JSI Soroti Menu Makan Bergizi Gratis di Manding, Diduga Tak Penuhi Standar Gizi Anak

Friday, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan datang dari kalangan jurnalis yang menilai kualitas makanan yang disajikan kepada siswa jauh dari prinsip gizi seimbang.

Program yang dijalankan oleh Yayasan Alif tersebut semestinya menjadi solusi pemenuhan nutrisi bagi anak-anak, khususnya di tingkat PAUD dan sekolah dasar. Namun, realitas di lapangan justru memunculkan kekecewaan.

Pada Kamis (2/4/2026), menu yang dibagikan kepada siswa dilaporkan hanya terdiri dari nasi putih, ikan asin, tahu, dan pisang. Komposisi tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan gizi harian anak, baik dari sisi protein, vitamin, maupun variasi makanan.

Ketua Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Igusty Madani, menilai bahwa program tersebut tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak adalah persoalan serius yang tidak bisa ditawar.

“Program ini menyangkut masa depan anak-anak. Kalau kualitas makanannya seperti itu, tentu perlu dipertanyakan komitmen pelaksana,” ujarnya, Kamis malam.

Menurutnya, standar gizi anak bukan sekadar soal kenyang, tetapi harus memperhatikan keseimbangan nutrisi yang menunjang tumbuh kembang. Ia pun mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

JSI, kata Igusty, berencana membawa persoalan ini ke tingkat pusat dengan mengajukan audiensi ke DPR RI. Langkah itu diambil agar ada pengawasan lebih ketat terhadap program makan bergizi gratis yang tengah digalakkan pemerintah.

Baca Juga  Tanggul Sungai Kali Kuto di Rowosari Kendal Terus Terkikis, Warga Khawatir Jebol Saat Musim Hujan

“Kami ingin ada transparansi dan pertanggungjawaban. Jangan sampai program yang bagus di konsep justru buruk dalam pelaksanaan,” tegasnya.

Di sisi lain, keluhan juga disampaikan oleh para wali murid. Beberapa orang tua mengaku anak-anak mereka enggan mengonsumsi makanan yang diberikan karena kualitasnya dinilai kurang baik.

“Anak saya tidak mau makan, katanya tahunya bau dan ikannya keras,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Alih-alih meningkatkan asupan gizi, makanan yang tidak layak justru berpotensi terbuang sia-sia dan tidak memberikan manfaat bagi siswa.

Sejumlah pihak menilai, pengawasan terhadap pelaksana program seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu diperketat. Apalagi, isu serupa disebut bukan pertama kali terjadi.

Baca Juga  451 PPPK Tahap II Lingga Terima SK, Wabup Novrizal Tegaskan Disiplin dan Integritas ASN

“Ini bukan kejadian baru. Sudah beberapa kali muncul keluhan, tapi tidak ada perubahan berarti,” ungkap sumber lain.

Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana program belum memberikan klarifikasi resmi terkait kritik yang berkembang. Sementara itu, publik berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memastikan program makan bergizi gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya.

Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.

Berita Terkait

Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal Perkuat Sinergi P4GN Bersama BNNK Kendal
Pemkab Sumenep Tekankan Peran Guru sebagai Agen Transformasi Pendidikan Digital
BNN Kabupaten Kendal Tes Urine Sopir Bus Jelang Mudik Lebaran 2026, Pastikan Pengemudi Bebas Narkoba
Saka Anti Narkoba BNN Kendal Gelar Bagi Takjil dan Sosialisasi ANANDA Bersinar
Kebakaran Gudang Tiner dan Gipsum di Langenharjo, Satu Penjaga Dilarikan ke RSUD Soewondo
Highland Run 6K Angkat Potensi Alam Ngargosari, Padukan Olahraga dan Wisata
Pemdes Rowosari Perketat Pengawasan Sampah Liar di Jalan Protokol
Tanggul Sungai Kali Kuto di Rowosari Kendal Terus Terkikis, Warga Khawatir Jebol Saat Musim Hujan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 12 May 2026 - 13:06 WITA

Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal Perkuat Sinergi P4GN Bersama BNNK Kendal

Friday, 3 April 2026 - 00:08 WITA

JSI Soroti Menu Makan Bergizi Gratis di Manding, Diduga Tak Penuhi Standar Gizi Anak

Thursday, 2 April 2026 - 17:21 WITA

Pemkab Sumenep Tekankan Peran Guru sebagai Agen Transformasi Pendidikan Digital

Wednesday, 11 March 2026 - 16:05 WITA

BNN Kabupaten Kendal Tes Urine Sopir Bus Jelang Mudik Lebaran 2026, Pastikan Pengemudi Bebas Narkoba

Monday, 9 March 2026 - 09:47 WITA

Saka Anti Narkoba BNN Kendal Gelar Bagi Takjil dan Sosialisasi ANANDA Bersinar

Berita Terbaru

Uncategorized

Kematangan Iman Teruji Dari Sikap Menghargai Perbedaan

Saturday, 23 May 2026 - 20:12 WITA

Peserta Pelatihan Publik Speaking SMAN 1 Doloksanggu

Pendidikan

Siswa SMAN 1 Doloksanggul Dilatih Tampil Percaya Diri

Saturday, 23 May 2026 - 13:40 WITA