“Masyarakat Tidak Tahu Penderitaan Nakes RSUD Merauke,” Komisi III DPR Papua Selatan Mulai Dalami Persoalan

Wednesday, 13 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id – Gejolak yang terjadi di RSUD Merauke ternyata menyimpan persoalan yang lebih dalam dari sekadar aksi mogok kerja tenaga medis. Hal itu terungkap saat Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi bersama pihak rumah sakit menyusul terganggunya pelayanan akibat aksi sejumlah dokter spesialis dan tenaga kontrak kerja.

Ketua Komisi III DPR Papua Selatan, Dominikus Ulukyanan, bahkan menyebut masyarakat belum mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami para tenaga kesehatan di RSUD Merauke.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan terbesar di wilayah selatan Papua itu.

“Kita juga belum tahu penderitaan mereka seperti apa. Masyarakat juga belum tahu,” ujar Dominikus dalam audiensi tersebut.

Menurutnya, DPR Papua Selatan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap berbagai persoalan yang terjadi di internal RSUD Merauke.

Karena itu, Komisi III masih akan melakukan pengecekan data, mempelajari regulasi, serta meminta berbagai keterangan tambahan sebelum menyampaikan sikap resmi kepada publik.

Situasi di RSUD Merauke sendiri sebelumnya menjadi perhatian setelah sejumlah dokter spesialis dan tenaga kontrak menghentikan pelayanan sebagai bentuk protes atas hak-hak mereka yang disebut belum diselesaikan. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat lantaran pelayanan kesehatan ikut terdampak.

Baca Juga  Penolakan Proyek Peternakan di Kimaam Meluas, Warga Adat Khawatir Kehilangan Tanah Leluhur

Namun di balik aksi tersebut, DPR Papua Selatan menilai ada persoalan yang perlu dilihat lebih luas, bukan hanya dari sisi pelayanan yang terganggu, tetapi juga kondisi tenaga kesehatan yang selama ini bekerja di lapangan.

Audiensi yang dilakukan Komisi III DPR Papua Selatan pun tidak hanya menjadi forum mendengar penjelasan manajemen rumah sakit, tetapi juga upaya memetakan akar persoalan agar tidak terus berulang dan berdampak pada masyarakat.

Di sisi lain, publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera memulihkan stabilitas pelayanan di RSUD Merauke. Sebab bagi masyarakat, rumah sakit bukan sekadar institusi pelayanan, melainkan tempat bergantung ketika kondisi darurat datang tanpa aba-aba.

Baca Juga  UMKM Merauke Melesat, Peluang Besar di Tengah Tantangan

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan
PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi
Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan
Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Ruang Bersuara dan Harapan Masyarakat Adat
Dari Ranting Kayu ke Facebook: Ekonomi Kecil yang Lama Tak Terlihat
Dari Pedagang Keliling hingga Content Creator: Wajah Baru Sensus Ekonomi 2026
Server Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sempat Bermasalah akibat Pendaftaran Serentak
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 19:20 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke

Tuesday, 2 June 2026 - 18:22 WITA

BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan

Sunday, 31 May 2026 - 07:47 WITA

PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi

Wednesday, 27 May 2026 - 10:01 WITA

Merauke Dominasi Jumlah Hewan Kurban di Papua Selatan

Tuesday, 26 May 2026 - 20:23 WITA

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Ruang Bersuara dan Harapan Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA