newsline.id — Perkembangan teknologi transportasi terus melaju pesat. Setelah kendaraan listrik menjadi tren global, kini giliran mobil terbang yang mulai nyata diwujudkan. Tahun ini, Asia bersiap mencatat sejarah baru dengan rencana uji coba mobil terbang pertama yang akan dilakukan oleh perusahaan teknologi asal Jepang.
Dilansir dari berbagai sumber, mobil terbang yang diberi nama “SkyDrive SD-05” ini dikembangkan oleh startup transportasi udara asal Jepang, SkyDrive Inc. Kendaraan tersebut dirancang sebagai mobil listrik vertikal take-off and landing (eVTOL), artinya bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal layaknya helikopter, namun beroperasi dengan efisiensi dan suara yang jauh lebih rendah.
Desain Futuristik dan Ramah Lingkungan
SkyDrive SD-05 memiliki desain futuristik dengan dua kursi — satu untuk pilot dan satu untuk penumpang. Mengandalkan tenaga baterai listrik, mobil ini mampu terbang sejauh 30 kilometer dengan kecepatan maksimum 100 km/jam. Dengan dimensi yang ringkas, mobil ini bisa terbang rendah di atas area perkotaan tanpa menimbulkan kebisingan yang signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kendaraan ini diklaim ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi masa depan untuk mengurangi kemacetan di kota besar sekaligus mendukung target net zero emission di berbagai negara Asia.
Rencana Uji Coba dan Target Komersialisasi
Uji coba resmi dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini di wilayah prefektur Aichi, Jepang. Pemerintah Jepang sendiri telah memberikan izin terbatas untuk pengujian udara di area khusus. Jika hasilnya sukses, mobil terbang ini ditargetkan bisa digunakan secara komersial mulai tahun 2027, khususnya untuk layanan transportasi antarbandara dan kawasan perkotaan padat.
Beberapa negara lain di Asia, termasuk Korea Selatan dan Singapura, juga dikabarkan tengah mempersiapkan proyek serupa. Bahkan, Indonesia disebut-sebut menjadi salah satu negara yang potensial untuk mengadopsi teknologi ini, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Masa Depan Transportasi Udara
Kemunculan mobil terbang bukan hanya sekadar kemewahan futuristik, tapi juga menjadi simbol perubahan besar dalam cara manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jika teknologi ini berhasil diimplementasikan secara luas, bukan tidak mungkin dalam waktu 10 tahun ke depan, “macet di udara” bisa jadi istilah baru yang akan kita dengar.
Inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Asia tidak ingin tertinggal dalam revolusi transportasi masa depan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan lembaga penelitian, impian mobil terbang kini bukan lagi fiksi ilmiah — tapi kenyataan yang tinggal menunggu waktu untuk terwujud. (**)









