Dokumenter ‘Pesta Babi’ Tuai Polemik, Lagu ‘Pesta Para Babi Pembangunan’ Viral di Media Sosial

Saturday, 16 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Pemutaran film dokumenter berjudul Pesta Babi dikabarkan mengalami pembatasan hingga pembubaran agenda nonton bareng (nobar) di sejumlah daerah oleh oknum tertentu. Kejadian ini memicu sorotan tajam dari warganet dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Di tengah polemik pelarangan tersebut, sebuah lagu berjudul Pesta Para Babi Pembangunan justru viral. Lagu ini dinilai publik merepresentasikan keresahan sebagian masyarakat adat Papua terkait dampak pembangunan, pengelolaan lahan, kelestarian hutan, serta perlindungan ruang hidup masyarakat lokal.

Pro dan Kontra Pembangunan di Papua

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang respons dari berbagai pihak terus bermunculan menyikapi isu ini. Sebagian kalangan menilai bahwa program pembangunan infrastruktur dan ekonomi sangat krusial untuk mendorong kemajuan serta kesejahteraan daerah di Papua. Pembangunan dianggap sebagai langkah penting guna mengejar ketertinggalan dan membuka aksesibilitas wilayah.

Baca Juga  “Masyarakat Tidak Tahu Penderitaan Nakes RSUD Merauke,” Komisi III DPR Papua Selatan Mulai Dalami Persoalan

Namun, di sisi lain, para aktivis lingkungan dan pemerhati hak asasi manusia mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Mereka mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam setiap pengambilan kebijakan yang berdampak pada ruang hidup mereka.

“Papua bukan tanah kosong. Wilayah ini memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, dan masyarakat adat yang memiliki hak penuh atas tanah leluhurnya. Aspirasi mereka harus didengar, bukan dikesampingkan,” tulis salah satu opini yang banyak digaungkan warganet di media sosial X (sebelumnya Twitter).

Desakan Ruang Dialog yang Inklusif

Menanggapi situasi yang berkembang, sejumlah pengamat sosial menyayangkan adanya tindakan pembubaran diskusi atau pemutaran film. Menurut mereka, pendekatan represif justru akan memperlebar jarak komunikasi antara masyarakat dan pembawa kebijakan.

Baca Juga  Menjaring Ekonomi di Atas Matras Muaythai: Cerita Nicolaas Balagaize Menyongsong Sensus Ekonomi 2026

Masyarakat sipil kini mendorong dibukanya ruang dialog yang lebih inklusif dan transparan. Langkah ini dinilai penting agar modernisasi dan pembangunan yang berjalan di Papua dapat berdampak positif tanpa harus mengorbankan identitas budaya serta hak-hak dasar masyarakat adat setempat.

Berita Terkait

Bupati Merauke Hadiri Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah 2026 di Depok
Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam
“Masyarakat Tidak Tahu Penderitaan Nakes RSUD Merauke,” Komisi III DPR Papua Selatan Mulai Dalami Persoalan
Ketua TP PKK Merauke Dorong Perempuan Melek Digital: “Cukup dari HP Sudah Bisa Hasilkan Uang”
Menjaring Ekonomi di Atas Matras Muaythai: Cerita Nicolaas Balagaize Menyongsong Sensus Ekonomi 2026
Ketika Data Menentukan Keadilan: Memaknai Sensus Ekonomi 2026 dari Wilayah Perbatasan
Bupati Yoseph Gebze Tekankan Peran Strategis Distrik dalam Pelayanan dan Pembangunan Merauke
Estafet Literasi Data di Ujung Timur: Tiga Kampung Semangga Resmi Jadi Desa Cantik 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 16 May 2026 - 13:40 WITA

Dokumenter ‘Pesta Babi’ Tuai Polemik, Lagu ‘Pesta Para Babi Pembangunan’ Viral di Media Sosial

Friday, 15 May 2026 - 08:12 WITA

Bupati Merauke Hadiri Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah 2026 di Depok

Thursday, 14 May 2026 - 09:32 WITA

Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam

Wednesday, 13 May 2026 - 19:06 WITA

“Masyarakat Tidak Tahu Penderitaan Nakes RSUD Merauke,” Komisi III DPR Papua Selatan Mulai Dalami Persoalan

Wednesday, 13 May 2026 - 14:04 WITA

Ketua TP PKK Merauke Dorong Perempuan Melek Digital: “Cukup dari HP Sudah Bisa Hasilkan Uang”

Berita Terbaru

Jakarta

Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI

Saturday, 16 May 2026 - 10:59 WITA

Film Pesta Babi

Jakarta

Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton

Friday, 15 May 2026 - 16:58 WITA