MAUMERE, newsline.id — Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koting di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, akan merayakan ulang tahunnya yang ke-137 pada tanggal 3 Desember 2026.
Sebagai salah satu pusat sejarah iman Katolik tertua di Flores yang berdiri sejak tahun 1889, paroki ini memiliki sejarah yang erat dengan karya misionaris Yesuit, Romo Anton Ijsseldijk, SJ, yang melayani sejak tahun 1885 hingga 1920. Kini, paroki ini terus melayani umat di bawah naungan Keuskupan Maumere.
Menyambut momen istimewa ini, Pengurus Paroki Koting bersama para pemimpin lingkungan mengadakan pertemuan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun Paroki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, Romo Rudi Parera, Pr., dan berlangsung di halaman pastoran Paroki Koting pada Minggu pagi, 28 September 2026. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pembahasan yang telah disepakati bersama sebelumnya, berkaitan dengan pembentukan panitia dan rencana perayaan.
Hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Ketua Dewan Paroki, para Ketua Stasi, Ketua Lingkungan, ketua lembaga paroki, tokoh pemuda, serta perwakilan kelompok umat.
Dalam arahannya, Romo Rudi menyampaikan bahwa perayaan HUT Paroki adalah pesta seluruh umat. Oleh karena itu, partisipasi dan kebersamaan kita semua sangat diharapkan.
“Perayaan HUT Paroki adalah pesta umat. Semoga kita semua dapat hadir dan turut berpartisipasi, agar momen syukur ini dapat dirasakan dan dirayakan bersama-sama,” ujar Romo Rudi.
Beliau juga menyampaikan kabar yang membahagiakan, bahwa tahun ini perayaan akan semakin istimewa karena digabungkan dengan dua peristiwa syukur lainnya.
Selain syukuran ulang tahun paroki yang ke-137, kita juga akan memeriahkan syukuran 60 tahun hidup membiar Suster Aloisia, pendiri Susteran Wajah Kudus Koting, sekaligus perayaan Misa Perdana salah seorang diakon paroki yang akan ditahbiskan menjadi imam.
“Ketiga peristiwa ini adalah anugerah besar dari Tuhan bagi kita semua. Mari kita rayakan dengan hati yang penuh syukur dan persekutuan yang semakin erat,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, telah terbentuk kepanitiaan penyelenggara yang diketuai oleh Ibu Maria Nona Eva Rambi. Panitia terbagi ke dalam beberapa seksi, yaitu seksi acara, perlombaan, liturgi, keamanan, konsumsi, dekorasi, dokumentasi, dan dana.
Beberapa kegiatan pun mulai dirancang, di antaranya pertandingan voli, sepak bola mini, dan lomba bawa Kitab Suci.
Ketua Panitia, Ibu Maria Nona Eva Rambi, menyampaikan rasa syukurnya dan kesiapannya bersama tim untuk bekerja sebaik mungkin.
“Kami menyadari bahwa perayaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud rasa syukur kita bersama. Kami mengajak seluruh umat untuk turut berperan, baik melalui doa, tenaga, maupun dukungan lainnya. Semoga apa yang kita persiapkan ini menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan dan mempererat persaudaraan kita di Paroki Koting,” ujarnya.
Disepakati pula bahwa pada pertemuan selanjutnya, masing-masing seksi akan menyampaikan rencana kerja beserta rincian kebutuhannya.
Rapat ditutup dengan doa bersama, semoga seluruh rangkaian persiapan berjalan dengan lancar hingga hari perayaan tiba.
Penulis : Silvester Moan Nurak








