Menteri Sosial Gus Ipul: DTSEN Jadi Strategi Presiden Agar Bansos Tepat Sasaran

Sunday, 17 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id — Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan strategi utama Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh program bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran.

Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI Tahun 2025, yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (15/8).

DTSEN, Tonggak Baru Penyaluran Bansos

“DTSEN adalah strategi Presiden agar program bansos tepat sasaran. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki data tunggal yang dikelola langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan dijadikan pedoman seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Sosial turut berperan aktif dalam pemutakhiran data secara berkala, agar seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan data ini, kita bisa menentukan dengan tepat siapa yang berhak menerima bansos, sekaligus siapa yang berhak masuk ke Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Lebih dari 2 Juta Data Penerima Disesuaikan

Hingga triwulan kedua tahun 2025, penyaluran bansos oleh Kemensos telah sepenuhnya berpedoman pada DTSEN. Hasilnya, lebih dari dua juta penerima bansos yang tidak lagi memenuhi kriteria telah dicoret, dan dialihkan kepada mereka yang benar-benar berhak.

Penggunaan DTSEN ini tidak hanya untuk program bansos, tapi juga sebagai dasar seleksi program pendidikan berasrama Sekolah Rakyat, yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1–2).

Baca Juga  Dorong Ekonomi Desa, Bupati Gorontalo Resmikan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

Selaras dengan Arahan Presiden

Gus Ipul menyatakan, kebijakan DTSEN sejalan dengan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan komitmen pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan:

“Dalam 10 bulan terakhir, kabinet Merah Putih memerangi kemiskinan dengan pendekatan holistik dan menyeluruh. Kami ingin angka kemiskinan ekstrem turun menjadi 0 persen dalam tempo sesingkatnya. Kami telah membentuk sistem DTSEN sebagai pegangan utama untuk memastikan program pemerintah bagi masyarakat miskin tepat sasaran.”

Presiden juga menyoroti masih adanya ketimpangan dalam penerimaan subsidi negara:

“Sebelumnya, kami mendapat laporan masih ada orang kaya yang mendapat subsidi rakyat.”

Sebagai solusi berkelanjutan, pemerintah telah merintis Sekolah Rakyat, sebagai langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kami sudah membuka 100 Sekolah Rakyat. Tahun depan akan bertambah 200 lagi, lalu 300 dan seterusnya. Sekolah ini diperuntukkan bagi mereka yang berada di desil 1–2 dan benar-benar membutuhkan. Mereka diasramakan dan diberdayakan dengan kualitas baik. Anak-anak dari keluarga miskin tidak harus terus hidup dalam kemiskinan,” ujar Presiden.

DTSEN Sebagai Akar Transformasi Sosial

Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN bukan hanya alat administratif, melainkan pondasi transformasi sosial menuju keadilan distribusi dan kejelasan penerima manfaat.

Baca Juga  Kemenpar Gelar Pelatihan “Diving Safety 1000 Initiatives” di Raja Ampat

“Dengan DTSEN, tidak ada lagi keraguan siapa yang layak dibantu. Ini akan menjadi alat utama dalam pembangunan yang lebih merata, adil, dan inklusif,” pungkasnya. (*****)

Sumber : Kementerian Sosial

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta
Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya
ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026
DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul
Isu Gaji Ke-13 Dipotong 25 Persen, Ini Faktanya
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Tertekan Global
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 11:53 WITA

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 April 2026 - 10:57 WITA

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Friday, 17 April 2026 - 23:54 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 April 2026 - 15:57 WITA

ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026

Wednesday, 15 April 2026 - 22:00 WITA

DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul

Berita Terbaru

Illustrasi

Jakarta

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 Apr 2026 - 11:53 WITA

Jakarta

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Saturday, 18 Apr 2026 - 10:57 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta (Foto: Istimewah)

Jakarta

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 Apr 2026 - 23:54 WITA

Illustrasi

INTERNASIONAL

Bonus Bayi 2026 Cair, Keluarga Dapat Rp17 Juta

Friday, 17 Apr 2026 - 21:29 WITA

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX (Foto: Istimewah)

Pontianak

Helikopter Jatuh di Kalbar, Semua Penumpang Tewas

Friday, 17 Apr 2026 - 17:38 WITA