Lumajang, newsline.id — Aktivitas Gunung Semeru kembali menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang tinggal di lereng gunung tersebut. Erupsi yang terjadi memaksa masyarakat bergegas meninggalkan rumah mereka dan menuju titik aman yang telah disiapkan pemerintah.
Saat awan panas dan material vulkanik mulai meluncur ke arah permukiman, suasana berubah dramatis. Banyak warga terlihat berkumpul di pinggir jalan, menunggu jemputan atau bersama-sama berjalan menuju lokasi pengungsian. Debu yang turun semakin tebal membuat jarak pandang menurun, menambah rasa cemas di antara mereka.
Petugas BPBD dan relawan langsung bergerak cepat membuka sejumlah titik evakuasi. SD 2 Supiturang serta Balai Desa Oro-Oro Ombo menjadi dua lokasi yang dibanjiri warga yang mengungsi. Di tempat tersebut, masyarakat mendapatkan tempat beristirahat sementara dan bantuan kebutuhan dasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa warga mengaku sempat panik ketika suara gemuruh terdengar dari arah gunung. Tanpa menunggu lama, mereka membawa barang seadanya lalu meninggalkan rumah. Situasi semakin kacau ketika sebagian daerah mendadak gelap tertutup abu vulkanik.
Pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana terus memantau kondisi gunung, sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Tim dari berbagai instansi juga turun langsung memastikan warga terdampak mendapatkan layanan darurat dengan cepat.
Meski kondisi masih fluktuatif, warga berharap aktivitas Semeru segera menurun agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. Untuk sementara, keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman erupsi yang belum sepenuhnya mereda. (*)








