Ribuan Excavator Masuk, Warga Khawatir Merauke Kehilangan Benteng Alamnya

Wednesday, 20 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Di tengah sorotan dunia terhadap masifnya pembukaan hutan di Papua Selatan, gelombang alat berat terus berdatangan ke Merauke. Sebanyak 264 unit excavator baru milik Jhonlin Group kembali tiba untuk mendukung proyek cetak sawah 1 juta hektar dalam program nasional Food Estate.

Kedatangan terbaru ini membuat total alat berat yang telah masuk mencapai 764 unit, dari target 2.000 unit excavator yang disiapkan untuk mempercepat pembukaan kawasan di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Bagi pemerintah, proyek ini disebut sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun bagi banyak pihak, kehadiran ribuan alat berat di tanah Papua justru menjadi simbol percepatan deforestasi dan perubahan bentang alam terbesar dalam sejarah Papua Selatan.

Proyek berskala raksasa ini menggunakan excavator produksi SANY Group asal Tiongkok dalam jumlah fantastis dan disebut-sebut sebagai salah satu pemesanan alat berat terbesar di dunia. Di lapangan, alat-alat tersebut terus membuka kawasan hutan untuk cetak sawah, perkebunan tebu bioetanol, hingga kelapa sawit.

Keterlibatan Jhonlin Group milik Haji Isam dalam proyek strategis nasional ini memperlihatkan besarnya kekuatan industri yang kini bergerak di selatan Papua. Namun di balik narasi ketahanan pangan, kekhawatiran publik terhadap dampak ekologis terus membesar.

Sejumlah masyarakat adat, pemerhati lingkungan, hingga warga lokal mulai mempertanyakan dampak jangka panjang proyek ini terhadap kondisi alam Merauke yang dikenal sebagai wilayah dataran rendah dan rentan terhadap genangan. Banyak pihak khawatir pembabatan hutan secara besar-besaran dapat menghilangkan daya serap alami tanah dan memperbesar risiko banjir di masa depan.

Baca Juga  Server Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sempat Bermasalah akibat Pendaftaran Serentak

Kekhawatiran itu muncul karena hutan-hutan alami selama ini dianggap sebagai benteng ekologis yang menjaga keseimbangan air, menahan abrasi, serta melindungi kawasan dari dampak cuaca ekstrem. Jika kawasan hutan terus hilang dalam skala besar, masyarakat khawatir Merauke suatu saat akan menghadapi ancaman genangan besar ketika curah hujan tinggi datang.

Selain ancaman ekologis, proyek ini juga memicu kekhawatiran terhadap hilangnya ruang hidup masyarakat adat. Nama-nama seperti Suku Marind dan Awyu kini menjadi sorotan dalam berbagai penolakan terhadap ekspansi pembukaan lahan yang dinilai mengancam tanah leluhur mereka.

Masuknya ribuan alat berat ke Papua Selatan kini bukan lagi sekadar simbol pembangunan nasional, tetapi juga menjadi penanda perubahan besar bentang alam Merauke. Di tengah proyek yang terus berjalan, publik mulai mempertanyakan siapa yang paling diuntungkan, dan siapa yang nantinya harus menanggung dampak ekologisnya.

Baca Juga  Dari Pedagang Keliling hingga Content Creator: Wajah Baru Sensus Ekonomi 2026

 

Berita Terkait

Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur
Bupati Merauke Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Instruksikan Seluruh Jajaran Terima Petugas BPS
Bupati Merauke Sambut Delegasi Indonesia–Australia, Dorong Pencegahan Nelayan Masuk Perairan Australia Secara Ilegal
Kapolres Merauke Pimpin Sertijab Pejabat Utama, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik
BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan
PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi
Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 03:00 WITA

Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur

Friday, 26 June 2026 - 15:47 WITA

Bupati Merauke Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Instruksikan Seluruh Jajaran Terima Petugas BPS

Thursday, 25 June 2026 - 09:29 WITA

Bupati Merauke Sambut Delegasi Indonesia–Australia, Dorong Pencegahan Nelayan Masuk Perairan Australia Secara Ilegal

Monday, 15 June 2026 - 11:18 WITA

Kapolres Merauke Pimpin Sertijab Pejabat Utama, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik

Tuesday, 2 June 2026 - 19:20 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke

Berita Terbaru