newsline.id — Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor listrik internasional. Pembalap muda asal Indonesia, Ardiansyah Putra, sukses meraih podium ketiga dalam ajang bergengsi MotoE World Championship 2025 yang digelar di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu (19/10). Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia di arena balap motor bertenaga listrik kelas dunia.
Balapan berlangsung sengit sejak awal. Ardiansyah yang membela tim IndoVolt Racing Team, memulai lomba dari posisi kelima. Namun berkat strategi cerdas dan ketenangan di tikungan tajam Mugello, ia berhasil menyalip dua pesaing utama di lap terakhir. Ia finis di urutan ketiga dengan selisih waktu hanya 0,482 detik dari pemenang, Luca Marini, yang mewakili tim Ducati E-Race.
Dalam wawancara usai lomba, Ardiansyah mengaku masih tidak percaya bisa naik podium di antara nama-nama besar dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dedikasikan kemenangan ini untuk Indonesia. Terima kasih atas dukungan semua pihak — ini baru awal, masih banyak yang bisa kita buktikan,” ujarnya dengan bangga sambil mengibarkan bendera Merah Putih di atas podium.
Keberhasilan Ardiansyah juga menjadi sorotan karena motor yang digunakan adalah hasil kolaborasi antara IndoVolt Racing dan TechnoEV, startup teknologi asal Bandung yang merancang sistem manajemen baterai motor listrik tersebut. Inovasi ini memungkinkan efisiensi daya hingga 15% lebih hemat dibanding tim-tim lain. Pencapaian ini menunjukkan bahwa teknologi hijau buatan Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Musim ini menjadi musim terbaik bagi Ardiansyah sejak debutnya di MotoE pada 2023. Dari tujuh seri yang telah dijalani, ia selalu finis di posisi sepuluh besar dan kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dunia. Dengan dua seri tersisa, peluangnya untuk menutup musim di posisi tiga besar masih terbuka lebar.
Presiden FIM, Jorge Viegas, memberikan apresiasi khusus terhadap performa Ardiansyah.
“Pembalap muda ini membawa semangat baru bagi MotoE. Kecepatan, konsistensi, dan kedisiplinannya luar biasa. Ini bukti bahwa talenta Asia, khususnya Indonesia, semakin diperhitungkan,” ujar Viegas dalam konferensi pers pasca-lomba.
Di Indonesia, kemenangan Ardiansyah langsung viral di media sosial. Tagar #ArdiansyahMotoE sempat menjadi trending di platform X (Twitter) dan Instagram. Banyak warganet yang bangga melihat bendera Merah Putih berkibar di podium internasional. Bahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan ucapan selamat dan berjanji akan terus mendukung pengembangan balap listrik nasional.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda Indonesia untuk terjun ke dunia motorsport ramah lingkungan. MotoE sendiri menjadi bagian penting dari transisi menuju era kendaraan listrik global. Keikutsertaan pembalap Indonesia dalam ajang ini menunjukkan bahwa negeri ini tidak hanya menjadi pasar otomotif, tetapi juga pelaku aktif dalam inovasi teknologi balap masa depan.
Ardiansyah dijadwalkan akan kembali berlaga pada seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada awal November mendatang. Tim IndoVolt Racing berencana melakukan pembaruan pada sistem pendingin baterai agar motor dapat melaju lebih stabil di lintasan dengan suhu rendah.
Kemenangan Ardiansyah Putra di MotoE World Championship 2025 bukan hanya tentang prestasi individu, melainkan simbol bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung teknologi dan olahraga global. Dengan dukungan terus-menerus terhadap inovasi dan pembalap muda, bukan mustahil dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan utama di dunia balap motor listrik internasional. (******)








