Veda Ega Pratama: Bintang Muda Balap Indonesia yang Bersinar di Kancah Internasional

Sunday, 29 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id — Veda Ega Pratama lahir pada 23 November 2008 di Gunungkidul, Yogyakarta. Bakatnya dalam dunia balap sudah terlihat sejak usia dini, didukung penuh oleh sang ayah, Sudarmono, yang juga mantan pembalap nasional. Veda memulai kariernya dengan motocross pada usia 6 tahun, sebelum beralih ke road race dua tahun kemudian. Sejak kecil, ia menunjukkan kemampuan teknis yang luar biasa dan determinasi kuat di lintasan.

  1. Meroket di Ajang Nasional
    Nama Veda mulai dikenal luas di dunia balap nasional setelah menjuarai beberapa ajang seperti Honda Dream Cup, MotoPrix, dan OnePrix pada tahun 2018 dan 2019. Konsistensinya di berbagai level kejuaraan junior menjadikannya salah satu pembalap muda yang paling menjanjikan di Indonesia. Veda juga menjadi anggota Astra Honda Racing Team (AHRT), tim yang dikenal melahirkan talenta-talenta berkelas dunia.
  2. Menguasai Asia, Menjadi Juara IATC 2023
    Tahun 2023 menjadi titik balik penting dalam karier Veda saat ia menjuarai Idemitsu Asia Talent Cup (IATC). Dalam ajang ini, ia tampil dominan dengan 9 kemenangan dari total 12 balapan. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang merebut gelar juara IATC, mengalahkan pesaing-pesaing kuat dari Jepang, Thailand, hingga Malaysia. Prestasi ini membuka pintu bagi Veda menuju panggung balap motor dunia.
  3. Menembus Eropa lewat Red Bull Rookies Cup
    Pada musim 2024, Veda resmi bergabung dengan Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC), ajang bergengsi pembibitan pembalap muda Eropa. Tak butuh waktu lama bagi Veda untuk unjuk gigi. Ia meraih podium pertamanya di Spielberg, Austria, dan kembali naik podium di Jerez, Spanyol pada musim 2025. Pada Juni 2025, Veda mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih kemenangan ganda di sirkuit Mugello, Italia.
  4. Ujian Berat dan Kebangkitan di JuniorGP
    Debut Veda di ajang FIM JuniorGP juga berlangsung pada 2025. Di seri perdana di Estoril, Portugal, ia sempat memimpin balapan sebelum terjatuh akibat insiden highside. Veda mengalami retak ringan pada kaki kanan, namun hanya beberapa minggu kemudian ia bangkit dan kembali tampil gemilang di Mugello. Hal ini menunjukkan semangat juang dan mentalitas juara yang dimilikinya sejak usia muda.
  5. Masa Depan Cerah di Depan Mata
    Dengan usia yang masih sangat muda dan prestasi yang terus menanjak, Veda Ega Pratama diyakini akan menjadi wakil Indonesia di ajang balap dunia seperti Moto3, bahkan MotoGP di masa depan. Konsistensi performa, kedisiplinan dalam latihan, serta dukungan penuh dari tim dan keluarga menjadi fondasi kuat bagi kariernya yang terus melesat. (*******)
Baca Juga  Waspada! Ini Tanda Transmisi Mobil Matik Kamu Mulai Bermasalah

Berita Terkait

Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni
Viral Perry Warjiyo-Najwa, Fakta Aslinya Mengejutkan
Fotokopi e-KTP Bisa Dipidana? Fakta Hukumnya Bikin Kaget
Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI
Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru
Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton
Ribuan Lowongan Mitra BPS Dibuka, Warga Berebut Peluang Sensus 2026
Sering Fotokopi KTP? Pemerintah Mulai Soroti Risiko Penyalahgunaan Data
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 07:35 WITA

Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni

Monday, 18 May 2026 - 22:53 WITA

Viral Perry Warjiyo-Najwa, Fakta Aslinya Mengejutkan

Sunday, 17 May 2026 - 09:44 WITA

Fotokopi e-KTP Bisa Dipidana? Fakta Hukumnya Bikin Kaget

Saturday, 16 May 2026 - 10:59 WITA

Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI

Friday, 15 May 2026 - 20:33 WITA

Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru

Berita Terbaru

Kab Sikka

BNBA SDGs 2026, Pemdes Hebing Komit Bangun Desa Berbasis Data Riil

Sunday, 14 Jun 2026 - 10:24 WITA

Jefry Rumampuk, Jurnalis Korban Pembacokan beberapa tahun lalu

Gorontalo

Korban Pembacokan Jurnalis Minta Rusli Habibie Buka Suara

Tuesday, 9 Jun 2026 - 08:54 WITA