MAUMERE, newsline.id – Keberhasilan panen jagung di Dusun Umatawu, Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, membuktikan bahwa kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan kelompok tani lokal menjadi kunci utama peningkatan produktivitas pertanian. BUM Desa Sina Rua bersama Kelompok Tani Maju Bersama berhasil mencetak potensi panen mencapai 6,5 ton per hektar dari lahan seluas satu hektar.
Kegiatan panen yang berlangsung sejak Kamis (17/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026) ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Pengurus BUM Desa, Perangkat Desa, BPD, penyuluh pertanian, aparat kepolisian, serta pendamping desa. Kehadiran mereka menandai pentingnya dukungan multipihak dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa.
Direktur BUM Desa Sina Rua, Epilius Dasentis, SP, menjelaskan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari skema kemitraan yang jelas. BUM Desa berperan menyediakan modal usaha dan pendampingan teknis penuh, sementara kelompok tani mengelola lahan dan tenaga kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Syukurlah, berdasarkan hasil perhitungan ubinan, potensi hasil panen kali ini mencapai sekitar 6,5 ton untuk satu hektar. Ini menunjukkan bahwa pola kerja sama yang kita bangun memberikan hasil yang nyata,” ujar Epilius.
Epilius menambahkan bahwa hasil panen akan dikelola secara strategis. Sebagian akan disimpan sebagai cadangan pangan desa, sementara sisanya dijual secara kolektif untuk menambah pendapatan BUM Desa dan keuntungan petani. Dana tersebut akan diputar kembali sebagai modal usaha musim tanam berikutnya.
“Ke depannya, kami berencana memperluas areal tanam dan membentuk lumbung pangan desa agar ketahanan pangan kita semakin terjamin,” tambahnya.
Pendamping Desa Kecamatan Mapitara, Silvester Moan Nurak, menilai model sinergi ini sangat efektif dan layak menjadi percontohan. Menurutnya, BUM Desa hadir untuk menutupi kelemahan petani dalam akses modal dan pasar, sedangkan petani fokus pada produksi.
“Pola kerja sama antara BUM Desa dan kelompok tani ini sangat positif dan patut diduplikasi. Sinergi seperti inilah yang akan memperkuat kemandirian ekonomi desa kita,” kata Silvester.
Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, Yoseph Lavanto, juga menyampaikan apresiasi atas kepastian pemasaran yang diberikan oleh BUM Desa. Ia mengaku kualitas jagung tahun ini sangat baik dengan tongkol panjang dan biji besar.
“Kami sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan BUM Desa. Dengan adanya kepastian pemasaran, kami tidak perlu lagi bingung mencari pembeli. Hal ini membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk terus meningkatkan produktivitas,” ungkap Yoseph.
Dengan keberhasilan ini, Desa Natakoli berharap dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Sikka untuk mengoptimalkan peran BUM Desa dalam sektor pertanian demi ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Penulis : Humas BUM Desa Sina Rua








