Salurkan Saprodi, BUM Desa Sina Rua Bersinar Berikan Edukasi Teknis Budidaya Jagung Kepada Kelompok Tani

Monday, 16 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE – Pada Jumat, 13 Maret 2026, di Dusun Umatawu, Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, BUM Desa Sina Rua Bersinar Natakoli resmi menyalurkan sarana produksi pertanian (saprodi) kepada Kelompok Tani Popowolot, Kajowair, dan Maju Bersama. Kegiatan ini merupakan realisasi kerja sama ketahanan pangan dalam budidaya jagung hibrida.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur BUM Desa Sina Rua Bersinar, Epilius Dasentis, SP, menyampaikan bahwa kelompok tani bukan sekadar berkumpul, melainkan menyatukan potensi sebagai wadah bertukar pikiran terkait teknologi, akses pupuk, permodalan, hingga pemasaran.

“Saya mengajak mengubah paradigma berpikir menjadi lebih produktif, misalnya memilih varietas unggul dan kompak merencanakan tanam. Dengan gotong royong, kita pasti bisa mengatasi hambatan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Epilius.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Natakoli, Antonius Kreator, menegaskan bahwa kelompok tani di desa ini adalah kelompok petani jagung yang diharapkan berjuang menghasilkan panen terbaik.

“Kelompok ini kita sebut menuju akuntansi karena ini adalah sebuah bisnis. Berjuanglah sampai menghasilkan hoang (uang),” tambahnya.

Antonius juga mengingatkan agar menjaga kekompakan mengingat 20 persen dana desa telah disalurkan, yang merupakan tanggung jawab bersama.

“Jangan berpisah. Beban dan tanggung jawab ini harus dipikul bersama dalam susah maupun senang,” tegasnya.

Pendamping Desa Kecamatan Mapitara, Silvester Moan Nurak, menyatakan kunci keberhasilan program ada pada kerja sama BUM Desa dan kelompok tani, dengan penekanan pada sikap proaktif.

“Proaktif artinya bekerja tidak perlu menunggu disuruh dan punya inisiatif bertanya jika bingung. Lawannya adalah reaktif, di mana ada aksi dulu baru memberikan reaksi, atau disuruh dulu baru mau bekerja,” jelasnya.

Silvester juga menekankan bahwa di BUM Desa, petani menggaji diri sendiri dari hasil panen yang diperoleh, sementara pemerintah hanya menyediakan modal, aturan, dan pendampingan untuk dikembangkan.

Silvester juga menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan setelah proses penanaman selesai nanti.

“Setelah selesai penanaman, kami bersama BUM Desa akan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait beberapa agenda penting. Agenda tersebut meliputi pelantikan pengurus BUM Desa, pelatihan bagi pengurus, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban tiga bulanan,” ujar Silvester.

Acara dilanjutkan sesi edukasi teknis oleh PPL Pertanian, Martinus Meong, SP, yang memaparkan langkah budidaya jagung.

“Pertama persiapan lahan: bisa dibajak/dicangkul, atau sistem TOT (Tanpa Olah Tanah) untuk tanah yang sudah gembur. Kedua, penyiapan benih berlabel resmi. Selanjutnya tahap tanam yang memperhatikan jarak tanam dan kaidah pemupukan tepat waktu serta dosis,” ujar Martinus.

Materi kemudian dilengkapi oleh Yoseph Lavanto, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, yang juga dipercayakan oleh BPP Pertanian sebagai petani kunci di Desa Natakoli. Yoseph berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai pemupukan.

Yoseph memaparkan jenis-jenis pupuk yang diterima serta frekuensi pemakaian yang disesuaikan dengan kondisi lokal.

“Pupuk yang kita dapat hanya tiga macam, yaitu yang pertama NPK Ponska, yang kedua urea, dan yang ketiga KCL. Bagaimana cara dan dosis pemakaiannya itu, mengingat kondisi kita tidak usah sampai tiga kali, paling banyak dua kali,” ujar Yoseph.

Yoseph juga menjelaskan dua sistem pemupukan yang bisa dipilih, yang penentuannya disesuaikan dengan kondisi cuaca dan udara.

“Bisa menggunakan dua sistem, yaitu yang pertama sistem tabur dan yang kedua sistem kocor, tergantung cuaca dan keadaan udara seperti apa. Kalau banyak hujan lebih baik kita pakai tabur, sebaiknya kalau banyak panas kita pakai kocor,” tambahnya.

Dalam kegiatan juga disepakati jadwal penanaman mulai minggu ketiga Maret sampai minggu pertama April 2026 setelah diselesaikannya pengolahan lahan.

Penyaluran saprodi berupa bibit, pupuk, pestisida, dan sarana pendukung diawali penyerahan simbolik oleh Direktur BUM Desa, Ketua BPD, PPL Pertanian, dan Pendamping Desa, lalu diserahkan resmi dan dicatat dalam berita acara demi transparansi.

Saat ini, ketiga kelompok tani telah selesai membersihkan lahan dan akan segera melanjutkan pengolahan sesuai jadwal. Program ini diharapkan meningkatkan produksi jagung hibrida dan memperkuat ketahanan pangan desa.

Baca Juga  Mendag Pada Orientasi Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia

Berita Terkait

Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya
ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026
DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul
Isu Gaji Ke-13 Dipotong 25 Persen, Ini Faktanya
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Tertekan Global
Soal Gendut Dana Hibah 2026, Wabup Warning Pengelolaan Anggaran Daerah
Emas Sulit Dijual, Penambang Kecil Tertekan
Aktivis Muda Dukung Toheahu Jadi WPR
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 16:18 WITA

Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya

Friday, 17 April 2026 - 15:57 WITA

ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026

Wednesday, 15 April 2026 - 22:00 WITA

DPRD Dompu Tolak LKPJ 2025, Dinilai Amburadul

Wednesday, 15 April 2026 - 14:48 WITA

Isu Gaji Ke-13 Dipotong 25 Persen, Ini Faktanya

Wednesday, 15 April 2026 - 14:24 WITA

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Tertekan Global

Berita Terbaru

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX (Foto: Istimewah)

Pontianak

Helikopter Jatuh di Kalbar, Semua Penumpang Tewas

Friday, 17 Apr 2026 - 17:38 WITA

Bansos PKH BPNT Cair Bulan Ini

Ekonomi

Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya

Friday, 17 Apr 2026 - 16:18 WITA

ADRO Buyback Saham

Ekonomi

ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026

Friday, 17 Apr 2026 - 15:57 WITA

Uncategorized

Wujudkan Ketahanan Pangan, BUM Desa dan Petani Natakoli Tanam Jagung Hibrida

Wednesday, 15 Apr 2026 - 23:23 WITA