Bersinergi Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Unipa Dan KPM Desa Hebing Bergerak Bersama

Wednesday, 5 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, newsline— Langkah nyata dalam memerangi ancaman stunting ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere yang bersinergi dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka.

Dalam aksi lapangan tersebut, mahasiswa turun langsung membantu pelayanan kesehatan Posyandu, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan grafik tumbuh kembang anak.

“Kami hadir untuk membantu pelayanan kesehatan sekaligus mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak sejak dini,” ujar Maria Susana Daro, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Unipa.

Menurut Maria, pencegahan stunting idealnya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang seimbang. Setelah bayi lahir, langkah tersebut wajib dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi lengkap, pemenuhan imunisasi dasar, serta pemantauan rutin di Posyandu dan penerapan kebiasaan hidup bersih di rumah.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan, dilanjutkan ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, serta rutin ke Posyandu. Mulailah dari hal sederhana seperti mengonsumsi hasil bumi sendiri dan menjaga kebersihan lingkungan, karena perubahan kecil ini akan berdampak besar bagi masa depan anak-anak kita,” kata Maria menegaskan.

Guna memastikan intervensi tepat sasaran, tim KKN bersama kader kesehatan juga melakukan pemetaan sosial dengan mendatangi rumah-rumah warga secara langsung. Dari hasil penyisiran tersebut, ditemukan sejumlah masalah pemicu stunting.

Masalah tersebut meliputi adanya balita kurang gizi, ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), rendahnya kesadaran warga memeriksakan anak ke Posyandu, kebiasaan bersalin di luar fasilitas kesehatan, hingga belum terpenuhinya akses air bersih, sanitasi layak, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Pemetaan langsung ke rumah warga ini sangat penting agar kita mendapatkan data yang objektif dan riil mengenai akar masalah kesehatan yang dihadapi warga Desa Hebing,” tambah Maria.

Temuan data faktual dari pemetaan sosial tersebut direspons cepat oleh Kader Pembangunan Manusia setempat. Data riil dari lapangan ini dinilai sangat krusial agar perencanaan program pencegahan stunting di tingkat desa tidak salah sasaran dan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kondisi riil dan data faktual di lapangan inilah yang menjadi dasar utama bagi kita untuk merumuskan langkah penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas Yeti Da Rato selaku KPM Desa Hebing.

Menindaklanjuti data objektif tersebut, Pemerintah Desa Hebing menyelenggarakan Rembuk Stunting pada Senin (3/8/2026) di aula desa. Forum strategis yang dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, KPM, dan mahasiswa KKN Unipa ini digelar untuk menyatukan langkah dan komitmen seluruh elemen desa.

“Rembuk Stunting ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan wadah untuk menyatukan komitmen bersama demi menyelamatkan generasi masa depan desa kita dari ancaman stunting,” tutur Kepala Desa Hebing, Polikarpus, dalam sambutannya.

Melalui diskusi kelompok terfokus, forum berhasil merumuskan paket komitmen intervensi, mulai dari penguatan pemantauan kehamilan, pemberian Tablet Tambah Darah, edukasi wajib bersalin di fasilitas kesehatan, perbaikan sarana air bersih, hingga pendataan warga untuk JKN.

Seluruh poin kesepakatan hari dituangkan dalam berita acara dan dipastikan masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa serta APBDes tahun depan agar dapat direalisasikan secara maksimal.

Baca Juga  Camat Mapitara Lakukan Kunjungan Kerja ke Egon Gahar, Sekaligus Lantik Anggota BPD Antar Waktu

Penulis : Silvester Moan Nurak

Berita Terkait

Polres Sitaro Menyita 43 Paket Sabu Berat 9,12 gram Pada Dua Lokasi
Jelang Puncak HUT Ke-137, Paroki Koting Matangkan Persiapan Teknis
Rapat Teknis Bahas Persiapan Puncak HUT Paroki Koting, Lomba Dan Momen Syukuran Siap Dirayakan
Merawat Warisan Iman Sejak 1889, Paroki Koting Siap Rayakan HUT Ke-137 Dengan Tiga Momentum Spesial
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koting Gelar Rapat Koordinasi Sambut HUT Ke-137 Dan Dua Momen Istimewa Lainnya
Terobosan BUM Desa Sina Rua: Kemitraan Dengan Petani Dongkrak Produktivitas Jagung Di Sikka
Sinergi BUM Desa Dan Kelompok Tani, Kunci Sukses Panen Jagung Di Desa Natakoli
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 23:44 WITA

Polres Sitaro Menyita 43 Paket Sabu Berat 9,12 gram Pada Dua Lokasi

Sunday, 4 October 2026 - 15:27 WITA

Jelang Puncak HUT Ke-137, Paroki Koting Matangkan Persiapan Teknis

Saturday, 3 October 2026 - 10:19 WITA

Rapat Teknis Bahas Persiapan Puncak HUT Paroki Koting, Lomba Dan Momen Syukuran Siap Dirayakan

Sunday, 27 September 2026 - 17:43 WITA

Merawat Warisan Iman Sejak 1889, Paroki Koting Siap Rayakan HUT Ke-137 Dengan Tiga Momentum Spesial

Sunday, 27 September 2026 - 14:27 WITA

Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koting Gelar Rapat Koordinasi Sambut HUT Ke-137 Dan Dua Momen Istimewa Lainnya

Berita Terbaru

Kepulauan Talaud

Polres Kepulauan Talaud Gelar Konferensi Pers Kasus Curanmor

Monday, 2 Nov 2026 - 14:07 WITA

Kepulauan Talaud

Polres Talaud Edukasi Generasi Muda Lewat ‘Polisi Peduli Pendidikan’

Monday, 19 Oct 2026 - 17:21 WITA