Estafet Literasi Data di Ujung Timur: Tiga Kampung Semangga Resmi Jadi Desa Cantik 2026

Thursday, 7 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Newsline.id — Dari wilayah penyangga pertanian hingga kampung-kampung di selatan Papua, gerakan membangun pembangunan berbasis data terus menyala. Tahun 2026 ini, tiga kampung di Distrik Semangga resmi masuk Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), memperkuat langkah Merauke menuju tata kelola pembangunan berbasis data dari tingkat akar rumput.

Tiga kampung tersebut yakni Kampung Muramsari, Kampung Kuprik, dan Kampung Sidomulyo. Pencanangan dilakukan di Merauke, Kamis (7/5/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem “Satu Data” hingga ke tingkat kampung.

Pencanangan Desa Cantik ditandai dengan komitmen bersama antara pemerintah distrik, aparat kampung, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke untuk memperkuat tata kelola data desa yang lebih akurat, terstruktur, dan berkelanjutan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsisten Berjalan Sejak 2023

Program Desa Cantik di Merauke bukan program sesaat. Inisiatif ini dimulai sejak tahun 2023 melalui Kampung Marga Mulya di Distrik Semangga sebagai kampung percontohan pertama. Program kemudian berlanjut ke Kampung Waninggap Say di Distrik Tanah Miring pada tahun 2024.

Baca Juga  Menjaring Ekonomi di Atas Matras Muaythai: Cerita Nicolaas Balagaize Menyongsong Sensus Ekonomi 2026

Memasuki tahun 2025, perluasan dilakukan secara lebih masif dengan mencakup seluruh kampung di Distrik Kurik. Kini pada 2026, estafet pembinaan kembali diperkuat di Distrik Semangga sebagai salah satu wilayah strategis penyangga ekonomi dan pertanian Kabupaten Merauke.

Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan berbasis data tidak lagi dipandang sebagai program administratif semata, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah jangka panjang.

Kampung Tidak Lagi Jadi Objek Pendataan

Melalui pembinaan dari BPS, aparat kampung akan dibekali kemampuan mengelola data secara mandiri, mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian statistik kampung.

Transformasi ini dinilai penting karena selama ini kampung sering kali hanya menjadi objek pendataan. Lewat Program Desa Cantik, kampung didorong menjadi subjek yang mampu memahami sekaligus memanfaatkan datanya sendiri untuk kepentingan pembangunan.

Baca Juga  Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam

Kepala BPS Kabupaten Merauke, Cendana Murti Nuryana Sri Hapsara, melalui Fungsional Statistisi Ahli Madya, Rafly Parenta Bano, mengatakan Program Desa Cantik merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian statistik hingga ke tingkat kampung.

“Melalui Desa Cantik, kampung tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi mampu menjadi pengelola data yang memahami kondisi wilayahnya sendiri. Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi statistik di tingkat kampung juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

Lahirnya Agen Statistik Kampung

Salah satu langkah strategis dalam program ini adalah pembentukan Agen Statistik Kampung, yakni kader lokal yang nantinya bertugas menjaga keberlanjutan pemutakhiran data di tingkat kampung.

Keberadaan agen statistik dinilai penting agar data tidak berhenti sebagai dokumen tahunan, melainkan terus diperbarui sesuai dinamika masyarakat di lapangan.

Baca Juga  Tingkat Kelulusan 96,97 Persen, 97 Siswa di Merauke ‘Hilang’ dari Sekolah

Hasil akhirnya adalah tersedianya profil kampung digital serta publikasi statistik yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.

Menjadi Penopang Sensus Ekonomi 2026

Momentum Desa Cantik tahun ini juga terasa semakin penting karena bertepatan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Kampung-kampung yang telah memiliki literasi statistik diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung kelancaran pendataan ekonomi di lapangan. Kehadiran aparatur kampung yang memahami pentingnya data diyakini dapat membantu meminimalisir kesalahan pendataan sekaligus meningkatkan kualitas informasi yang dikumpulkan.

Sinergi antara pemerintah distrik, kepala kampung, dan BPS menjadi fondasi utama agar Merauke mampu menghadirkan potret ekonomi daerah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari kampung-kampung di Distrik Semangga, estafet literasi data kini terus bergerak — menyala perlahan dari akar rumput, untuk menjadi kompas pembangunan di ufuk timur Indonesia.

Berita Terkait

Ketika Tanah Adat Papua Dibuka untuk Proyek Raksasa
Dokumenter ‘Pesta Babi’ Tuai Polemik, Lagu ‘Pesta Para Babi Pembangunan’ Viral di Media Sosial
Bupati Merauke Hadiri Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah 2026 di Depok
Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam
“Masyarakat Tidak Tahu Penderitaan Nakes RSUD Merauke,” Komisi III DPR Papua Selatan Mulai Dalami Persoalan
Ketua TP PKK Merauke Dorong Perempuan Melek Digital: “Cukup dari HP Sudah Bisa Hasilkan Uang”
Menjaring Ekonomi di Atas Matras Muaythai: Cerita Nicolaas Balagaize Menyongsong Sensus Ekonomi 2026
Ketika Data Menentukan Keadilan: Memaknai Sensus Ekonomi 2026 dari Wilayah Perbatasan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 20 May 2026 - 08:28 WITA

Ketika Tanah Adat Papua Dibuka untuk Proyek Raksasa

Saturday, 16 May 2026 - 13:40 WITA

Dokumenter ‘Pesta Babi’ Tuai Polemik, Lagu ‘Pesta Para Babi Pembangunan’ Viral di Media Sosial

Friday, 15 May 2026 - 08:12 WITA

Bupati Merauke Hadiri Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah 2026 di Depok

Thursday, 14 May 2026 - 09:32 WITA

Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam

Wednesday, 13 May 2026 - 19:06 WITA

“Masyarakat Tidak Tahu Penderitaan Nakes RSUD Merauke,” Komisi III DPR Papua Selatan Mulai Dalami Persoalan

Berita Terbaru

Merauke

Ketika Tanah Adat Papua Dibuka untuk Proyek Raksasa

Wednesday, 20 May 2026 - 08:28 WITA

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Tuesday, 19 May 2026 - 13:25 WITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Ekonomi

Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998

Tuesday, 19 May 2026 - 07:01 WITA

Illustrasi

Ekonomi

Rupiah Jebol Rp17.669, Pasar RI Mulai Panik

Monday, 18 May 2026 - 23:49 WITA