Panen Raya Jagung Hibrida Desa Natakoli: Sinergi BUM Desa dan Kelompok Tani Dorong Kemandirian Pangan

Friday, 21 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, newsline.id — Program Ketahanan Pangan Desa Natakoli Tahun 2026 menunjukkan hasil nyata. BUM Desa Sina Rua Natakoli bersama Kelompok Tani Kajowair menggelar panen raya jagung hibrida di lahan pertanian Dusun Umatawu, tepi jalan raya Bola Hale, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, dihadiri berbagai unsur perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, serta para petani yang berbahagia atas keberhasilan panen perdana tersebut.

Kegiatan ini merupakan panen perdana dari kolaborasi tiga kelompok tani binaan BUM Desa, yaitu Kelompok Tani Kajowair, Popowolot, dan Maju Bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinergi ini menjadi bukti konkret kerja sama strategis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat desa.

Kolaborasi telah dirancang sejak awal musim tanam, melibatkan penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, hingga pengelolaan hasil panen secara terencana dan berkelanjutan.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur BUM Desa Sina Rua, Epilius Dasentis, menegaskan bahwa BUM Desa berfokus pada penguatan sektor pertanian lokal sebagai langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa.

Hadirnya BUM Desa tidak hanya sebatas penyedia modal, melainkan mitra yang mendampingi petani dari hulu hingga hilir agar hasil yang didapat maksimal dan kesejahteraan petani benar-benar tercapai.

“BUM Desa Sina Rua hadir untuk mewujudkan kemandirian pangan. Kami berkomitmen menyediakan sarana produksi, bibit unggul, dan pendampingan teknis agar petani sejahtera,” ujar Epilius.

Ia menambahkan bahwa pencapaian di lapangan menjadi bukti keberhasilan kerja sama yang telah dibangun sejak awal musim tanam, di mana semua pihak saling percaya, bekerja keras, dan saling mendukung demi satu tujuan bersama.

Hasil panen perdana ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membangun pertanian Desa Natakoli yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Hasil panen perdana hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi kuat antara BUM Desa dan ketiga kelompok tani mampu melahirkan kebanggaan bagi warga Desa Natakoli. Semoga semangat kerja sama ini terus terjaga dan menjadi teladan bagi pengembangan program-program ketahanan pangan lainnya di masa mendatang,” tegasnya.

Pendamping Desa Kecamatan Mapitara, Silvester Moan Nurak, menekankan bahwa tahap panen merupakan momen penentu dari seluruh rangkaian kegiatan pertanian yang telah dijalani selama berbulan-bulan.

Baca Juga  Menkop: Kopdes/Kel Merah Putih Memasuki Tahap Operasionalisasi, Relaksasi Regulasi Dipercepat

Segala perawatan, ketekunan, dan harapan petani tertuang pada momen ini, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dengan hati-hati, teliti, dan penuh tanggung jawab agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal.

“Proses panen ini merupakan tahap yang akan menentukan apakah hasil kerja kita selama ini memberikan keuntungan atau sebaliknya. Faktor yang menentukan keberhasilan bukan hanya kuantitas hasil panen, tetapi juga kualitas jagung yang dipanen, karena kualitas yang baik akan menentukan harga jual di pasaran sekaligus menjamin kepuasan konsumen,” papar Silvester.

Ia juga mendorong para petani untuk tidak berhenti pada tahap panen saja, melainkan mulai memikirkan pengolahan hasil panen secara lebih luas guna menambah nilai ekonomi produk.

Pascapanen bukanlah hal yang terpisah dari kegiatan tani, melainkan bagian penting dari siklus pertanian yang dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan jika dikelola dengan baik dan inovatif.

“Selain itu, kita perlu terus berinovasi setelah proses panen agar dapat menambah nilai jual dari jagung yang dihasilkan, sehingga manfaatnya semakin maksimal bagi kita semua. Pengolahan pascapanen yang tepat juga akan memperpanjang masa simpan hasil tani, mengurangi kerugian pascapanen, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Desa Natakoli,” tambahnya.

Tahapan kegiatan dilanjutkan dengan pengukuran ubinan yang difasilitasi oleh Kepala BPP Pertanian Kecamatan Mapitara, Mang Adi Manuhutu, bersama PPL Pertanian, Martinus Meong.

Pengukuran dilakukan secara transparan dan terbuka di hadapan para peserta untuk menjamin objektivitas data yang diperoleh, sekaligus memberikan pemahaman kepada para petani mengenai cara penghitungan produktivitas lahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mang Adi menjelaskan bahwa metode yang digunakan dirancang untuk mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Teknik ubinan yang dilakukan merupakan metode pengambilan tiga titik sampel secara acak yang mewakili kondisi keseluruhan lahan, sehingga hasil perhitungan produktivitas menjadi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil ini membuktikan bahwa jagung hibrida BISI 18 beradaptasi dengan baik dan memberikan hasil yang optimal di wilayah binaan Kelompok Tani, menandakan bahwa varietas ini sangat cocok dengan karakteristik tanah dan iklim di Desa Natakoli,” jelas Mang Adi.

Baca Juga  Presiden Peru Kunjungi Indonesia, Prabowo Sambut Hangat di Istana Merdeka

Berdasarkan kalkulasi lapangan, produktivitas varietas jagung hibrida BISI 18 tersebut mencatatkan hasil yang memuaskan dan bahkan melampaui ekspektasi yang disiapkan sebelumnya untuk skala panen perdana.

Angka ini menjadi indikator positif bahwa kombinasi bibit unggul, pengelolaan air, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman yang diterapkan selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Produktivitas jagung hibrida BISI 18 mencapai 6,8 ton per hektar dalam kondisi biji kering panen. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil tanaman jagung non-hibrida pada umumnya di wilayah ini,” terangnya.

Dengan luas lahan setengah hektar, akumulasi panen yang didapat tergolong optimal untuk ukuran panen perdana dan menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan areal tanam pada musim-musim mendatang.

Hasil ini memberikan gambaran nyata mengenai potensi hasil yang bisa dicapai apabila petani terus menerapkan praktik pertanian yang baik dan didukung oleh sarana serta prasarana yang memadai.

“Dengan luas lahan 0,5 hektar, total hasil panen yang diperoleh adalah 3,4 ton. Angka ini membuktikan varietas ini beradaptasi sangat baik dan memberikan hasil optimal. Dengan pengalaman dan pemahaman teknis yang semakin bertambah, kita optimis angka produktivitas ini dapat terus ditingkatkan di musim tanam berikutnya,” lanjut Mang Adi.

Usai pemaparan data dan pemanenan secara simbolis, seluruh peserta—termasuk BPD, BPP Pertanian, PPL Pertanian, Pendamping Desa, Babinkamtibmas Polsek Bola, Pengawas BUM Desa, hingga anggota kelompok tani—bahu-membahu melakukan pemanenan serentak.

Kegiatan ini berlangsung penuh kekeluargaan, di mana setiap orang bekerja sama tanpa membedakan jabatan, mencerminkan semangat gotong royong yang masih kental hidup di Desa Natakoli.

Sekretaris Desa Natakoli, Florida Dua Bura, yang hadir mewakili Penjabat Kepala Desa, menyampaikan apresiasinya yang mendalam atas kelancaran dan keberhasilan program tersebut.

Pemerintah desa melihat kegiatan ini bukan hanya sekadar panen raya, melainkan bukti nyata bahwa ketika semua pihak bersatu dan saling mendukung, tujuan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai dengan baik.

Baca Juga  Amerika Serikat Alami Shutdown, Ratusan Ribu Pegawai Federal Terdampak

“Semoga hasil panen perdana tahun ini bermanfaat dan menjadi modal untuk memperluas lahan tanam di musim berikutnya. Pemerintah desa sangat mengapresiasi kerja keras, ketekunan, dan semangat gotong royong seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal yang membanggakan bagi kemajuan pertanian dan kemandirian pangan Desa Natakoli,” ungkap Florida.

Menanggapi skema keberlanjutan program, Ketua Kelompok Tani Kajowair, Alphonsus Ponzi, menyatakan komitmennya untuk menjaga kelancaran tata kelola keuangan dengan BUM Desa sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Ia menyadari bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada kedisiplinan dan kejujuran dalam mengelola keuangan, sehingga kepercayaan yang telah diberikan dapat dijaga dan diwariskan untuk program-program di masa depan.

“Setelah pemanenan ini, kami memprioritaskan pengembalian biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh BUM Desa. Hal ini kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen agar siklus keuangan program tetap sehat dan dapat terus berjalan bagi kepentingan kita bersama,” kata Alphonsus.

Ia menegaskan bahwa kedisiplinan pengembalian modal menjadi kunci utama keberlanjutan program di masa depan sehingga semakin banyak petani yang dapat terlibat dan terbantu oleh program serupa.

Langkah ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pondasi dari kepercayaan bersama yang akan menentukan sejauh mana program ini dapat bermanfaat bagi seluruh warga Desa Natakoli dalam jangka panjang.

“Langkah ini kami lakukan agar keberlanjutan program ketahanan pangan desa tetap terjaga dan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Desa Natakoli. Kami berharap pola kerja sama yang saling percaya dan saling mendukung ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi warisan positif bagi generasi petani yang akan datang,” pungkasnya.

Sesuai kesepakatan bersama yang telah disepakati sejak awal, komoditas hasil panen 3,4 ton tersebut nantinya diprioritaskan untuk tiga kebutuhan utama: sebagian disimpan sebagai cadangan pangan desa untuk menjamin ketersediaan pangan warga, sebagian dijual untuk kas BUM Desa guna pengembalian biaya produksi sekaligus memperkuat modal usaha, dan sisanya dibagikan kepada anggota kelompok tani sebagai hasil kerja keras dan jerih payah bersama selama masa tanam.

Penulis : BUM Desa Sina Rua Natakoli

Berita Terkait

Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Sertifikat Legalitas Digenggam, BUM Desa “Sina Rua” Siap Menggebrak
BUM Desa Sina Rua Natakoli Kantongi Badan Hukum, Pendamping Desa Dorong 5 Langkah Taktis
BUM Desa Sina Rua Natakoli Kantongi Badan Hukum, Pendamping Desa Dorong 5 Langkah Taktis
Bersinergi Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Unipa Dan KPM Desa Hebing Bergerak Bersama
Peran Mahasiswa KKN Menginspirasi, Bersama KPM Desa Hebing Berjuang Cegah Stunting
Peran Mahasiswa KKN Menginspirasi, Bersama KPM Desa Hebing Berjuang Cegah Stunting
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 23:57 WITA

Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan

Friday, 21 August 2026 - 23:43 WITA

Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan

Friday, 21 August 2026 - 22:53 WITA

Panen Raya Jagung Hibrida Desa Natakoli: Sinergi BUM Desa dan Kelompok Tani Dorong Kemandirian Pangan

Thursday, 13 August 2026 - 21:26 WITA

Sertifikat Legalitas Digenggam, BUM Desa “Sina Rua” Siap Menggebrak

Thursday, 13 August 2026 - 11:30 WITA

BUM Desa Sina Rua Natakoli Kantongi Badan Hukum, Pendamping Desa Dorong 5 Langkah Taktis

Berita Terbaru