah dimodifikasi dan langsung dilakukan pembuangan atau pemusnahan sekitar pukul 18.00 WIT.

Selain itu, satu granat nanas lainnya yang juga telah dimodifikasi ditemukan di lokasi. Namun karena kondisi sudah memasuki malam hari dan air laut sedang pasang, proses pemusnahannya dijadwalkan dilakukan pada Selasa (2/6/2026).

“ditemukan pula 1 granat nanas yang sudah dimodifikasi, namun karena keterbatasan visual, hari sudah malam dan air lauto sudah pasang, sehingga perlu dilakukan pemusnahan esok hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah korban luka ringan yang tercatat hingga saat ini sebanyak 18 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang masih menjalani perawatan di RSUD Biak.

Sementara itu, data pengungsi yang terdampak akibat ledakan mencapai 56 orang, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.

Baca Juga  Susun Formulasi Terbaik KUHAP, Kemenkum Libatkan Koalisi Masyarakat Sipil

Untuk mengantisipasi risiko ledakan susulan, aparat gabungan masih memberlakukan akses di area Ring 1. Masyarakat maupun aparat yang tidak berkepentingan diminta untuk tidak memasuki kawasan tersebut hingga proses sterilisasi dinyatakan selesai.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak ada yang memasuki area ring 1. Karena masih sangat berbahaya, dan ini juga berlaku bagi aparat seluruhnya, tidak hanya masyarakat tapi juga aparat seluruhnya, karena kita tergabung dalam aparat gabungan,” tegas AKBP Ari Trestiawan.

Tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan pada hari Selasa dengan fokus pencarian di area perairan dan pesisir sekitar lokasi ledakan, sementara tim Jibom akan melakukan sterilisasi menyeluruh di area yaTim Jibom Sterilkan Lokasi Dibiak, Warga Dilarang Masuk Area Ring 1ng diduga menjadi pusat ledakan.

Berita Terkait

Mama Yasinta Gugat Film Pesta Babi, Minta Pemutaran Dihentikan
Praperadilan Kasus Andrie Yunus Berlanjut, Polda Metro Siapkan Jawaban
Penipuan Online 2026 Makin Canggih, Waspada Modus AI dan Deepfake
Polri Buru Bos Judi Online Usai Tangkap 321 WNA di Jakarta Barat
Dana Sertifikasi Guru Dompu Diduga Diblokir BNI, Puluhan Guru Protes
Usai Ditahan Kasus Korupsi, Surat Chyntia Kalangit Viral
Direktur PDAM Dompu Laporkan Karyawan, Dugaan Korupsi Terbongkar
Dugaan Fee PMI Ilegal Seret Oknum ASN Dompu
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 23:13 WITA

Tim Jibom Sterilkan Lokasi Ledakan di Biak, Warga Dilarang Masuk Area Ring 1

Monday, 1 June 2026 - 17:11 WITA

Mama Yasinta Gugat Film Pesta Babi, Minta Pemutaran Dihentikan

Thursday, 21 May 2026 - 09:37 WITA

Praperadilan Kasus Andrie Yunus Berlanjut, Polda Metro Siapkan Jawaban

Sunday, 17 May 2026 - 10:41 WITA

Penipuan Online 2026 Makin Canggih, Waspada Modus AI dan Deepfake

Sunday, 10 May 2026 - 14:09 WITA

Polri Buru Bos Judi Online Usai Tangkap 321 WNA di Jakarta Barat

Berita Terbaru