Kontroversi Joget THR Lebaran 2025.

Friday, 4 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

BINTUNI, papua.newsline.id – Joget bagi-bagi THR beredar di berbagai media sosial, joget ini kemudian menjadi Trend pada Lebaran 2025 kemaren.

Banyak orang yang melakukan joget THR untuk berbagi kebahagiaan dengan sanak keluarga dan saudara.

Joget THR kemudian di gandrungi oleh pejabat, pegawai swasta, karyawan, guru, hingga ibu rumah tangga, mereka berlomba-lomba menunjukkan kemampuan joget terbaiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trend Joget THR dengan cepat menular karena daya tarik emosional di momen lebaran dan gerakannya yang mudah di tiru. Lebaran 2025 menjadi semarak paling meriah di dunia maya bersama trend Joget THR.

Belakangan Tarian THR kemudian di kaitkan dengan tarian Yahudi, komentar netisen pun kemudian ramai bermunculan, ada yang setuju tetapi juga banyak yang menghujat.

Baca Juga  Kementerian Agama Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta

Kompasiana menulis, Fenomena Joget THR ini adalah Fenomena Fear Of Mising Out (FOMO), fenomena psikologis dimana  seseorang merasa cemas dan takut ketinggalan informasi, pengalaman, atau aktivitas, yang sedang terjadi di sekitarnya, di picu oleh penggunaan media social.

Joget THR bukan hanya merupakan ekspresi kegembiraan, tetapi juga merupakan bentuk menghadirkan diri secara Eksis dalam pergaulan sosial yang sedang ramai di dunia maya. (Redaksi).

Berita Terkait

Guru Honorer Terancam Dihapus, Hanya ASN Bisa Mengajar 2027
Membangun budaya baru dengan 7 pilar menjadi motivasi ketua yayasan yapesli Papua Indonesia dalam acara kelulusan siswa-siswi SMKS parawisata
Tingkat Kelulusan 96,97 Persen, 97 Siswa di Merauke ‘Hilang’ dari Sekolah
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tekankan Pentingnya 3M
BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS di 13 Sekolah Dompu
PERAN PEMERINTAH UNTUK PENDIDIKAN BERKUALITAS MELALUI YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA
BAPAK PENDIDIKAN PAPUA PEGUNUNGAN NAFTALI MABEL SAAT HUT YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA KE 27 TAHUN
Wakil rektor UNIBA JHON A WALELA MEMBUKA SEMINAR
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 6 May 2026 - 11:25 WITA

Guru Honorer Terancam Dihapus, Hanya ASN Bisa Mengajar 2027

Tuesday, 5 May 2026 - 19:58 WITA

Membangun budaya baru dengan 7 pilar menjadi motivasi ketua yayasan yapesli Papua Indonesia dalam acara kelulusan siswa-siswi SMKS parawisata

Monday, 4 May 2026 - 15:54 WITA

Tingkat Kelulusan 96,97 Persen, 97 Siswa di Merauke ‘Hilang’ dari Sekolah

Saturday, 2 May 2026 - 12:25 WITA

Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tekankan Pentingnya 3M

Thursday, 30 April 2026 - 13:51 WITA

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS di 13 Sekolah Dompu

Berita Terbaru

Jakarta

Kepengurusan ‘Mini’ PB Muaythai Indonesia Tuai Sorotan

Monday, 11 May 2026 - 13:16 WITA