Gen Z Ikut Demo: Peduli Isu atau Cuma Konten?

Thursday, 29 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Newsline.id – Dalam beberapa tahun terakhir, aksi unjuk rasa di Indonesia tak lagi didominasi oleh aktivis senior atau mahasiswa konvensional. Kini, pemandangan spanduk berwarna pastel, poster estetik, hingga video TikTok dari barisan aksi menjadi hal biasa. Yup, Gen Z ikut demo—tapi pertanyaannya: mereka peduli isu atau cuma bikin konten?

🎯 Aksi Nyata atau Estetika?

Gen Z dikenal sebagai generasi digital yang serba visual dan ekspresif. Tak jarang, dokumentasi mereka saat turun ke jalan lebih vibes daripada substansi. Di satu sisi, ini membantu memperluas jangkauan isu lewat media sosial. Tapi di sisi lain, muncul kritik: jangan-jangan ini cuma jadi ajang “fashion demo” atau “konten reels”.

Baca Juga  Strategi Kemenperin dan Dekranas Bikin IKM Kerajinan Tembus Pasar Ekspor

“Ikut demo itu penting, tapi jangan cuma buat dapet likes,” ujar Fina (22), mahasiswa jurusan ilmu politik yang aktif di organisasi kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

📲 Peran Media Sosial: Edukasi atau Eksistensi?

Media sosial jadi pedang bermata dua. Banyak konten edukatif muncul dari momen demonstrasi: penjelasan pasal-pasal bermasalah, highlight tuntutan aksi, hingga wawancara singkat di lapangan. Tapi, tak sedikit juga konten yang lebih fokus ke outfit, aesthetic filter, atau “muka serius biar keren”.

Menurut survei dari Youth Insight Indonesia (2025), 60% Gen Z yang hadir di aksi demonstrasi mengaku juga membuat konten untuk media sosial mereka, dan 38% mengaku tergerak ikut demo karena melihatnya trending di TikTok atau Twitter.

Baca Juga  Wamen ATR: Tanah Bukan Sekadar Aset, Tapi Sumber Kesejahteraan

🧠 Nggak Semua Harus Serius, Tapi Harus Paham

Ada yang bilang: biarlah ikut demo karena tren, yang penting hadir dulu. Tapi, aktivis dan pengamat menyarankan agar Gen Z tetap membekali diri dengan pengetahuan dasar soal isu yang diperjuangkan—baik soal hukum, politik, maupun sosial.

“Isu nggak akan selesai hanya dengan upload. Harus ada pemahaman, terus dilanjutkan dengan konsistensi,” kata Riko, aktivis HAM dari Jakarta.

🔥 Penutup: Tren Bisa Jadi Gerakan

Kehadiran Gen Z di barisan massa memang membawa warna baru—lebih ekspresif, inklusif, dan digital-savvy. Tapi esensi dari aksi tetap harus dijaga: memperjuangkan perubahan.

Karena pada akhirnya, yang membedakan konten dan kontribusi adalah niat dan dampaknya. (********)

Baca Juga  Wamen Imipas Ajak UPT di Sulawesi Perkuat Pelayanan Publik yang Berdampak

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat
Polres Lampung Tengah Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan C3
Polsek Punggur Perkuat Kemitraan dengan Warga Lewat Program Sambang Kampung
Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni
Viral Perry Warjiyo-Najwa, Fakta Aslinya Mengejutkan
Fotokopi e-KTP Bisa Dipidana? Fakta Hukumnya Bikin Kaget
Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI
Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 11:14 WITA

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat

Saturday, 11 July 2026 - 21:06 WITA

Polres Lampung Tengah Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan C3

Friday, 10 July 2026 - 06:38 WITA

Polsek Punggur Perkuat Kemitraan dengan Warga Lewat Program Sambang Kampung

Tuesday, 2 June 2026 - 07:35 WITA

Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni

Monday, 18 May 2026 - 22:53 WITA

Viral Perry Warjiyo-Najwa, Fakta Aslinya Mengejutkan

Berita Terbaru

NASIONAL

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat

Tuesday, 29 Sep 2026 - 11:14 WITA

Kepulauan Talaud

Unit Reskrim Polsek Gemeh Limpahkan Tersangka Penganiayaan Ke Kejaksaan Talaud

Tuesday, 29 Sep 2026 - 10:49 WITA