Emas Sulit Dijual, Penambang Kecil Tertekan

Sunday, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMR,newsline.id — Di tengah tekanan ekonomi di Bolaang Mongondow Raya (BMR), emas bukan sekadar komoditas. Bagi ribuan warga, logam mulia itu menjadi satu-satunya sumber penghidupan.

Namun situasi berubah ketika razia terhadap toko emas di Sulawesi Utara membuat aktivitas jual beli terganggu. Sejumlah pemilik toko memilih menahan transaksi, terutama dari penambang kecil.

Akibatnya, para penambang manual yang hanya menghasilkan satu hingga dua gram per hari kini kesulitan menjual hasilnya. Kondisi ini langsung berdampak pada kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bingung mau jual ke mana. Padahal cuma sedikit untuk beli kebutuhan pokok, tapi toko-toko tidak berani ambil,” ujar seorang penambang.

Baca Juga  465 KPM Desa Iloponu Terima Bantuan Pangan untuk Alokasi Oktober–November 2025

Di tengah kebuntuan tersebut, muncul inisiatif dari pihak yang tetap berani menyerap emas hasil tambang rakyat. Langkah ini memberi ruang bagi penambang untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah situasi yang tidak menentu.

Salah satu pihak yang terlibat bahkan menggandeng investor untuk memastikan hasil tambang tetap memiliki nilai jual. Keputusan ini dinilai membantu menjaga perputaran ekonomi masyarakat kecil.

“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Mereka hanya ingin menyambung hidup,” ujar sumber yang mengetahui langkah tersebut.

Dampaknya mulai terasa. Aktivitas pembelian emas rakyat perlahan kembali bergerak, bahkan memicu pihak lain ikut terlibat di pasar yang sebelumnya sempat lesu.

Baca Juga  Gus Ipul Tegaskan Evaluasi Bansos 5 Tahun Sekali

Meski demikian, kondisi ini juga menunjukkan rapuhnya ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap satu komoditas.

Apa yang terjadi di BMR menjadi gambaran nyata bahwa di balik setiap gram emas, ada perjuangan hidup yang dipertaruhkan. Ketika akses pasar terhambat, yang paling terdampak adalah mereka yang berada di lapisan paling bawah.(*)

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif
BBCA Terseret Aksi Jual Asing, Rontok 32% Tapi Analis Tetap Optimistis
Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998
Rupiah Jebol Rp17.669, Pasar RI Mulai Panik
Cara Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP di HP, DTSEN Resmi Jadi Acuan Baru
Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru
Usaha Tanpa Papan Nama: Menangkap Denyut Ekonomi “Ghaib” di Balik Layar Genggam
Menjaring Ekonomi di Atas Matras Muaythai: Cerita Nicolaas Balagaize Menyongsong Sensus Ekonomi 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 19 May 2026 - 13:25 WITA

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Tuesday, 19 May 2026 - 07:15 WITA

BBCA Terseret Aksi Jual Asing, Rontok 32% Tapi Analis Tetap Optimistis

Tuesday, 19 May 2026 - 07:01 WITA

Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998

Monday, 18 May 2026 - 23:49 WITA

Rupiah Jebol Rp17.669, Pasar RI Mulai Panik

Sunday, 17 May 2026 - 14:59 WITA

Cara Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP di HP, DTSEN Resmi Jadi Acuan Baru

Berita Terbaru

Merauke

Ketika Tanah Adat Papua Dibuka untuk Proyek Raksasa

Wednesday, 20 May 2026 - 08:28 WITA

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.700, Tekanan Dolar Makin Agresif

Tuesday, 19 May 2026 - 13:25 WITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Ekonomi

Rupiah Terpuruk dan IHSG Rontok, Pemerintah Bantah Krisis 1998

Tuesday, 19 May 2026 - 07:01 WITA

Illustrasi

Ekonomi

Rupiah Jebol Rp17.669, Pasar RI Mulai Panik

Monday, 18 May 2026 - 23:49 WITA