MERAUKE, Newsline.id – Gejolak yang terjadi di RSUD Merauke ternyata menyimpan persoalan yang lebih dalam dari sekadar aksi mogok kerja tenaga medis. Hal itu terungkap saat Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi bersama pihak rumah sakit menyusul terganggunya pelayanan akibat aksi sejumlah dokter spesialis dan tenaga kontrak kerja.
Ketua Komisi III DPR Papua Selatan, Dominikus Ulukyanan, bahkan menyebut masyarakat belum mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami para tenaga kesehatan di RSUD Merauke.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan terbesar di wilayah selatan Papua itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita juga belum tahu penderitaan mereka seperti apa. Masyarakat juga belum tahu,” ujar Dominikus dalam audiensi tersebut.
Menurutnya, DPR Papua Selatan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap berbagai persoalan yang terjadi di internal RSUD Merauke.
Karena itu, Komisi III masih akan melakukan pengecekan data, mempelajari regulasi, serta meminta berbagai keterangan tambahan sebelum menyampaikan sikap resmi kepada publik.
Situasi di RSUD Merauke sendiri sebelumnya menjadi perhatian setelah sejumlah dokter spesialis dan tenaga kontrak menghentikan pelayanan sebagai bentuk protes atas hak-hak mereka yang disebut belum diselesaikan. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat lantaran pelayanan kesehatan ikut terdampak.
Namun di balik aksi tersebut, DPR Papua Selatan menilai ada persoalan yang perlu dilihat lebih luas, bukan hanya dari sisi pelayanan yang terganggu, tetapi juga kondisi tenaga kesehatan yang selama ini bekerja di lapangan.
Audiensi yang dilakukan Komisi III DPR Papua Selatan pun tidak hanya menjadi forum mendengar penjelasan manajemen rumah sakit, tetapi juga upaya memetakan akar persoalan agar tidak terus berulang dan berdampak pada masyarakat.
Di sisi lain, publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera memulihkan stabilitas pelayanan di RSUD Merauke. Sebab bagi masyarakat, rumah sakit bukan sekadar institusi pelayanan, melainkan tempat bergantung ketika kondisi darurat datang tanpa aba-aba.









