MERAUKE, Newsline.id – Di sela kesibukannya mengatur protokoler Gubernur Papua Selatan, Nicolaas Balagaize sedang merajut narasi lain tentang kemandirian. Bukan di balik meja birokrasi, melainkan di sebuah Gedung Olahraga (GOR) sederhana di Merauke yang setiap hari berdenyut dengan semangat anak-anak muda Tanah Datar Bumi Anim Ha.
GOR tersebut mungkin terlihat sederhana dari luar. Namun di dalamnya tumbuh ekosistem pembinaan, kebersamaan, dan aktivitas ekonomi berbasis komunitas yang berkembang secara mandiri. Nicolaas, putra asli Papua ini, membuktikan bahwa ekonomi daerah tidak selalu lahir dari korporasi besar. Di tangan masyarakat yang mau bergerak, ruang olahraga sederhana pun bisa berubah menjadi ruang tumbuh bagi komunitas sekaligus denyut ekonomi lokal.
Sebagai pegawai kontrak di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Nicolaas dikenal aktif dalam tugas-tugas keprotokolan. Di luar pekerjaannya, ia juga merupakan praktisi sekaligus pelatih bela diri yang telah lama membina atlet Muaythai dan Kickboxing di Merauke. Selain itu, Nicolaas juga menjalankan usaha nutrisi Herbalife yang kemudian ia padukan dengan aktivitas kebugaran di GOR miliknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GOR tersebut kini aktif digunakan masyarakat untuk futsal, Powerfit, hingga olahraga bela diri seperti Muaythai dan Kickboxing.
Namun bagi Nicolaas, GOR itu bukan sekadar tempat latihan atau ruang olahraga biasa.
Di sana, ia membina sedikitnya sembilan atlet Muaythai secara rutin. Ia percaya olahraga dapat menjadi jalan bagi generasi muda Papua untuk membangun disiplin, kepercayaan diri, dan masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak muda di Merauke itu sebenarnya haus ruang untuk berekspresi. Kalau ada komunitas, ada tempat latihan, ada kegiatan positif, mereka akan lebih sibuk membangun diri daripada terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Nicolaas, yang akrab disapa Nico.
Seiring waktu, aktivitas di GOR miliknya mulai berkembang menjadi ruang kebugaran masyarakat. Nicolaas kemudian memadukan latihan fisik dengan program nutrisi Herbalife yang telah lama ia jalankan sebelum terjun ke lingkungan pemerintahan.
Menariknya, program tersebut tidak hanya diminati atlet muda, tetapi juga masyarakat umum. Berbagai kalangan mulai mengikuti program kebugaran dan penurunan berat badan yang dikombinasikan dengan latihan fisik secara rutin.
Bahkan, sejumlah ibu rumah tangga kini aktif mengikuti latihan dasar boxing dan teknik tendangan Muaythai sebagai bagian dari aktivitas olahraga harian. Fenomena ini menunjukkan bahwa olahraga di Papua Selatan mulai berkembang bukan hanya sebagai aktivitas kompetisi, tetapi juga bagian dari perubahan gaya hidup sehat masyarakat perkotaan di Papua Selatan.
Memotret Denyut Ekonomi yang Sering Terlewat
Di balik riuh suara tendangan pada sandbag dan peluit di lapangan futsal, terdapat aktivitas ekonomi yang selama ini jarang mendapat perhatian luas. Mulai dari penyewaan fasilitas olahraga, jasa pelatihan, program kebugaran, hingga usaha nutrisi kesehatan, semuanya tumbuh dari inisiatif mandiri masyarakat lokal.
Berdasarkan penjelasan Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke, Rafly Parenta Bano, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, usaha seperti yang dijalankan Nicolaas menjadi bagian penting dalam pendataan ekonomi nasional. Dalam klasifikasi lapangan usaha, aktivitas penyewaan fasilitas olahraga dan jasa olahraga bela diri merupakan sektor jasa yang memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Rafly, pendataan usaha seperti ini penting untuk melihat bagaimana ekonomi komunitas berkembang di Papua Selatan, terutama pada sektor jasa, olahraga, dan ekonomi kreatif yang mulai tumbuh di tengah masyarakat.
Semangat itulah yang ingin dipotret melalui Sensus Ekonomi 2026. Pendataan nasional tersebut bertujuan memetakan berbagai aktivitas usaha di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro, jasa olahraga, ekonomi kreatif, hingga usaha berbasis komunitas yang tumbuh secara mandiri di daerah.
Kehadiran usaha seperti milik Nicolaas menunjukkan bahwa ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, pemberdayaan masyarakat, dan keberanian membangun dari lingkungan sendiri.
Sebagai bagian dari tim protokoler pemerintahan, Nicolaas membantu menjaga citra daerah di hadapan publik. Namun melalui GOR yang ia kelola, ia juga sedang menciptakan ruang positif bagi generasi muda sekaligus menjadi bagian dari denyut ekonomi kerakyatan Papua Selatan.
Menjelang Sensus Ekonomi 2026, kisah dari Merauke ini menjadi pengingat penting bahwa setiap usaha—sekecil apa pun—memiliki peran dalam menjaga ekonomi Indonesia tetap hidup dan bergerak dari ujung timur Indonesia.









