Bali, Newsline,id— Udara hangat Bali tak hanya menyambut para turis, tapi juga skuad Garuda yang tengah bersiap menghadapi tantangan besar. Timnas Indonesia memulai pemusatan latihan (TC) di Bali United Training Center, Gianyar, sebagai bagian dari persiapan menghadapi dua laga hidup-mati dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Mengapa Bali?
Pelatih kepala Patrick Kluivert tak memilih Bali tanpa alasan. Selain kualitas lapangan yang mumpuni dan sesuai standar internasional, suasana damai Pulau Dewata diyakini mampu memberi ketenangan bagi para pemain. “Kami butuh tempat yang nyaman, tapi tetap bisa menjaga fokus. Bali memberi itu semua,” ujar Kluivert dalam konferensi pers singkat.
Sesi Latihan Perdana
Sesi latihan perdana digelar pada Senin, 26 Mei 2025. Dari total 32 pemain yang dipanggil, 23 pemain langsung bergabung. Beberapa nama pemain diaspora seperti Maarten Paes, Jay Idzes, dan Sandy Walsh belum hadir karena masih menjalani agenda klub masing-masing di Eropa. Meski begitu, suasana latihan tetap kondusif dan penuh semangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Latihan diawali dengan sesi pemanasan di gym untuk membangun kekuatan otot. Kemudian dilanjutkan dengan sesi lapangan, yang difokuskan pada teknik, pressing, dan taktik transisi. Kluivert tampak aktif memberi instruksi, menekankan pentingnya koordinasi antar lini dan respons cepat dalam duel satu lawan satu.
Fokus: Fisik dan Mental
Menurut asisten pelatih, salah satu kelemahan Timnas di laga sebelumnya adalah menurunnya intensitas permainan setelah menit ke-70. Karena itu, program latihan kali ini tak hanya menekankan teknik, tapi juga daya tahan fisik dan mental. “Kami ingin tim yang siap secara total — bukan hanya di awal pertandingan, tapi sampai peluit akhir,” jelasnya.
Akomodasi Mewah, Konsentrasi Maksimal
Untuk memastikan kenyamanan dan fokus pemain, PSSI menyediakan akomodasi kelas atas di kawasan Gianyar. Tim menginap di resort tepi pantai dengan fasilitas lengkap, termasuk recovery room, private gym, hingga area relaksasi. Semua demi menjaga performa optimal para pemain menjelang laga penting.
Target: Lolos ke Putaran Selanjutnya
Laga melawan China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni) adalah krusial. Dengan posisi klasemen yang ketat, hasil dari dua pertandingan ini akan sangat menentukan nasib Indonesia di fase selanjutnya kualifikasi.
Kluivert, yang baru beberapa bulan menangani Timnas, tetap optimis. “Kami punya potensi besar. Tapi potensi tanpa persiapan adalah sia-sia. Di sinilah semuanya dimulai — dari kerja keras dan semangat kolektif.”
Timnas sudah mengibarkan sayapnya di Pulau Dewata. Kini tinggal menunggu, apakah Garuda bisa terbang tinggi di pentas Asia. (**********)









