Pontianak, newsline.id – Kasus viral yang melibatkan seorang oknum TNI dan driver ojek online di Pontianak terus bergulir. Malam ini, komunitas ojol mendatangi Markas Polisi Militer (Pomdam) XII Tanjungpura di Jalan Rahadi Usman untuk meminta keadilan bagi rekan mereka yang menjadi korban pemukulan.
Perwakilan komunitas ojol menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka pintu maaf kepada pelaku, namun menegaskan proses hukum harus tetap berjalan. “Kami sudah mendengar langsung permintaan maaf dari pihak pelaku. Maaf tetap kami berikan, tetapi proses hukum harus dilanjutkan sesuai aturan yang ada,” ujar salah satu perwakilan Ojol Pontianak.
Oknum TNI yang terlibat sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban dan keluarganya. Ia juga berjanji akan membantu biaya pengobatan korban hingga benar-benar pulih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakapendam XII Tanjungpura, Letkol Infanteri Agung W. Palupi, menegaskan pihaknya bertindak cepat begitu laporan kasus ini masuk. Menurutnya, oknum tersebut sudah diamankan dan akan menjalani proses hukum melalui jalur persidangan militer. “Proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Agung.
Mediasi pun telah digelar dengan menghadirkan pihak keluarga korban, komunitas ojol, dan pelaku. Meski suasana berlangsung kondusif dan permintaan maaf telah disampaikan, penyelesaian hukum dipastikan tetap diteruskan sesuai prosedur.
Komunitas ojol Pontianak berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tercipta suasana yang damai, saling menghargai, dan menghormati sesama di jalan raya.








