Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Papua Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur sekaligus penguat ketahanan pangan nasional. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan di Merauke, Selasa (14/7/2026). Rakor dihadiri Bupati Merauke, Boven Digoel, unsur Forkopimda, Sekda Mappi dan Asmat.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyerap berbagai aspirasi daerah terkait pembangunan kawasan, termasuk penanganan masyarakat terdampak dan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

Saya tidak ingin banyak bicara, saya ingin lebih banyak mendengar. Sampaikan saja aspirasinya. Saya akan bawa kepada Bapak Presiden,” kata Zulkifli Hasan.

Menurutnya, pembangunan KSPEAN dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Papua Selatan dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

“KSPEAN dibangun untuk kemajuan Papua. Ke depan, kebutuhan pangan Papua hingga Maluku diharapkan dapat dipenuhi dari kawasan ini sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar Papua,” ujarnya.

Tiga Komoditas Utama dan Peternakan 

Pemerintah mengembangkan KSPEAN secara bertahap melalui tiga komoditas utama dan sektor peternakan, meliputi:

Tanaman pangan seluas 548.059 hektare untuk mendukung produksi beras nasional.

Perkebunan kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng dan biodiesel.

Perkebunan tebu untuk produksi gula dan bioetanol.

Peternakan sapi dan kerbau sebagai penopang swasembada protein nasional.

Baca Juga  UMKM Merauke Melesat, Peluang Besar di Tengah Tantangan

Pemerintah menilai kawasan tersebut akan menjadi salah satu kontributor penting terhadap peningkatan indeks ketahanan pangan dan energi nasional hingga 2029.

Infrastruktur Mulai Bergerak

Usai rakor, Menko Pangan bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah meninjau langsung lokasi pembangunan KSPEAN. Sejumlah proyek strategis dilaporkan mulai menunjukkan kemajuan, antara lain:

Pelabuhan pendukung kawasan telah selesai dibangun dan beroperasi. Pembangunan jaringan irigasi mencapai 27 persen dari target 110 kilometer. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir mencapai 30 persen dari target 110 kilometer. Ruas jalan Wanam–Muting telah terbangun 35 kilometer dari target 138 kilometer.

Di sektor pertanian, program cetak sawah telah berjalan sekitar 200–300 hektare. Sebagian lahan yang telah ditanami ditargetkan mulai memasuki masa panen pada Oktober–Desember 2026.

Baca Juga  Dokumenter 'Pesta Babi' Tuai Polemik, Lagu 'Pesta Para Babi Pembangunan' Viral di Media Sosial

Dukungan Masyarakat Adat

Ketua Masyarakat Adat Fredi Gebze menyatakan dukungan terhadap pembangunan KSPEAN dan berharap kawasan tersebut menjadi motor kemajuan Papua Selatan.

Kami berharap KSPEAN Papua Selatan menjadi primadona dan menjadikan Papua sebagai lumbung pangan kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.

Pemerataan Pembangunan Papua

Menutup kunjungannya, Zulkifli Hasan menegaskan percepatan pembangunan KSPEAN merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pemerataan pembangunan di Papua.

Ini adalah langkah konkret untuk mensejahterakan Papua agar tidak lagi tertinggal. Pembangunan ini harus menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia Timur,” kata dia.

Berita Terkait

Deputi BPS RI Turun Langsung ke Lapangan, Supervisi Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
Edaran Gubernur Papua Selatan Mulai Berdampak, Antrean BBM Subsidi di SPBU Ahmad Yani Merauke Berkurang Drastis
Bupati Merauke Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Instruksikan Seluruh Jajaran Terima Petugas BPS
Bupati Merauke Sambut Delegasi Indonesia–Australia, Dorong Pencegahan Nelayan Masuk Perairan Australia Secara Ilegal
Kapolres Merauke Pimpin Sertijab Pejabat Utama, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik
BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan bagi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Merauke
BPS Merauke Siapkan 248 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pemuda Papua dalam Pendataan
PEMBANGUNAN PAPUA DAN HAK ADAT:Membaca Pesan Dedi Mulyadi dari Perspektif Konstitusi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 10 August 2026 - 09:12 WITA

Deputi BPS RI Turun Langsung ke Lapangan, Supervisi Sensus Ekonomi 2026 di Merauke

Wednesday, 5 August 2026 - 09:04 WITA

Edaran Gubernur Papua Selatan Mulai Berdampak, Antrean BBM Subsidi di SPBU Ahmad Yani Merauke Berkurang Drastis

Wednesday, 15 July 2026 - 03:00 WITA

Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat KSPEAN Papua Selatan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia Timur

Friday, 26 June 2026 - 15:47 WITA

Bupati Merauke Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Instruksikan Seluruh Jajaran Terima Petugas BPS

Thursday, 25 June 2026 - 09:29 WITA

Bupati Merauke Sambut Delegasi Indonesia–Australia, Dorong Pencegahan Nelayan Masuk Perairan Australia Secara Ilegal

Berita Terbaru