MERAUKE, Newsline.id – Sejumlah warga di Jalan Radio, Kelurahan Karang Indah, Kabupaten Merauke, mengeluhkan kendaraan milik pelanggan sebuah bengkel yang terparkir di badan jalan lingkungan hingga dinilai mengganggu kenyamanan dan akses pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, beberapa kendaraan roda empat terlihat terparkir di sisi jalan yang memiliki lebar terbatas. Kondisi tersebut membuat ruang jalan menyempit, terutama saat dua kendaraan berpapasan atau ketika warga melintas di sekitar lokasi.
“Kalau motor dan mobil lewat bersamaan, atau dua mobil berpapasan, pejalan kaki biasanya harus mengalah karena jalannya sempit,” ujar salah seorang warga, Selasa (20/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski merasa terganggu, sebagian warga mengaku masih mencoba memahami kondisi tersebut demi menjaga hubungan baik antar tetangga.
“Ya pasti ada rasa terganggu, tapi kami juga berusaha saling mengerti karena hidup bertetangga,” kata warga lainnya.
Keluhan terkait parkir kendaraan di badan jalan itu sebelumnya juga sempat disampaikan warga melalui grup WhatsApp Kelurahan Karang Indah pada 10 April 2026. Warga meminta adanya pengawasan dan penataan agar tidak mengganggu lingkungan maupun aktivitas pengguna jalan.
Pemilik Bengkel Topan Garage, Topan, membenarkan bahwa beberapa kendaraan pelanggan memang terparkir di sekitar lokasi usahanya yang telah beroperasi sekitar dua tahun di Jalan Radio.
Namun, menurutnya, kendaraan tersebut tidak semuanya berada dalam waktu lama karena sebagian masih menunggu proses perbaikan maupun pengambilan oleh pemilik.
“Parkiran ini tidak selamanya. Satu atau dua bulan biasanya kendaraan sudah diambil pemiliknya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak bengkel sedang menyiapkan area parkir agar kendaraan pelanggan tidak lagi menggunakan badan jalan.
Di sisi lain, hasil pantauan di lapangan menunjukkan beberapa kendaraan tampak dalam kondisi rusak berat. Bahkan ada kendaraan yang sudah tidak memiliki roda sehingga diduga telah cukup lama berada di lokasi.
Sementara itu, Lurah Karang Indah, Ronly Tahiya, mengatakan pihak kelurahan sebelumnya telah menerima laporan warga terkait persoalan tersebut.
“Waktu kami turun cek sebelumnya, kendaraan yang diparkir sudah tidak terlihat. Kalau sekarang ada lagi, hari ini juga kami akan turun cek kembali,” kata Ronly saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan pihak kelurahan akan berupaya memfasilitasi mediasi antara warga dan pemilik usaha agar persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa merugikan salah satu pihak.
“Kami akan upayakan solusi bersama supaya aktivitas usaha tetap berjalan, tetapi kenyamanan warga juga tetap diperhatikan,” tambahnya.
Warga berharap adanya penataan parkir dan solusi bersama antara pemilik usaha serta pemerintah setempat agar lingkungan permukiman tetap nyaman dan akses jalan tidak terganggu.









