Gorontalo, newsline.id — Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan pembangunan berbasis data. Hal ini disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat membuka Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo di Pelataran Menara Keagungan Limboto, Minggu (25/11/2025). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Jalan Sehat, Senam Bersama, dan berbagai aksi bakti sosial dalam rangka HUT Kabupaten Gorontalo ke-352.
Dalam sambutannya, Sofyan menekankan bahwa Sensus Ekonomi merupakan salah satu fondasi penting bagi pemerintah pusat hingga daerah dalam memetakan arah pembangunan. Data yang dihasilkan BPS, kata dia, tidak sekadar angka, tetapi menjadi dasar evaluasi dan perencanaan ekonomi yang lebih presisi.
“Data ekonomi yang dihasilkan BPS adalah rujukan utama bagi pemerintah. Kami di daerah selalu mendukung penuh pelaksanaan sensus ini karena kualitas data sangat menentukan arah percepatan pembangunan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati juga menyampaikan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan BPS terus diperkuat. Sejumlah indikator ekonomi kini tengah didalami bersama, termasuk aspek-aspek yang dinilai perlu ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo.
Pada kesempatan itu, Sofyan turut menyoroti tingginya aktivitas masyarakat dan pemerintah daerah yang berlangsung bersamaan. Selain sosialisasi SE2026 dan aksi donor darah, terdapat pula khitanan massal di Puskesmas Limboto, layanan pengobatan gratis oleh IDI di Kecamatan Bongomeme, serta panen kacang dan pencanangan pembangunan gudang kacang di Tilihua.
“Peserta hari ini memang tersebar di banyak kegiatan, tetapi semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun pada tahun berakhiran angka enam. Tujuannya adalah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan skala besar.
“Sensus ekonomi memastikan kebijakan pemberdayaan ekonomi lebih akurat dan tepat sasaran. Data ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Suparno.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan lapangan SE2026 akan berlangsung pada 1 Mei–31 Juli 2026, dengan cakupan pendataan yang meliputi seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali.
Acara sosialisasi ini dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Ketua DPRD Zulkifli Usira, Sekda Sugondo Makmur, Ketua TP-PKK Ny. Maryam Sofyan Puhi, Ketua DWP Ny. Selvianty Sugondo Makmur, jajaran OPD, pelaku UMKM, serta ratusan warga. Selain sosialisasi, kegiatan juga dimeriahkan dengan donor darah yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Kabupaten Gorontalo ke-352. (*)








