Di Ujung Selatan Papua, Data Diperjuangkan: Kisah Petugas BPS Menyongsong Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 6 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Menjelang Sensus Ekonomi 2026, memastikan setiap aktivitas ekonomi tercatat hingga ke wilayah terpencil bukan perkara mudah—terutama di ujung selatan Papua.

Di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tugas tersebut menuntut perjalanan panjang dan penuh tantangan. Untuk mencapai Distrik Kimaan, petugas harus menempuh perjalanan udara dari Kota Merauke menggunakan pesawat perintis, dengan harga tiket sekitar Rp500.000. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan speed boat, menyusuri perairan selama berjam-jam, bahkan hingga enam jam untuk mencapai Distrik Waan.

Bagi petugas lapangan Badan Pusat Statistik, perjalanan tersebut merupakan bagian dari rutinitas dalam menjalankan pendataan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adalah Rahmatullah Thamrin, Koordinator Statistik Kecamatan (KSK), yang selama lebih dari satu dekade menjalankan tugas tersebut. Sejak 2008 hingga 2023, ia menjangkau empat distrik dan 32 kampung seorang diri, meliputi Ilwayab, Waan, Kimaan, Tabonji, hingga Kontuar.

Baca Juga  Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur

Atas dedikasinya, ia pernah meraih predikat KSK Teladan tingkat Provinsi Papua pada 2019.

Tantangan di lapangan bukan hanya soal jarak, tetapi juga keterbatasan infrastruktur dan akses komunikasi. Pada masa awal penugasannya, jaringan telekomunikasi belum tersedia, sehingga seluruh proses pendataan dilakukan melalui pertemuan langsung dengan masyarakat.

“Waktu itu sinyal belum ada. Semua benar-benar mengandalkan pertemuan langsung,” ujarnya.

Pendekatan yang digunakan pun bersifat persuasif dan kultural. Dengan membawa pinang dan rokok, ia membuka komunikasi sebagai bagian dari cara membangun kepercayaan masyarakat.

“Dari situ baru pelan-pelan masuk ke pendataan,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pendataan di wilayah 3T tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial dan kultural, yang menuntut kemampuan adaptasi petugas di lapangan.

Baca Juga  Kapolres Merauke Pimpin Sertijab Pejabat Utama, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik

Tantangan lain datang dari kondisi geografis. Di Kampung Yamuka, Rahmatulah harus berenang sejauh sekitar 15 meter pada malam hari untuk mencapai speed boat.

“Kalau air surut atau tidak memungkinkan, ya harus berenang,” tuturnya.

Selain itu, persoalan logistik juga menjadi kendala serius. Pada 2013, harga bahan bakar di beberapa kampung mencapai Rp100.000 per liter, jauh di atas harga di wilayah lain.

Dalam konteks pelaksanaan Sensus Ekonomi, wilayah Ilwayab—khususnya Kampung Wanam—menjadi salah satu lokasi dengan proses pendataan terlama karena aktivitas ekonomi masyarakat yang relatif lebih terpusat.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap wilayah, termasuk yang berada di pedalaman, memiliki dinamika ekonomi yang penting untuk dicatat sebagai bagian dari gambaran ekonomi nasional.

Baca Juga  Dokumenter 'Pesta Babi' Tuai Polemik, Lagu 'Pesta Para Babi Pembangunan' Viral di Media Sosial

Menurut Rahmatulah, data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, melainkan dasar dalam memahami struktur dan potensi ekonomi masyarakat.

“Data ini penting untuk melihat kondisi ekonomi di setiap wilayah, termasuk di pedalaman,” ujarnya.

Menjelang Sensus Ekonomi 2026, pengalaman panjang petugas seperti Rahmatulah menjadi cerminan kesiapan sekaligus tantangan dalam menjangkau seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali.

Di wilayah seperti pedalaman Merauke, data tidak hanya dikumpulkan, tetapi diperjuangkan.

Setiap angka yang tercatat merupakan hasil dari perjalanan panjang, risiko, serta dedikasi petugas di lapangan. Dari sanalah, gambaran utuh perekonomian Indonesia dibangun.

“Saya bertahan karena mencintai pekerjaan ini. Masyarakat menerima kami, dan alam selalu menyediakan apa yang kami butuhkan,” kata Rahmatullah. (FHS)

Berita Terkait

Deputi BPS RI Turun Langsung ke Lapangan, Supervisi Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
Edaran Gubernur Papua Selatan Mulai Berdampak, Antrean BBM Subsidi di SPBU Ahmad Yani Merauke Berkurang Drastis
Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur
Bupati Merauke Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Instruksikan Seluruh Jajaran Terima Petugas BPS
Bupati Merauke Sambut Delegasi Indonesia–Australia, Dorong Pencegahan Nelayan Masuk Perairan Australia Secara Ilegal
Kapolres Merauke Pimpin Sertijab Pejabat Utama, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik
BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 10 August 2026 - 09:12 WITA

Deputi BPS RI Turun Langsung ke Lapangan, Supervisi Sensus Ekonomi 2026 di Merauke

Wednesday, 5 August 2026 - 09:04 WITA

Edaran Gubernur Papua Selatan Mulai Berdampak, Antrean BBM Subsidi di SPBU Ahmad Yani Merauke Berkurang Drastis

Wednesday, 15 July 2026 - 03:00 WITA

Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur

Friday, 26 June 2026 - 15:47 WITA

Bupati Merauke Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Instruksikan Seluruh Jajaran Terima Petugas BPS

Thursday, 25 June 2026 - 09:29 WITA

Bupati Merauke Sambut Delegasi Indonesia–Australia, Dorong Pencegahan Nelayan Masuk Perairan Australia Secara Ilegal

Berita Terbaru

Kepulauan Talaud

Polres Talaud Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino

Saturday, 8 Aug 2026 - 21:46 WITA