Jokowi Diperebutkan PSI dan Projo, Pengamat Ingatkan Efek Politik Bisa Berbalik

Monday, 18 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,newsline.id — Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi pusat perhatian politik nasional setelah muncul perebutan narasi antara relawan Projo dan Partai Solidaritas Indonesia terkait agenda “turun gunung” Jokowi pada Juni 2026.

Isu tersebut mencuat setelah Sekjen Projo Freddy Alex Damanik menyebut kondisi kesehatan Jokowi sudah pulih 99 persen dan siap kembali berkeliling Indonesia untuk menyapa masyarakat.

“Pak Jokowi menyampaikan kesehatannya sudah pulih 99 persen dan bulan depan beliau akan mulai keliling Indonesia kembali,” ujar Freddy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Freddy, dalam agenda tersebut Jokowi juga akan didampingi relawan Projo saat mengunjungi sejumlah daerah.

Namun pernyataan itu langsung dibantah PSI. Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan bahwa agenda perjalanan Jokowi justru sedang disiapkan PSI sebagai bagian dari strategi menuju Pemilu 2029.

Baca Juga  Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli

“Kalau mengenai Pak Jokowi akan ke mana, kita sedang mempersiapkan roadmap perjalanan beliau menuju pemenangan PSI 2029,” kata Bestari.

Bestari bahkan menyinggung posisi Projo yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa Projo bukan lagi singkatan dari “Pro Jokowi”.

Polemik tersebut memunculkan spekulasi bahwa pengaruh politik Jokowi masih dipandang penting menjelang kontestasi 2029. Meski begitu, sejumlah pengamat menilai efek politik Jokowi tidak lagi sebesar sebelumnya.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei dan Pemilu 2024, Jokowi tidak memberikan dampak signifikan terhadap elektabilitas partai politik.

“Jokowi sebetulnya tidak memiliki dampak signifikan pada elektabilitas parpol,” ujarnya.

Ia menilai kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres sebelumnya tidak sepenuhnya dipengaruhi faktor Jokowi.

Baca Juga  Tren Startup Digital yang Banyak Diminati Investor

Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengingatkan PSI agar berhitung matang sebelum menjadikan Jokowi sebagai simbol utama partai menuju 2029.

Menurutnya, kondisi politik Jokowi saat ini berbeda dibanding satu dekade lalu ketika masih dianggap figur perubahan.

“Jokowi saat ini adalah sosok kontroversial,” kata Jamiluddin.

Ia menilai langkah PSI membawa Jokowi berkeliling Indonesia justru berpotensi menjadi bumerang dan memicu antipati sebagian pemilih.

Di tengah perebutan pengaruh tersebut, kemunculan kembali Jokowi ke ruang publik dipastikan tetap menjadi magnet politik nasional. Namun pertanyaan besarnya kini bukan sekadar apakah Jokowi akan turun gunung, melainkan seberapa besar pengaruh politiknya masih mampu menggerakkan peta politik menuju Pemilu 2029.(**)

Baca Juga  Judi: Antara Harapan Cepat Kaya Dan Dampak Buruk Yang Mengintai

Berita Terkait

Bupati Merauke Hadiri Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah 2026 di Depok
Judi: Antara Harapan Cepat Kaya Dan Dampak Buruk Yang Mengintai
Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli
Wujudkan Ketahanan Pangan, BUM Desa dan Petani Natakoli Tanam Jagung Hibrida
Wujudkan Ketahanan Pangan, BUM Desa dan Petani Natakoli Tanam Jagung Hibrida
Renungan Ibadah Jumat Agung 2026, Gereja St. Yohanis Bintuni: Susu di Balas Tuba
Peran Data SDGs Desa dalam Tata Kelola Perencanaan Dan Penentuan Status Kemajuan Wilayah: Desa Hale, Hebing, Natakoli, Dan Egon Gahar
Data SDGs Desa Jadi Dasar Perencanaan Dan Penentu Status Kemajuan Wilayah di Kecamatan Mapitara
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Monday, 18 May 2026 - 10:33 WITA

Jokowi Diperebutkan PSI dan Projo, Pengamat Ingatkan Efek Politik Bisa Berbalik

Friday, 15 May 2026 - 08:12 WITA

Bupati Merauke Hadiri Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah 2026 di Depok

Sunday, 3 May 2026 - 12:07 WITA

Judi: Antara Harapan Cepat Kaya Dan Dampak Buruk Yang Mengintai

Thursday, 16 April 2026 - 00:21 WITA

Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli

Wednesday, 15 April 2026 - 23:23 WITA

Wujudkan Ketahanan Pangan, BUM Desa dan Petani Natakoli Tanam Jagung Hibrida

Berita Terbaru

SPMB Surabaya (Foto: Istimewah)

Pendidikan

SPMB Surabaya 2026 Dirombak, Jalur Prestasi SMP Kini Pakai TKA

Monday, 18 May 2026 - 09:28 WITA