Atlet Muaythai Merauke Harumkan Nama Papua Selatan dengan Lima Medali di Timika

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id – Kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah membuahkan hasil manis bagi atlet Muaythai Kabupaten Merauke. Lima atlet berhasil mengharumkan nama Papua Selatan dengan mempersembahkan lima medali dalam Kejuaraan Standing Fight dan Muaythai Open Tournament Piala Goldy Heart Fighting Camp 2026 yang berlangsung di Diana Mall Lantai 2 (Hall), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 13–14 Juli 2026.

Kejuaraan tersebut diikuti atlet-atlet dari berbagai daerah di Tanah Papua, yakni Mimika dan Nabire (Papua Tengah), Biak (Papua), Merauke (Papua Selatan), serta Yahukimo (Papua Pegunungan).

Meski baru pertama kali tampil dalam ajang terbuka, atlet-atlet Merauke mampu menunjukkan mental juara dengan menghadapi lawan-lawan tangguh dan berpengalaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima atlet yang sukses mengukir prestasi tersebut adalah Gustaf Adolof S. Mahuze yang meraih medali perak pada kelas Senior Elite 63,5 kilogram, Arnoldus Hilarius Charlie Yussi peraih medali perak kelas Senior Elite 67 kilogram, Rizky Afzal Yamsehu peraih medali perak kelas Senior Elite 57 kilogram, Rasya Ahmad Kurniawan peraih medali perunggu kelas Senior 51 kilogram, serta Michael Garicoits Leuwayang yang meraih medali perunggu pada kelas Senior 60 kilogram.

Baca Juga  Garuda Latihan di Bali: Timnas Indonesia Panaskan Mesin Jelang Duel Kontra China dan Jepang

Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Merauke memiliki potensi besar untuk bersaing di level regional bahkan nasional apabila mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan.

Keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali terdapat latihan yang panjang, pengorbanan waktu, tenaga, dan semangat juang yang luar biasa. Sebagian besar lawan yang mereka hadapi merupakan atlet berpengalaman, termasuk personel TNI yang telah memiliki jam terbang tinggi di dunia Muaythai. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad para atlet Merauke untuk memberikan penampilan terbaik hingga berhasil naik podium.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada para atlet.

Baca Juga  Menpora Dito dan Dubes Australia Luncurkan Program Beasiswa Singkat untuk Majukan Industri Olahraga

Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada Jois Dumatubun, pemilik Adis Training Camp di Jalan Sumatera, Merauke, yang dengan dedikasi tinggi terus membina dan melatih para atlet hingga mampu berprestasi di ajang resmi.

Ucapan terima kasih juga layak disampaikan kepada Dominikus Ulukyanan, Anggota DPR Kabupaten Merauke, yang memberikan bantuan transportasi sehingga para atlet dapat mengikuti kejuaraan di Timika.

Penghargaan yang tak kalah besar juga patut diberikan kepada para orang tua atlet. Dukungan, doa, pengorbanan, serta kepercayaan yang mereka berikan menjadi kekuatan utama bagi putra-putri mereka untuk terus berlatih dan berani membawa nama Merauke serta Papua Selatan di arena pertandingan.

Baca Juga  Liga 1 Musim 2025/2026: Peta Kekuatan Baru, Siapa yang Unggul?

Prestasi lima medali ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Merauke untuk semakin mencintai olahraga, khususnya Muaythai, sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun pembinaan olahraga yang lebih baik di Papua Selatan.

Lima medali mungkin hanya terlihat sebagai angka. Namun di baliknya tersimpan kisah tentang kerja keras, disiplin, pengorbanan, serta mimpi anak-anak Merauke yang berhasil membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah. Prestasi ini adalah milik seluruh masyarakat Papua Selatan.

 

Berita Terkait

Pengda DIY Tegas Dukung Nadiem Al Farrel, Soroti Kisruh PBMI yang Dinilai Mengganggu Pembinaan Atlet
Terbitkan ‘SK Mini’ PB Muaythai, KONI Pusat Jadi Sorotan
Tak Lagi Sekadar Dualisme, Kubu La Nyalla Dihantam Krisis Kepercayaan
Kepengurusan ‘Mini’ PB Muaythai Indonesia Tuai Sorotan
MALAM KELAM DI PAPUA BANGKIT: Kegagalan Promosi, Kericuhan Suporter, dan Misteri Matinya CCTV
Lingkaran Setan Konflik Organisasi: Setelah PSSI dan Muaythai, Siapa Menyusul?
Saat Mayoritas Daerah Bersuara: Munaslub Muaythai Indonesia Jadi Titik Balik Organisasi
Hasil Munaslub Muaythai Indonesia Diserahkan ke KONI Pusat, Tunggu Penetapan SK
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 04:32 WITA

Atlet Muaythai Merauke Harumkan Nama Papua Selatan dengan Lima Medali di Timika

Sunday, 17 May 2026 - 13:39 WITA

Pengda DIY Tegas Dukung Nadiem Al Farrel, Soroti Kisruh PBMI yang Dinilai Mengganggu Pembinaan Atlet

Tuesday, 12 May 2026 - 10:34 WITA

Terbitkan ‘SK Mini’ PB Muaythai, KONI Pusat Jadi Sorotan

Monday, 11 May 2026 - 20:11 WITA

Tak Lagi Sekadar Dualisme, Kubu La Nyalla Dihantam Krisis Kepercayaan

Monday, 11 May 2026 - 13:16 WITA

Kepengurusan ‘Mini’ PB Muaythai Indonesia Tuai Sorotan

Berita Terbaru

Daerah

Pilot AMA Air Dievakuasi, TNI Terbangkan Jenazah ke Jakarta

Friday, 3 Jul 2026 - 15:37 WITA