MERAUKE,newsline.id — Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus menunjukkan tren meningkat dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner rumahan, kios sembako, jasa percetakan, hingga penjualan hasil pertanian lokal, kini semakin menjamur di berbagai sudut kota.
Di tengah terbatasnya lapangan kerja formal, UMKM menjadi solusi nyata bagi warga untuk bertahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Aktivitas ekonomi berbasis usaha kecil ini tidak hanya menciptakan sumber penghasilan harian, tetapi juga membuka peluang kerja baru di lingkungan sekitar.
Salah satu pelaku usaha, Tomi Ndiken, sukses merintis warung makan Nayosiwai yang kini mulai dikenal masyarakat. Usaha tersebut menjadi penopang utama ekonomi keluarganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Usaha ini memang masih kecil, tapi setiap hari ada pemasukan. Ini sangat membantu kebutuhan keluarga,” ungkap Tomi.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, pelaku UMKM masih dihadapkan pada berbagai tantangan serius. Mulai dari keterbatasan akses permodalan, kurangnya pelatihan pemasaran digital, hingga tingginya biaya distribusi bahan baku akibat faktor geografis Papua Selatan yang berada di wilayah timur Indonesia.
Meski begitu, potensi ekonomi Merauke tetap dinilai sangat besar. Sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa menjadi penggerak utama yang terus berkembang dan menyimpan peluang jangka panjang.
Kehadiran Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi riil pelaku usaha di daerah. Data yang akurat diyakini mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Dengan dukungan yang maksimal, UMKM di Merauke diyakini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang pesat dan menjadi kekuatan utama ekonomi di kawasan timur Indonesia.(FHS)









