Magelang, Newsline.id — Pemerintah melalui pengelola Taman Wisata Candi Borobudur telah memasang starlift (lift tangga portabel) di area Candi Borobudur untuk mempermudah akses bagi lansia, penyandang disabilitas, dan tamu kenegaraan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi wisata inklusif, tanpa mengurangi nilai sejarah dan keaslian situs warisan dunia UNESCO tersebut.
Starlift dipasang secara modular dan sementara, sehingga tidak merusak struktur candi. Penggunaannya dibatasi dan diawasi secara ketat oleh petugas Balai Konservasi Borobudur, serta hanya digunakan dalam kondisi tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuan Pemasangan Starlift
- Memberikan aksesibilitas yang adil bagi semua pengunjung.
- Menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pariwisata yang ramah difabel.
- Memfasilitasi kunjungan resmi dan kenegaraan tanpa mengorbankan keselamatan atau struktur candi.
Respons dan Pengawasan
Meskipun menuai pro dan kontra, pihak pengelola menegaskan bahwa seluruh proses pemasangan sudah mendapat persetujuan dari otoritas konservasi dan dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip pelestarian warisan budaya.
“Kami sangat berhati-hati dalam setiap langkah, karena Borobudur bukan hanya warisan Indonesia, tapi juga dunia,” ujar salah satu perwakilan dari Balai Konservasi Borobudur.
Ke Depannya
Pihak Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan berharap bahwa inovasi ini menjadi awal dari pengembangan fasilitas inklusif di berbagai situs bersejarah lain di Indonesia, tanpa mengesampingkan prinsip konservasi. (****)







