Jakarta, newsline.id – Suasana mencekam menyelimuti sebuah kawasan pemukiman setelah rumah milik Ahmad Sahroni menjadi sasaran amukan massa, Sabtu malam (30/8). Ratusan warga yang tersulut emosi mendatangi rumah tersebut dan melakukan perusakan hingga penjarahan.
Menurut kesaksian warga sekitar, massa awalnya berkumpul di jalan utama untuk menyuarakan protes. Namun situasi berubah kacau setelah beberapa orang melemparkan batu ke arah rumah Ahmad Sahtoni. Tak lama kemudian, kerumunan merangsek masuk, merusak pagar, memecahkan kaca jendela, serta membawa pergi sejumlah barang berharga.
“Awalnya hanya teriakan dan lemparan batu, tapi kemudian massa masuk ke dalam rumah. Semua barang diacak-acak, ada yang diambil,” kata seorang tetangga yang menyaksikan langsung peristiwa itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beruntung, Ahmad Sahroni dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri sebelum massa menyerbu. Meski selamat secara fisik, keluarga Sahroni disebut mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut.
Kapolres setempat menegaskan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti. “Kami tidak akan membiarkan aksi main hakim sendiri ini. Semua pelaku penjarahan dan perusakan akan kami kejar dan tindak sesuai hukum,” ujarnya.
Hingga Minggu pagi, kondisi rumah Ahmad Sahroni tampak porak-poranda. Pintu dan jendela hancur, isi rumah berantakan, serta beberapa perabot hilang. Aparat kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mencegah kericuhan lanjutan.
Peristiwa ini menuai kecaman luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai aksi brutal tersebut bukan hanya merugikan korban, tetapi juga memperburuk iklim sosial di wilayah tersebut. (*)








