newsline.id — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua pria berseragam menghentikan kapal yang membawa bantuan untuk korban banjir di Aceh. Dalam rekaman tersebut, keduanya meminta agar sebagian logistik diserahkan kepada mereka, sambil mengklaim berasal dari suatu kelompok tertentu. Video ini sontak menimbulkan kekhawatiran karena dikaitkan dengan aksi kelompok bersenjata.
Namun, pihak TNI dengan tegas membantah anggapan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa para pria dalam video bukan bagian dari kelompok bersenjata seperti yang disebutkan dalam narasi yang beredar.
Bukan GAM, Hanya Oknum Lokal
Hasil penelusuran internal menyimpulkan bahwa dua pria tersebut merupakan oknum masyarakat lokal yang tidak memiliki kewenangan dalam pendistribusian bantuan. Klaim identitas yang mereka ucapkan di video dipastikan tidak benar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TNI menyebut tindakan para oknum itu sebagai perilaku yang tidak bertanggung jawab karena dapat menghambat proses penyaluran logistik kepada warga yang terdampak banjir.
Kapal Bantuan Tetap Melanjutkan Perjalanan
Saat oknum tersebut meminta jatah bantuan, petugas yang bertugas di kapal menolak memberikan logistik karena tidak ada dokumen resmi maupun prosedur yang mengatur hal itu. Kapal kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan untuk mengantar bantuan langsung ke titik distribusi resmi.
TNI menegaskan bahwa seluruh jalur distribusi — baik lewat darat maupun laut — tetap dalam pengawalan agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Peringatan untuk Masyarakat: Jangan Mudah Terprovokasi
TNI juga mengimbau masyarakat untuk:
-
tidak mudah percaya pada klaim sepihak yang muncul dalam video viral,
-
tetap mengandalkan informasi resmi, terutama dalam situasi kedaruratan,
-
serta melapor jika menemukan upaya penyalahgunaan bantuan atau intimidasi serupa.
Menurut TNI, penyebaran narasi yang menyebut kejadian itu sebagai aksi kelompok bersenjata sangat berpotensi menimbulkan kegaduhan yang sebenarnya tidak berlandaskan fakta.
Pentingnya Distribusi Bantuan yang Transparan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyaluran bantuan harus mengikuti prosedur resmi agar tidak disalahgunakan. Aparat telah memastikan bahwa bantuan untuk korban banjir di Aceh tetap berjalan sesuai jadwal dan sampai ke warga yang membutuhkan. (******)









