Emas Sulit Dijual, Penambang Kecil Tertekan

Sunday, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMR,newsline.id — Di tengah tekanan ekonomi di Bolaang Mongondow Raya (BMR), emas bukan sekadar komoditas. Bagi ribuan warga, logam mulia itu menjadi satu-satunya sumber penghidupan.

Namun situasi berubah ketika razia terhadap toko emas di Sulawesi Utara membuat aktivitas jual beli terganggu. Sejumlah pemilik toko memilih menahan transaksi, terutama dari penambang kecil.

Akibatnya, para penambang manual yang hanya menghasilkan satu hingga dua gram per hari kini kesulitan menjual hasilnya. Kondisi ini langsung berdampak pada kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bingung mau jual ke mana. Padahal cuma sedikit untuk beli kebutuhan pokok, tapi toko-toko tidak berani ambil,” ujar seorang penambang.

Baca Juga  Kementerian Ekraf Dukung Café & Brasserie Expo Indonesia, Ajang Promosi Kuliner Minuman

Di tengah kebuntuan tersebut, muncul inisiatif dari pihak yang tetap berani menyerap emas hasil tambang rakyat. Langkah ini memberi ruang bagi penambang untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah situasi yang tidak menentu.

Salah satu pihak yang terlibat bahkan menggandeng investor untuk memastikan hasil tambang tetap memiliki nilai jual. Keputusan ini dinilai membantu menjaga perputaran ekonomi masyarakat kecil.

“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Mereka hanya ingin menyambung hidup,” ujar sumber yang mengetahui langkah tersebut.

Dampaknya mulai terasa. Aktivitas pembelian emas rakyat perlahan kembali bergerak, bahkan memicu pihak lain ikut terlibat di pasar yang sebelumnya sempat lesu.

Baca Juga  Retreat Kamar Dagang dan Industri Indonesia 2025 di Magelang, Jawa Tengah

Meski demikian, kondisi ini juga menunjukkan rapuhnya ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap satu komoditas.

Apa yang terjadi di BMR menjadi gambaran nyata bahwa di balik setiap gram emas, ada perjuangan hidup yang dipertaruhkan. Ketika akses pasar terhambat, yang paling terdampak adalah mereka yang berada di lapisan paling bawah.(*)

Berita Terkait

Terobosan BUM Desa Sina Rua: Kemitraan Dengan Petani Dongkrak Produktivitas Jagung Di Sikka
Sinergi BUM Desa Dan Kelompok Tani, Kunci Sukses Panen Jagung Di Desa Natakoli
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Panen Raya Jagung Hibrida Desa Natakoli: Sinergi BUM Desa dan Kelompok Tani Dorong Kemandirian Pangan
Sertifikat Legalitas Digenggam, BUM Desa “Sina Rua” Siap Menggebrak
BUM Desa Sina Rua Natakoli Kantongi Badan Hukum, Pendamping Desa Dorong 5 Langkah Taktis
BUM Desa Sina Rua Natakoli Kantongi Badan Hukum, Pendamping Desa Dorong 5 Langkah Taktis
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 19 September 2026 - 19:07 WITA

Terobosan BUM Desa Sina Rua: Kemitraan Dengan Petani Dongkrak Produktivitas Jagung Di Sikka

Saturday, 19 September 2026 - 16:58 WITA

Sinergi BUM Desa Dan Kelompok Tani, Kunci Sukses Panen Jagung Di Desa Natakoli

Friday, 21 August 2026 - 23:57 WITA

Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan

Friday, 21 August 2026 - 23:43 WITA

Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan

Friday, 21 August 2026 - 22:53 WITA

Panen Raya Jagung Hibrida Desa Natakoli: Sinergi BUM Desa dan Kelompok Tani Dorong Kemandirian Pangan

Berita Terbaru

NASIONAL

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat

Tuesday, 29 Sep 2026 - 11:14 WITA

Kepulauan Talaud

Unit Reskrim Polsek Gemeh Limpahkan Tersangka Penganiayaan Ke Kejaksaan Talaud

Tuesday, 29 Sep 2026 - 10:49 WITA