Lingkaran Setan Konflik Organisasi: Setelah PSSI dan Muaythai, Siapa Menyusul?

Sunday, 10 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Newsline.id – Publik olahraga nasional tampaknya mulai mencapai titik jenuh. Alih-alih merayakan prestasi di podium, masyarakat justru lebih sering disuguhi drama ruang sidang: pencopotan pengurus, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), hingga tarik-menarik legalitas yang melelahkan.

Nama La Nyalla Mattalitti kembali menjadi sorotan di tengah pusaran ini. Publik tentu memiliki hak untuk bertanya: mengapa di bawah kepemimpinan yang seharusnya menghadirkan stabilitas, justru kegaduhan demi kegaduhan lebih sering menyeruak ke permukaan?

Dari kemelut panjang PSSI di masa lalu hingga gejolak di tubuh PB Muaythai Indonesia saat ini, pola yang tersaji terasa nyaris identik. Ini bukan lagi sekadar dinamika organisasi yang sehat, melainkan pola kepemimpinan yang mulai terbaca jelas oleh publik.

Ironisnya, di tengah semangat demokrasi organisasi, kritik kerap diposisikan sebagai ancaman ketimbang ruang evaluasi. Padahal organisasi olahraga bukanlah “kerajaan” milik segelintir elite. Nafas organisasi justru hidup dari keringat atlet di lapangan, dedikasi pelatih di sasana, serta kerja keras pengurus daerah yang sering kali terlupakan di tengah perebutan pengaruh di tingkat pusat.

Seorang pemimpin visioner seharusnya dikenang karena warisan prestasi dan persatuan, bukan karena jejak konflik yang terus diwariskan dari satu periode ke periode berikutnya. Kekuasaan, setinggi apa pun, pada akhirnya memiliki batas waktu. Namun cara kekuasaan itu dijalankan akan selalu tertinggal dalam ingatan publik.

Jika setiap perbedaan pendapat terus berujung pada pencopotan, tekanan struktural, atau polemik berkepanjangan, maka wajar bila muncul keresahan kolektif: setelah PSSI dan Muaythai, organisasi mana lagi yang akan terseret dalam gejolak serupa?

Baca Juga  Perkembangan Sepak Bola Indonesia: Harapan dan Tantangan

Barangkali, persoalannya bukan semata pada organisasinya, melainkan pada cara kepemimpinan itu dijalankan. Sebab olahraga tidak dibangun dengan ketegangan yang terus dipelihara, melainkan dengan rasa saling percaya, musyawarah, dan persatuan.

Sebelum olahraga nasional semakin tertinggal, mungkin sudah saatnya kita berhenti bertanya “siapa yang memimpin”, lalu mulai bertanya: “bagaimana cara mereka memimpin?”

Berita Terkait

Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam
SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga
SIM Fisik Mulai Ditinggal, SIM Digital Kini Sah Dipakai
RUU HAM Dinilai Ancam Independensi Komnas HAM
CV dan PT Kena Dampak, Tarif Pajak UMKM 0,5% Dipangkas
Luhut Bongkar Sikap Investor Asing, Pasar Modal RI Masih Diragukan
Shopee Dipanggil Kemendag, Ribuan Aduan Konsumen Jadi Sorotan
Berita ini 388 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 12:30 WITA

Sehari Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah BGN 8 Jam

Tuesday, 2 June 2026 - 13:51 WITA

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis

Tuesday, 2 June 2026 - 00:21 WITA

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga

Sunday, 31 May 2026 - 14:20 WITA

SIM Fisik Mulai Ditinggal, SIM Digital Kini Sah Dipakai

Saturday, 30 May 2026 - 22:47 WITA

RUU HAM Dinilai Ancam Independensi Komnas HAM

Berita Terbaru

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA