Pembalap Indonesia Raih Podium di Kejuaraan MotoE Dunia 2025

Saturday, 25 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

newsline.id — Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor listrik internasional. Pembalap muda asal Indonesia, Ardiansyah Putra, sukses meraih podium ketiga dalam ajang bergengsi MotoE World Championship 2025 yang digelar di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu (19/10). Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia di arena balap motor bertenaga listrik kelas dunia.

Balapan berlangsung sengit sejak awal. Ardiansyah yang membela tim IndoVolt Racing Team, memulai lomba dari posisi kelima. Namun berkat strategi cerdas dan ketenangan di tikungan tajam Mugello, ia berhasil menyalip dua pesaing utama di lap terakhir. Ia finis di urutan ketiga dengan selisih waktu hanya 0,482 detik dari pemenang, Luca Marini, yang mewakili tim Ducati E-Race.

Dalam wawancara usai lomba, Ardiansyah mengaku masih tidak percaya bisa naik podium di antara nama-nama besar dunia.

“Saya dedikasikan kemenangan ini untuk Indonesia. Terima kasih atas dukungan semua pihak — ini baru awal, masih banyak yang bisa kita buktikan,” ujarnya dengan bangga sambil mengibarkan bendera Merah Putih di atas podium.

Keberhasilan Ardiansyah juga menjadi sorotan karena motor yang digunakan adalah hasil kolaborasi antara IndoVolt Racing dan TechnoEV, startup teknologi asal Bandung yang merancang sistem manajemen baterai motor listrik tersebut. Inovasi ini memungkinkan efisiensi daya hingga 15% lebih hemat dibanding tim-tim lain. Pencapaian ini menunjukkan bahwa teknologi hijau buatan Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Baca Juga  Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental: Terbukti Mengurangi Stres & Cemas

Musim ini menjadi musim terbaik bagi Ardiansyah sejak debutnya di MotoE pada 2023. Dari tujuh seri yang telah dijalani, ia selalu finis di posisi sepuluh besar dan kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dunia. Dengan dua seri tersisa, peluangnya untuk menutup musim di posisi tiga besar masih terbuka lebar.

Presiden FIM, Jorge Viegas, memberikan apresiasi khusus terhadap performa Ardiansyah.

“Pembalap muda ini membawa semangat baru bagi MotoE. Kecepatan, konsistensi, dan kedisiplinannya luar biasa. Ini bukti bahwa talenta Asia, khususnya Indonesia, semakin diperhitungkan,” ujar Viegas dalam konferensi pers pasca-lomba.

Di Indonesia, kemenangan Ardiansyah langsung viral di media sosial. Tagar #ArdiansyahMotoE sempat menjadi trending di platform X (Twitter) dan Instagram. Banyak warganet yang bangga melihat bendera Merah Putih berkibar di podium internasional. Bahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan ucapan selamat dan berjanji akan terus mendukung pengembangan balap listrik nasional.

Baca Juga  Ban Mobil Cepat Botak? Cek Tips Ini Sebelum Terlambat!

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda Indonesia untuk terjun ke dunia motorsport ramah lingkungan. MotoE sendiri menjadi bagian penting dari transisi menuju era kendaraan listrik global. Keikutsertaan pembalap Indonesia dalam ajang ini menunjukkan bahwa negeri ini tidak hanya menjadi pasar otomotif, tetapi juga pelaku aktif dalam inovasi teknologi balap masa depan.

Ardiansyah dijadwalkan akan kembali berlaga pada seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada awal November mendatang. Tim IndoVolt Racing berencana melakukan pembaruan pada sistem pendingin baterai agar motor dapat melaju lebih stabil di lintasan dengan suhu rendah.

Kemenangan Ardiansyah Putra di MotoE World Championship 2025 bukan hanya tentang prestasi individu, melainkan simbol bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung teknologi dan olahraga global. Dengan dukungan terus-menerus terhadap inovasi dan pembalap muda, bukan mustahil dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan utama di dunia balap motor listrik internasional. (******)

Baca Juga  Manfaat Stretching 5 Menit di Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh

Berita Terkait

Pengda DIY Tegas Dukung Nadiem Al Farrel, Soroti Kisruh PBMI yang Dinilai Mengganggu Pembinaan Atlet
Terbitkan ‘SK Mini’ PB Muaythai, KONI Pusat Jadi Sorotan
Tak Lagi Sekadar Dualisme, Kubu La Nyalla Dihantam Krisis Kepercayaan
Kepengurusan ‘Mini’ PB Muaythai Indonesia Tuai Sorotan
MALAM KELAM DI PAPUA BANGKIT: Kegagalan Promosi, Kericuhan Suporter, dan Misteri Matinya CCTV
Lingkaran Setan Konflik Organisasi: Setelah PSSI dan Muaythai, Siapa Menyusul?
Saat Mayoritas Daerah Bersuara: Munaslub Muaythai Indonesia Jadi Titik Balik Organisasi
Hasil Munaslub Muaythai Indonesia Diserahkan ke KONI Pusat, Tunggu Penetapan SK

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 13:39

Pengda DIY Tegas Dukung Nadiem Al Farrel, Soroti Kisruh PBMI yang Dinilai Mengganggu Pembinaan Atlet

Tuesday, 12 May 2026 - 10:34

Terbitkan ‘SK Mini’ PB Muaythai, KONI Pusat Jadi Sorotan

Monday, 11 May 2026 - 20:11

Tak Lagi Sekadar Dualisme, Kubu La Nyalla Dihantam Krisis Kepercayaan

Monday, 11 May 2026 - 13:16

Kepengurusan ‘Mini’ PB Muaythai Indonesia Tuai Sorotan

Sunday, 10 May 2026 - 10:27

MALAM KELAM DI PAPUA BANGKIT: Kegagalan Promosi, Kericuhan Suporter, dan Misteri Matinya CCTV

Berita Terbaru